Titik Temu

Titik Temu
Hujan lagi


__ADS_3

"Eh ga usah bi"


"ga apa dit, pake aja lo keliatan kedinginan banget"


"hemmm terimakasih ya"


deg deg, hadeuh ya ampun ,bian kalo begini bikin gue meleleh beneran, asli deh


"dit gue boleh nanya"


"nanya apa?


"lo suka sama rio?


"hemmm suka ga ya?


"lahhh katanya,


"di sekolah cewek mana sih yang ga suka sama rio"


"termasuk lo gitu"


"suka aja kalo lagi sama rio, walaupun belum ada feel, tapi gue suka kalo lagi ngobrol sama dia, anaknya asik, ada aja bahan obrolan kalo sama dia, kenapa emang lo nanya begitu?


"ahh engga penasaran aja"


"hahhhh penasaran, seorang bian yang super dingin dan cuek ini, bisa penasaran dengan orang sekitarnya?ga salah dengarkan ini gue,


" apaan sih"


"maaf maaf, becanda gitu aja marah" ledek dita sambil mencolek pipi bian


Bian pun tersenyum, senyum yang jarang sekali iya tunjukin

__ADS_1


ohh my god ,baru liat bian senyum begini, ya ampun jadi pengen, pengen milikin,


"dit dit ditaaa, hey malah bengong" teriak bian


"ehh iya ngapain sih lu teriak" karena terpesonanya dengan senyuman bian, malah membuat dita bengong asik dengan pemikirannya sendiri


"lagian malah bengong, hujan udah reda noh, hayoo pulang"


"oh iyaa ayok dah"


Mereka pun melanjutkan perjalanan yang tertunda karena hujan tadi,dan bianpun mengantarkan dita, tepat sampai depan gerbang rumahnya


"mampir dulu bi"


"gausah, udah sore"


"yaudah, terimakasih bi ,hati hati di jalan"


Dita pun masuk ke dalam rumah dengan senyum senyum sendiri, seperti orang gila memang dia, ya namanya juga ABG yang sedang kasmaran


"ohh iya, assallamuallaikum mamah"


"wallaikumsalam, gitu dong, masuk rumah malah senyum senyum sendiri, kenapa hayooo"


"ah engga, siapa juga yang senyum senyum sih mah"


"lah itu tadi, terus pakai jaket siapa itu kamu?


"hah iyaa ini jaketnya, jaket temen aku mah, yaudah aku ke kamar dulu ya, mau bersih bersih"


hadehh jaket bian malah lupa dibalikin lagi, mana tadi diluar masih gerimis, kasian juga dia, kena gerimis mana ga pake jaket, gue chat dia aja lah


"bi udah sampe rumah?

__ADS_1


"udah dit".


"maaf jaketnya lupa, mana tadi masih gerimis lagi ya"


"gpp, gue kuat" hahaha


"iya deh yang kuat, gue cuci dulu ya, besok gue balikin"


"oke"


chat mereka pun berakhir, karena perutnya merasa lapar, dita pun keluar dari kamarnya, untuk menikmati makanan terenak buatan si mamah, di meja makan sudah ada mamah dan papahnya yang bersiap untuk makan juga,


"papah tau ga, tadi ada yang pulang di anterin temen cowoknya, terus masuk rumah jadi senyum senyum sendiri gitu pah"


"masa si mah, cowoknya ganteng?


"kata mang diman sih ganteng" mang diman satpam dirumah dita


"apaan sih mah, mulai deh gosip terus" saut dita karena merasa dirinya yang sedang di bicarakan mamah dan papahnya


"neng punya pacar? tanya papah


"temen pah"


"pacar juga gpp neng, tapi kenalin sama papah"


"maunya sih pacar, tapi susah"


"masa sih, ada cowok yang nolak pesona putri papah yang cantik ini" gombal si papah


"hemmm tau deh, mungkin dia ga suka cewek" hahahaha canda dita


"husss sudah sudah, makan dulu yu, jangan ngobrol terus " ajak si mamah

__ADS_1


menjadi putri tunggal di keluarganya, membuat dita sangat di sayangi kedua orangtuanya, apapun yang di lakukan dita, kedua orangtuanya selalu bertanya, agar dita menjadi terbuka pada orangtuanya, mereka menjadi orangtua sekaligus sahabat untuk anaknya


__ADS_2