
Pagi ini dita sudah berada dirumah sakit, semalem dita pulang ke apartemennya, atas permintaan bian, karena disana sudah ada albi yang menemani
Dan hari ini, dia bergantian dengan Albi, sebenarnya albi sudah memintanya untuk ke kantor saja, tapi dita tetap ingin menemani bian, dan akhirnya albi yang mengalah untuk ke apartemen mengambil keperluannya dan keperluan bian
"Hay, pagi" sapa dita
"Eh sudah datang dia" jawab albi, sedangkan bian tersenyum menyambutnya
"Nih aku bawa sarapan, Kita makan dulu" Ajak dita
"Aku langsung cabut dit, kamu sarapan sama bian saja" jawab Albi
"Tapikan dia ,makan sarapan dari rumah sakit"
"Ga apa, aku makan yang kamu bawa saja, makanan disini ga enak" Jawab bian
"Iya lah, kan makanan sehat, yaudah gue cabut ya, dahh" seru Albi
"Iya ,hati hati al" jawab Dita
Dita segera menyiapkan sarapannya dimeja,
"Kamu bisa kan, kalo kita sarapannya di sofa" tanya dita
"Bisa dong" bian segera beranjak dari tempat tidurnya, dan dita menghampirinya untuk membantu
Mereka pun menikmati sarapan yang di beli dita tadi
"Aku bahagia dit" Seru bian
"Kenapa?"
"Kamu sudah bisa bersikap kaya dulu lagi"
__ADS_1
"Hemmmm, Sarapan dulu, jangan ngomong terus"
.
.
.
"Kamu ga kerja dit" tanya bian
"Nanti siang paling aku ke kantor"
"Bos mah bebas ya" ledek bian
"Apaan sih kamu"
"Kamu hebat loh, di usia segini, sudah bisa jadi ceo muda, Pasti banyak cowok yang ngejar ngejar"
"Terus bagaimana dengan Aditya pratama seorang pengusaha muda, dan Nino fernandes seorang produser muda"
Uhuk uhuk
"Kamu kenal mereka?" gugup dita
"Engga kenal, tapi tau, kamu pernah menjalin hubungan dengan mereka, Sejauh mana hubungannya?"
"Kepo kamu ya"
"Tapi masih ganteng aku sih" dengan percaya dirinya ,bian membanggakan diri sendiri
"Ishh narsis banget ya kamu"
Bian meraih tangan dita, dan menggenggamnya
__ADS_1
"Dita, Aku serius dengan perkataanku tempo lalu, Aku ingin melamarmu, membawamu bertemu dengan papah mamahku, Aku harus segera melanjutkan perusahaan papah, Aku meminta waktu kepada mereka, untuk menyelesaikan dulu urusanku disini, setelahnya baru aku akan kembali, dan menuruti permintaan mereka"
"Urusan apa yang kamu maksud bi ?"
"Ya ini, melamar kamu, Aku sengaja menerima pekerjaan ini, karena hanya dengan pekerjaan ini, aku bisa dekat dengan kamu"
"Tapi bi"
"Kenapa, kamu masih ragu, atau ada pria lain?"
"Beri aku waktu ya"
"Pasti, berapapun waktu yang kamu butuhkan, aku akan menunggu" Bian mengecup lengan dita dan dita hanya tersenyum
Hari sudah mulai siang, dan dita harus segera ke kantor, tapi Albi masih tak kunjung datang untuk bergantian
"Tidak apa dit, kamu ke kantor saja, aku ga apa sendiri, nanti juga albi datang"
"Kamu yakin?
"Iya"
"Ya sudah, nanti aku akan menelepon albi, agar segera datang, aku kekantor dulu ya, kemungkinan besok sore aku baru bisa kesini lagi, karena besok pagi, aku ada meeting penting"
"Iya ibu bos yang super sibuk"
"Ya sudah, aku pergi"
"Hati hati di jalan"
Dita pun segera meninggalkan rumah sakit, karena memang banyak perkerjaan kantor yang harus dia kerjakan, di sepanjang perjalanan ,dia masih merenungkan perkataan bian tadi.
Di satu sisi dia senang dilamar oleh bian, tapi di sisi lain dia masih bimbang dengan perasaannya, dia masih takut akan di tinggalkan lagi, karena perasaan yang terlalu dalam, membuat dia takut akan rasa sakit
__ADS_1