
Setelah mendengar alunan lagu yang di bawakan bian, rasanya sangat menyesakkan untuk dita, rasa rindu dan benci bercampur menjadi satu
Sejujurnya dia sangat merindukan sosok bian, tapi di sisi lain dia juga membenci bian, karena sikapnya saat itu, menurutnya bian terlalu egois, hanya memikirkan perasaanya sendiri
Dia pun memilih untuk ketoilet bermaksud untuk menghindar dari keramaian, karena untuk saat ini dia sungguh tidak mengerti ,harus bersikap seperti apa
Saat tiba di toilet, air matanya jatuh begitu saja, sekuat hati dia menahan agar tidak menangis, tapi ternyata jatuh juga
"ishhh ngapain juga sih gue nangis segala" dita berbicara sendiri di depan cermin toilet, sambil sesekali dia menyeka air matanya
Setelah merasa sedikit tenang, dia pun berniat untuk bergabung kembali dengan teman temannya, dan saat dia keluar dari toilet ternyata ada seseorang yang menunggunya di samping pintu toilet
"hay dit" Sapa bian, yang sendari tadi menunggu dita keluar dari toilet
"Hemmm"
"Maaf ya, kalau tadi buat kamu terkejut"
"iya" dita pun hendak meninggalkan bian, tapi dengan cepat bian langsung menarik lengan dita, dan grep, .
bian langsung memeluk dita begitu saja, dia ingin menumpahkan rasa rindunya selama ini, Karena dari dulu hingga sekarang hanya dita yang mengisi hatinya, bahkan tidak pernah sekalipun dia berpacaran dengan wanita lain
Dita ingin memberontak dengan sikap bian, tapi entah kenapa tubuhnya enggan menjauh dari bian, sekejap dia merasakan ada kenyamanan berada dalam pelukan bian, sampai pikirannya pun tersadar
bughh
__ADS_1
Dia mendorong bian, agar bian melepaskan pelukannya
"Jangan bersikap, seolah tidak terjadi apa apa, dan satu lagi aku tidak mengizinkan kamu menyentuh ku,paham" setelah mengucapkan itu, dita pergi meninggalkan bian
Melihat dita semarah itu, bian tidak mampu berkata apa apa, dia hanya menatap punggung dita , dan kemudian menyusulnya untuk bergabung dengan teman temannya
" Dari mana bi, habis nyanyi langsung ngilang aja" tanya albi, yang sedari tadi celingukan mencari bian
"Dari toilet, kebelet tadi"
" Lo ya, main tinggalin gue aja, udah tau gue kesini aja karena di ajak lo, gue kan ga kenal sama orang orang disini" gerutu albi
" iya maaf, kebelet banget tadi gue"
Sebelum mereka pulang, mereka menyapa sinta terlebih dahulu,
"Sin kita pamit, selamat bermanja manja pengantin baru" ledek dita
"iya dong, udah punya teman tidur" sinta pun membalas ledekan dita
"ishh pamer" awalnya dita yang meledek, malah dia sendiri yang jengkel
Melihat dita menjadi jengkel, membuat sinta maya dan luna malah menertawakannya
"Sabar ya mblooo" ledek maya
__ADS_1
"aduh jadi gue yang kena, udah ah bubar bubar"
Ada bian juga yang datang menghampiri bara, dan bermaksud untuk pamit pulang,
"Bro selamat ya, akhirnya" ucap bian
"Terimakasih bro, udah jauh jauh dateng kesini"
"iya sama sama, emang sudah waktunya pulang juga"
"Jadi lo, sudah stay disini?"
"Belum tau sih, ya gimana nanti aja kedepannya"
"Terus ,itu gimana" bara memberikan kode menunjuk ke arah dita, dan bian pun paham itu
"ga tau, doain aja bro, gue pamit ya"
"semangat bro, hati hati dijalannya bro"
"oke thanks" bian pun berlalu sambil melambaikan tangannya
Dari jauh, dia melihat dita yang sedang berbincang dengan albi, sesekali dia bisa melihat dita tersenyum pada albi di sela sela obrolan mereka,
tidak bisa di pungkiri, melihat ke akraban albi dan dita membuat hatinya sedikit terusik.
__ADS_1