
Bel pulang pun berbunyi, seperti yang di janjikan kemarin, 4 remeja tersebut berkumpul disalah satu cafe yang tidak jauh dari sekolah mereka untuk mendiskusikan tugas kelompok mereka,
dengan di temani minuman dingin dan sedikit cemilan , mereka mendiskusikan tugas mereka, bian yang terlihat sangat acuh, sangat menarik perhatian dita
lain halnya dengan bian yang sangat dingin, justru rio lebih banyak bicara dan bercanda, dan rio lah yang mencairkan susana diantara mereka,
hingga waktu menunjukan pukul 3, mereka memutuskan untuk mengakhiri diskusinya ,
"Dit kamu pulang sama siapa?" tanya rio
"Sendiri, ini mau pesan taksi online, kebetulan lagi ga bawa mobil"
"ohh, baru aku aja yu, kebetulan rumah kita kan searah"
"bener nih, ga ngerepotin?
"ahh santai,, hayuu"
"oke deh"
kapan lagi bisa dianter cowok gantengkan, jago basket lagi,
"bian, mei, kita duluan ya"
"oke" jawab mei
sedangkan bian, hanya memasang wajah dinginnya, padahal obrolan mereka tidak luput dari perhatian bian, hanya saja dia pura pura acuh,
dasar cowok aneh, jadi orang tuh jawab apa kek, ini muka datar banget, hishh ngapain sih lagi mikirin si kulkas itu
setelah rio dan dita pamit, menyisakan kecanggungan di antara mei dan bian, sampai akhirnya mei mencoba membuka pembicaraan,
"bian aku"
"gue duluan"
Tanpa banyak kata, bian langsung berdiri meninggalkannya, mei hanya bisa menghela nafas dan melihat punggung bian yang sudah menjauh,
Beda halnya dengan rio dan dita, disepanjang perjalanan mereka terlihat asik bercanda ,
"mau langsung pulang dit?"
"iya lah sudah sore ini , ibu pasti marah jika pulang terlalu telat"
"ohh oke baiklah nyonya"
"terimakasih tuan" jawab dita membalas candaan rio
__ADS_1
"eh ri, gue denger lu satu SMP sama bian, apa dia memang sedingin itu orangnya"
"entahlah, gue tidak sedekat itu dengan bian"
"oh gitu"
Dengan mengendarai motornya, bian menikmati jalanan yang sedikit macet, hatinya sedikit terganggu dengan kedekatan rio dan dita
hisshh kenapa pula, dita mau aja di anterin rio, dasar cewek gatel, ishh ngapain juga aku tuh mikirin cewek gatel kaya dia,
keesokan paginya, dita siap siap untuk berangkat sekolah, sebelum berangkat, seperti biasa dia harus sarapan pagi bersama papah dan mamahnya, karena dikeluarga dita mengharuskan untuk sarapan bersama, karena dengen begitu mereka bisa berkumpul di tengah tengah kesibukan masing masing,
"mah pah dita berangkat dulu ya"
"iya sayang, hati hati dijalan"
dita pun menyalami kedua tangan orangtuanya dengan takjim
seperti biasa, dita mengendarai mobilnya untuk berangkat sekolah, hingga di tengah jalan yang lumayan sepi, mobilnya tiba" mogok,
"aduh kenapa lagi nih mobil, perasaan baru minggu lalu nyuruh mang tatang buat service ini mobil, haduh nelpon siapa nih gue"
saat dita kebingungan dengan mobilnya, tiba tiba ada seseorang dengan motornya berhenti tepat di depan mobilnya,,
bian
"kenapa mobil lu?"
"udah telepon bengkel atau orang rumah"
"belum nih"
" oh yaudah, tunggu sebentar biar gue telepon bengkel langganan gue, biar dia derek mobil lu kebengkelnya"
bianpun langsung mengeluarkan handphonenya, untuk menelpon bengkel langganannya, setelah selesai menelpon, bian pun kembali menghampiri dita
"gue udah nelpon mamang bengkel langganan gue, nanti dia derek mobil lu"
"jalanan disini sepi, ga ada angkutan umum, mending lu bareng gue ,sebentar lagi juga sudah bel masuk"
dita pun melihat jam yang melingkar di tangannya, dan ya memang 15 menit lagi bel masuk berbunyi, akhir tanpa banyak bicara, dita langsung mengiyakan ajakan bian,
"yaudah ayo"
"ayo, pegangan nanti jatuh lu, gue yang repot"
"iya iya bian"
__ADS_1
hadehh kenapa jadi degdegan gini sih di boncengin bian, perasaan kemaren naik motor sama rio, gue ga segerogi ini
setelah menempuh perjalanan 10 menit, akhirnya bian dan dita sampai kesekolah dengan selamat
"terimakasih bian"
"iya"
ishh seperti biasa, mode dinginnya mulai, cowok aneh
setelah dita pergi , bian pun menarik nafas panjang, karena sebenarnya dia pun tak kalah geroginya seperti dita,
kenapa gue jadi degdegan gini ya, apa gara gara boncengin dita , ah ga mungkin sih
bel istirahat pun berbunyi, dita pun sudah merasa perutnya keroncongan
"hayuu gaes kekantin" ajak sinta
"oke hayu atuh" jawab maya
"bara, ayu ikut sekalian kita makan di kantin yu" ajak sinta
karena sinta dan bara memang dekat, dia pun tanpa sungkan mengajaknya,
" ayo bi ikut" ajak bara
belum bian menjawab tapi tangannya sudah ditarik oleh bara,
ya hanya bara yang berani melakukan itu kepada cowok sedingin bian, karena memang hanya bara satu satunya teman yang dekat dengan bian
setibanya di kantin, mereka langsung memesan pesanan sesuai keinginan masing masing, ada yang pesan nasi goreng , bakso, siomay dan yang lainnya (hehehe, seblakna poho euy)
mereka pun langsung duduk di kursi kosong yang tersedia di kantin tersebut
" gimana, tugas kelompok lu dit bi, mau bikin apa?"tanya bara, karena memang sinta maya dan luna 1 kelompok dengan dia, hanya dita dan bian yang beda
"rahasia" jawab dita dan bian kompak"
"ceilahh kompak amat nih, ehemm" ledek maya
sinta luna dan bara pun, menertawakan kekompakan mereka, karena jarang jarang, bian bisa sekompak itu dengan dita
" lebay ,biasa aja" dingin bian
mereka berempat pun spontan menutup mulut, karena ekspresi dingin bian
setelah menunggu beberapa menit ,pesanan mereka pun jadi, dita yang memesan bakso, sudah tak sabar mencicipi bakso buatan ibu kantin, karena wanginya saja sudah tercium enak,sampai suatu tragedi terjadi
__ADS_1
eitss, prrraaaanggg
"aaaaaaaaa" teriak dita