
Sepi, hening, rindu, itu yang mei rasakan saat ini, setelah kejadian 2tahun lalu kebersamaan mei dengan ketiga sahabatnya sirna begitu saja, tidak ada lagi canda tawa, kebersamaan, hanya ada kenangan yang berakhir luka
untuk menghilangkan rasa rindunya, dia memutuskan untuk berjalan jalan seorang diri, dia melajukan mobilnya tanpa arah tujuan, sampai dia melihat sebuah taman, dan memutuskan untuk menepikan mobilnya
dia buka kaca mobilnya dan dia pandangi area taman tersebut, terbesit kenangan kenangan bersama sahabat sahabatnya, dan saat pandangannya mengarah ke kursi taman tersebut , dia melihat seseorang yang sangat dia kenal
"bian, bersama dita lo bisa sebahagia itu, entah kapan terakhir gue liat lo tertawa selepas itu"
"jika ada kata yang lebih sempurna dari kata maaf, gue mau katakan itu , gue rindu kalian"
tanpa terasa air mata mei jatuh begitu saja, dan dia pun melajukan lagi mobilnya meninggalkan taman tersebut.
"pulang yuk dit"
" yaudah ayo"
karena hari semakin sore dita dan bian pun meninggalkan taman tersebut,saat keduanya sudah naik ke atas motor, tanpa disuruh dita memeluknya dan menyandarkan kepalanya di punggung bian
"nyaman"
"hah kenapa dit?
"ahh engga, ga apakan gue pegangan lo"
"iya"
__ADS_1
"bi "
"hemm, kenapa dit? jawaban bian dengan nada lembutnya, mampu membuat dita tersipu
"kita itu apa ya, sudah 5 bulan kita dekat, sudah mau lulus sekolah juga, lo ga mau apa bikin komitmen" dita langsung to the point saja dengan apa yang dia rasakan
"kita langsung pulang ya" jawab bian cuek
Bian langsung melajukan motornya untuk menghindari pertanyaan dita, merasa tidak mendapat jawaban, dita pun melepaskan pelukannya, di sepanjang jalan tidak ada yang memulai obrolan, hanya ada sepi
saat sampai di depan rumah dita, dita langsung turun begitu saja, tanpa berkata sepatah kata pun, bian hanya menatap sendu punggung dita
"isss dia sama sekali ga manggil gue"gerutu dita
karena kesal dita terus saja berjalan masuk, tanpa menoleh sediktpun
trauma yang bian rasakan masih saja menghantuinya, ucapan dita , mengingatkan dia pada ucapan mei dua tahun lalu
"gue tau rio tertarik sama lo, sejauh apapun keadaan gue dengan rio sekarang, dia tetap sahabat"
Saat memasuki kelasnya, dita melihat bian memperhatikanya ,tapi dia seolah acuh, pura pura tidak melihatnya,
dita sengaja mendiamkan bian, hanya ingin tau apa reaksi bian, bukannya mendekati dita, bian malah terlihat biasa saja, seperti tidak ada niat untuk menjawab pertanyaan dita kemarin
"kantin dulu yu" ajak bara
__ADS_1
"hayuuu "jawab yang lain, kecuali dita dan bian yang hanya diam
"ayo dit" ajak sinta
"kalian duluan aja deh"
"lo berdua kenapa, kok kaya diem dieman gitu" tebak bara
"engga, udah sono, nanti gue nyusul" jawab dita,
mereka pun pergi, hanya tertinggal bian dan dita disana , dita berharap bian menjelaskan atas pertanyaan dia kemarin, tapi nyatanya bian hanya sibuk dengan bukunya, sampai tiba tiba rio mendekati dita
"hyy dit" sapa rio
" ehh rio"
"ngapain sih, bengong aja, yang lain kemana ini?
"ahh engga, pada ke kantin noh"
"lo tumben ga ikut"
"lagi ga laper aja"
"ohh, ke taman belakang sekolah yu"
__ADS_1
"boleh, suntuk juga gue disini"
rio dan dita pun pergi meninggalkan kelas untuk ke taman belakang, menyisakan bian seorang diri di sana, bian berusaha untuk tidak terusik dengan keadaan rio dan dita