The Royal Bloodline

The Royal Bloodline
Siap Berperang


__ADS_3

Melihat William meronta-ronta dalam kesakitan, Putri Nania merasakan kekuasaannya dan keunggulannya yang memenuhi hatinya. Dia merasa terpuaskan dengan penderitaan yang dia berikan kepada William, menganggapnya sebagai balas dendam yang pantas atas segala hal yang membuatnya merasa terancam dan sakit hati.


Setiap teriakan dan ratapan kesakitan yang keluar dari mulut William adalah musik yang merdu bagi telinga Putri Nania yang jahat.


"Setiap serangan mantra sihirku, tiap kali kalian menjerit, memberiku kepuasan yang tiada tara!"


"Tangisan kesakitanmu adalah musik bagiku, William! Aku menikmati melihatmu jatuh dan hancur!"


Begitu juga ketika Rose merintih dan berjuang untuk bertahan dalam siksaan yang dihasilkan oleh mantra sihirnya, Putri Nania menikmati melihat perjuangannya yang sia-sia. Puas dengan perasaan bahwa dia berhasil meremukkan semangat dan keberanian gadis itu, Putri Nania menunjukkan senyum kepuasan di wajahnya yang jahat.


Baginya, membuat Rose merasa hancur dan menderita adalah bukti bahwa dia adalah penguasa yang tak terkalahkan.


"Hahaha! Lihatlah kalian berdua, merintih dalam penderitaan! Rasa sakit itu sangat memuaskan bagi diriku!"


"Kalian berpikir bisa melawan kekuatanku? Lihatlah sekarang, kalian hanyalah tahanan yang tak berdaya! Hahaha..."


Putri Nania merasakan kegembiraan di hatinya ketika melihat William dan Rose dalam keadaan lemah dan rapuh. Bagi Putri Nania, mereka hanyalah pion-pion yang bisa dia mainkan sesuka hatinya. Rasa puas dan kepuasan mendalam meluap dalam dirinya saat dia menyadari betapa dia mampu memaksimalkan rasa sakit dan penderitaan mereka dengan mantra sihirnya yang kejam.


"Rose, perjuanganmu sia-sia! Bagiku, melihatmu hancur adalah hadiah yang luar biasa! Hahaha..."


"Kalian pikir bisa melawan kekuasaan ku dan kekuatan yang aku miliki? Kalian hanya menyediakan hiburan untukku dengan penderitaan kalian! Hahaha... ini mengasyikkan!"


Dalam hati Putri Nania, penderitaan dan kesengsaraan William dan Rose adalah kekalahan mereka yang tak terbantahkan. Dia merasa berkuasa atas mereka, seolah-olah memiliki kehidupan mereka di tangan dan mengendalikannya dengan kekejaman yang tak terbayangkan.


"Kekuatan mantra sihirku tak tertandingi. Kalian berdua hanya korban yang pantas menerima siksaan ini tanpa aku cari, karena kalian datang dengan sendirinya ke sini!"

__ADS_1


"Kalian ingin melawan? Lihatlah betapa rendahnya kalian dibandingkan dengan kekuatanku! Kalian berdua bukan tandingan ku. Hahaha..."


Melihat mereka berdua jatuh dan merasa hancur memberikan kepuasan yang tak tergantikan bagi Putri Nania, meyakinkan dirinya bahwa dia adalah pemimpin yang tak tergantikan dan tak terhentikan atas kekuasaan dan kekuatan yang dia miliki.


"Penderitaan kalian hanyalah bukti kelemahan dan kekalahan kalian. Aku menikmati setiap momen ini! Kalian tahu itu, bukan?"


"Hari ini, aku merasa puas melihat kalian terkulai lemah. Kalian takkan pernah bisa mengalahkan aku! Putri Nania, hahaha..."


Putri Nania terus tertawa-tawa senang dengan melihat bagaimana keadaan William dan Rose yang tersiksa. Namun, tanpa disadari oleh Putri Nania, keberanian dan ketahanan William dan Rose hanya semakin memperkuat tekad mereka untuk melawan. Meskipun mereka merasakan rasa sakit yang tak tertahankan, mereka tetap mempertahankan semangat dan keyakinan bahwa kebaikan akan menang atas kejahatan.


***


Di lain tempat, raja Shawighuno telah bersiap untuk menyerang kerajaan Couthel dengan segala kekuatan dan persiapan yang sudah matang. Dia ingin membuat perhitungan dengan putri Nania akibat keserakahan dari penguasa kerajaan Couthel tersebut. Apalagi dengan penahanan William dan Rose yang membuat raja Shawighuno dan teman-temannya Willian merasa marah.


"Untuk semuanya, saatnya kita melakukan apa yang benar. Kejahatan Putri Nania harus diakhiri dan keadilan harus ditegakkan. Bersiaplah untuk pertempuran yang akan menantang kita di depan nanti," terang raja Shawighuno dengan tegas.


Sponsored mengangguk mengiyakan. "Tepat sekali, Raja Shawighuno. Kami siap melawan tirani dan membantu William serta Rose. Mereka telah menderita di tangan Putri Nania yang sangat kejam!"


Squidwored juga ikut geram saat ingat dengan keadaan William. "Benar sekali. Kekuatan kita bersatu akan menjadi ancaman bagi kerajaan Couthel. Mari kita bergerak maju dan menyelesaikan ini dengan baik."


Reimon dan semua yang hadir mengangguk setuju. Mereka akan segera membalas kekejaman Putri Nania dan raja iblis yang diktator tanpa mengenal belas kasih.


"Kawan-kawan, saya berterima kasih atas keberanian dan kesetiaan kalian. Ingatlah, kita tidak hanya berperang untuk William dan Rose, tetapi juga untuk keadilan dan kebebasan." Raja Shawighuno menegaskan.


"Tepat sekali, Raja Shawighuno. Kita harus memastikan bahwa tirani tidak lagi menguasai kerajaan Couthel. Kebebasan adalah hak setiap individu."

__ADS_1


"Mari kita berbicara sedikit tentang strategi kita. Kita harus menggunakan kekuatan dan kemampuan kita dengan bijaksana. Saya punya beberapa rencana yang mungkin bisa kita gunakan."


Yang lain ikut berbicara dan merancang segala sesuatu yang mereka butuhkan untuk perang melawan kerajaan Couthel.


"Bagus, Panglima kerajaan. Saya tahu kamu adalah taktikus yang ulung. Kita harus bisa memanfaatkan setiap kelemahan mereka dan menyerang dengan cerdas." Raja Shawighuno memuji Panglima kerajaannya.


"Tapi ingat juga, kita harus menjaga keamanan William dan Rose selama pertempuran. Mereka adalah sumber inspirasi bagi kita semua, dan kita tidak boleh membiarkan mereka terluka."


"Benar sekali. William dan Rose adalah simbol perlawanan dan keberanian. Kita akan melindungi mereka berdua dengan segala yang kita punya."


"Dan jangan lupa, kita juga harus tetap waspada terhadap pengkhianat dan spion. Putri Nania pasti memiliki mata-mata di kerajaan kita. Kita harus melacak mereka secepatnya!" Ucap Squidwored waspada.


"Kamu benar, Squidwored. Kita tidak boleh mengabaikan ancaman dari dalam. Ketelitian dan kehati-hatian akan menjadi kunci kesuksesan kita." Kini Reimon setuju dengan pernyataan yang diucapkan oleh Squidwored.


"Saya yakin, Raja Shawighuno. Dengan keberanian dan kekuatan kita yang bersatu, kita akan mengakhiri tirani dan membawa keadilan kepada rakyat Couthel."


Raja Shawighuno mengangguk setuju. "Mari kita berangkat sekarang. Perjalanan ini akan berat, tetapi kita bertekad untuk mengubah takdir yang kejam ini. Bersiaplah, teman-teman. Perang menanti kita!" seru raja Shawighuno bakar semangat semuanya.


Dengan semangat dan tekad yang tinggi, Raja Shawighuno, Sponsored, dan Squidwored serta yang lainnya segera berangkat menuju ke kerajaan Couthel.


Semua prajurit yang datang dari kerajaan lain, yang ikut bergabung dengan kerajaan Bhojong Noghoro, kerajaan milik raja Shawighuno, telah menambah kekuatan untuk perang kali ini. Perang besar akan segera datang untuk menghancurkan kekuasaan putri Nania yang kejam dan diktator di kerajaan Couthel.


"Untuk semua prajurit-prajurit yang telah bergabung, mari kita niatkan perang ini untuk sebuah perjuangan yang dilakukan untuk keadilan dan kebenaran serta kesejahteraan untuk semuanya! Kobarkan semangat dan cinta akan kebebasan dan kemerdekaan!"


Raja Shawighuno mengucapkan beberapa kata untuk membakar semangat para prajurit yang ikut berperang melawan kerajaan Couthel. Dia ingin segera mengakhiri masa kelam dan kejam yang diciptakan oleh putri Nania bersama dengan raja Iblis.

__ADS_1


__ADS_2