
Dalam sesi dua perlombaan, nyatanya Anthoni malah melakukan kesalahan saat mengucapkan mantra. Dia tidak fokus pada mayat tapi justru melihat ke arah sir Plangtoon yang memperhatikan dirinya.
Efek dari mantra sihir yang diucapkan oleh Anthoni ini justru membuat sir Plangtoon memiliki dua tanduk di kening, membuat semua orang yang hadir tertawa. Mentertawakan keadaan sir Plangtoon yang jadi terlihat lucu dengan kedua tanduknya itu.
"Shughulorlo!"
"Wooo..."
"Lhooo..."
Situasi ini jelas-jelas membuat suasana menjadi kacau karena Anthoni yang melakukan kesalahan saat mengucapkan mantra. Alih-alih memusatkan perhatiannya pada benda yang seharusnya menjadi fokus mantra, yaitu mayat, Anthoni justru memandang ke arah Sir Plangtoon pada saat mantra diucapkan. Padahal sir Plangtoon hanya memperhatikan dirinya agar bisa memberi penilaian sesuai dengan yang dilakukannya.
Akibat dari mantra sihir yang seharusnya mempengaruhi mayat, malah berdampak pada Sir Plangtoon dengan cara yang tidak diinginkan. Sir Plangtoon kini memiliki dua tanduk yang tumbuh tepat di keningnya.
"Wkwkwk..."
"Hahaha... lucu!"
"Jadi aneh!"
Ketika kejadian ini terjadi, semua orang yang hadir tertawa, menganggap bahwa keadaan Sir Plangtoon yang memiliki dua tanduk di keningnya menjadi lucu. Situasi ini membuat Sir Plangtoon merasa tersinggung, malu dan marah karena menjadi sorotan orang banyak.
Di sisi lain, Anthoni juga merasa malu dan menyesal karena membuat kesalahan yang tidak sengaja merugikan orang lain. Terutama pada sir Plangtoon yang merupakan kepala sekolah dan juri dalam kompetisi ini.
Situasi ini juga membuat peserta lainnya merasa waspada agar tidak membuat kesalahan serupa saat mengucapkan mantra sihir di perlombaan selanjutnya.
"Aku harus lebih waspada."
"Iya. Kita harus berhati-hati agar tidak melakukan kesalahan yang sama seperti yang dilakukan oleh Anthoni."
__ADS_1
William hanya diam saja, mendengar kedua peserta yang lain bergumam. Dia juga tidak berani melihat ke arah Anthoni, yang sedang menahan malu. Begitu juga dengan para guru, yang sedang berusaha menenangkan sir Plangtoon.
"Ini tidak bisa dibiarkan! Aku justru menjadi badut dalam acara ini!"
"Diskualifikasi dia! Aku tidak bisa membiarkan dia meneruskan kompetisi ini, karena raja iblis bisa marah-marah dan bahkan murka seandainya ini terjadi padanya!"
Sir Plangtoon merasa tersinggung dan marah pada Anthoni setelah kejadian ini, situasi di dalam perlombaan menjadi tegang dan tidak nyaman. Sir Plangtoon merasa bahwa Anthoni telah mempermalukannya di depan orang banyak dengan memiliki tanduk di keningnya, dan itu dapat membuatnya merasa tidak dihormati atau dihina.
Akibatnya, Sir Plangtoon mungkin menunjukkan rasa tidak puasnya pada Anthoni dan mempertanyakan niat dan kemampuan Anthoni dalam mengikuti perlombaan. "Apa dia tidak bisa berkomunikasi dan berkonsentrasi?"
Di sisi lain, Anthoni merasa menyesal atas kesalahannya dan merasa khawatir tentang bagaimana situasi ini akan mempengaruhi hubungannya dengan Sir Plangtoon dan orang lain dalam perlombaan. Anthoni semakin merasa tidak nyaman dengan marahnya Sir Plangtoon dan berusaha untuk meminta maaf dan menjelaskan bahwa kesalahannya bukanlah disengaja.
"Maaf, sir Plangtoon. Saya tidak pernah sengaja melakukan kesalahan ini."
"Tolong maafkan saya, dan beri saya kesempatan untuk memperbaiki kesalahan ini." Anthoni berharap.
Sponsored dan Squidwored memang berusaha untuk membantu William agar bisa percaya diri dan mampu melalui proses sesi pertama dan sesi kedua dari kompetisi mantra kali ini. Mereka melakukannya tanpa ada yang tahu, termasuk sir Plangtoon dan para juri serta dewan guru sekolah sihir Castello Bruxo ini.
Para utusan dari kerajaan iblis juga tidak ada yang menyadari kelakuan dua saudara kembar sial itu. Mereka hanya fokus pada panggung yang digunakan untuk melakukan kompetisi saja.
Sponsored dan Squidwored membantu William untuk menjadi lebih percaya diri sejak awal, dalam menghadapi sesi pertama kompetisi tadi tanpa disadari oleh siapapun.
"Squidwored. Kita harus membantu William, apapun yang terjadi. Tapi ingat, jangan sampai melakukan kesalahan atau ketahuan yang lainnya!" Sponsored memberikan peringatan kepada saudaranya.
"Tentu saja. Aku akan melakukannya dengan baik-baik saja. Aku juga tidak mau jika ada yang tahu."
"Ok. Kita harus menyatukan kekuatan untuk bisa berkomunikasi dengan William, tapi hanya dengan telepati saja."
Squidwored mengangguk setuju dengan usulan Sponsored. Mereka berdua memang sudah seharusnya melakukannya dengan sangat hati-hati, karena jika sampai ketahuan maka itu tidak hanya berdampak pada William saja, tapi pada mereka berdua dalam perjalanan upaya untuk penyempurnaan reinkarnasi.
__ADS_1
"Hai William, jangan khawatir. Saya dan Sponsored ada di sini untuk membantumu. Pertama-tama, mari kita bicarakan apa yang membuatmu merasa gugup?" tanya Squidwored dengan bahasa hati.
William yang tadi bingung dan tidak bisa bergerak maju saat sesi pertama, mendengar pertanyaan yang diajukan oleh Squidwored. Tapi tak lama kemudian, dia play mengerti bagaimana caranya berkomunikasi dengan kedua temannya itu.
"Saya merasa tidak cukup pandai dan takut membuat kesalahan. Saya takut orang lain akan menertawakan saya jika saya melakukan kesalahan."
Sponsored menyahuti dengan cepat. "William, jangan khawatir tentang membuat kesalahan. Bahkan seorang penyihir profesional sekalipun masih sering membuat kesalahan. Yang penting adalah bagaimana bisa belajar dari kesalahan tersebut dan terus berkembang."
Squidwored ikut-ikutan menimpali. "Benar, dan mengenai takut orang lain menertawakan mu, cobalah untuk memikirkan bahwa kompetisi mantra ini adalah kesempatanmu untuk belajar dan meningkatkan kekuatan dan kemampuanmu. Jangan fokus pada opini orang lain, tapi fokuslah pada dirimu sendiri dan bagaimana kamu bisa melakukan yang terbaik."
Mendengar perkataan kedua temannya, William juga mengucapkan terima kasih.
"Terima kasih, kalian berdua sangat membantuku. Saya merasa lebih percaya diri sekarang. Tapi, mantra apa yang bisa aku ucapkan agar kakiku ini bisa berjalan ke depan?"
"Orhamaghu!"
Sponsored mengucapkan mantra yang dipertanyakan William. Tentu saja, William patuh dan mengucapkannya kembali sehingga dia bisa merasa ringan saat berjalan menuju panggung untuk menunjukkan kemampuannya.
Squidwored tersenyum tipis melihat bagaimana Wiliam yang sudah merasa percaya diri dan melalui kompetisi sesi pertama dengan sangat baik.
Dan kini, di saat kompetisi masuk ke babak kedua Anthoni justru melakukan kesalahan yang fatal.
***
"Sepertinya mantra William jauh lebih sempurna dan mendekati perbaikan yang sangat bagus." sir Plangtoon memberikan penilaiannya terhadap mantra baru William.
Guru Juri berkata pada sir Plangtoon. "Saya setuju, sir Plangtoon. William memang mengembangkan mantra yang sangat baik dan berhasil menunjukkan kemampuan menghidupkan kembali mayat-mayat dengan baik. Namun, saya juga sangat terkesan dengan kemampuan Anthoni pada sesi pertama, dalam menggunakan teknologi terbaru dan menghidupkan kembali mayat-mayat dengan cepat dan efektif."
Plangtoon tersenyum kecut mendengar juri tersebut memuji Anthoni. Tapi dia juga mengakui keahlian Anthoni. "Ya, Anthoni juga menunjukkan kemampuan yang luar biasa dalam hal itu. Saya percaya dua peserta ini memang layak untuk memenangkan perlombaan ini di awal tadi. Tapi pada sesi kedua, aku tidak bisa memaafkan apa yang dilakukan oleh Anthoni."
__ADS_1