Titik Temu

Titik Temu
musyawarah


__ADS_3

Musyawarah merupakan jalan yang dipilih untuk menyelesaikan suatu permasalahan dengan cara baik-baik. Aretha pikir, pembicaraan serius itu akan dilakukan dirumahnya ataupun di rumah Azka. Setidaknya ruangan tertutup yang tidak akan memberikan kesempatan pada pihak lain untuk tahu, apalagi ikut campur. Namun ternyata dugaannya salah, dibandingkan memilih rumah yang tertutup, pertemuan ini justru berlangsung di salah satu restoran di Bandung, lebih tepatnya pada lantai dua restoran. Dimana, seluruh lantai dua telah disewa dan tidak ada yang bisa masuk kesana.


Tidak hanya tempatnya yang membuat Aretha terkejut, namun juga kehadiran Umi dan Abi, dan lagi kehadiran bunda dan om Radi, semakin menambah keterkejutan Aretha. Dia pikir, kedua orang itu tidak akan menampakkan dirinya lagi, setelah pertengkaran semalam. Tapi ternyata, atas bujukan Umi dan Abi, akhirnya Oma dan Opa mengalah. Katanya bunda dan Om Radi memiliki hak yang sama, bahkan mereka memiliki hak lebih untuk merawat Aretha, dibandingkan Oma dan Opa yang tidak memilki ikatan darah apapun. Ataupun ayah Bani, karena Aretha bukanlah puteri kandung dari ayahnya itu.


"Semuanya telah berkumpul, mari musyawarah ini kita mulai. Aretha,, pertemuan kita disini untuk membicarakan perihal masa depan kamu, dan dimana selanjutnya kamu akan tinggal. Tentu saja keputusan yang kamu pilih, harus berdasarkan keinginan kamu sendiri. Tidak ada paksaan dan bagi kalian semua, kalian harus menerima apapun yang menjadi keinginan serta pilihan dari Aretha" ujar Abi memulai musyawarah.


"Yang pertama, Oma dan Opa menginginkan kamu untuk tinggal bersama mereka di German dan melanjutkan pendidikan kamu disana. Lalu, Rama menginginkan kamu untuk tinggal di Balik Papan, bersama dengan dia dan istrinya, melanjutkan pendidikan kamu disana serta belajar di Pesantren sebagaimana keinginan kamu. Dan Bani-ayah kamu menginginkan kamu untuk tinggal di Yogjakarta bersama dengan istrinya dan melanjutkan pendidikan kamu disana. Dan ini, seperti yang kamu tahu, mereka berdua adalah orang tua kandungmu, mereka mengingkan kamu untuk ikut bersama mereka, dan tinggal bersama-sama mereka serta adik kamu di Tangerang. Bisa dibilang, mereka ingin menebus kesalahan mereka dimasa lalu" ucap Abi menjelaskan tujuan dari pertemuan ini.


"Aretha umur kamu sekarang sudah 18 tahun, kamu sudah memiliki hak untuk menentukan hidup kamu sendiri. Tanpa paksaan atau apapun, kamu berhak memilih untuk tinggal bersama siapa setelah ini?" ujar Opa selanjutnya.


"Aku...."

__ADS_1


Cukup ragu Aretha mengatakan apa keinginannya, karena dia pun tidak pernah memikirkan hal ini. Selama ini, dia berpikir untuk menetap di tanah kelahirannya di Bandung bersama dengan Azka. Mengejar mimpi serta cita-citanya di tanah Sunda. Namun, setelah kepergian Azka, Aretha seperti lupa arah dan bingung harus melanjutkan hidupnya dengan seperti apa.


Tidak bohong jika Aretha merasa bahagia dengan segala cinta yang diberikan padanya, dimasa lalu, bahkan tidak ada seorang pun yang ingin tinggal bersamanya. Dimasa lalu dia dibuang begitu saja, dan hanya ada Azka yang senantiasa berada disisinya.


Jadi, saat ini, dia terlalu bingung dengan keadaannya. Dia bingung harus menanggapi seperti apa perasaan kasih sayang yang berlebihan ini. Apakah dia pantas? Apakah dia pantas mendapatkan semua ini? Padahal Azka pergi tanpa sempat mendapatkan cinta dari ayah kandungnya, om-Radi. Begitu pun kak Rama yang akan kembali ke Balik Papan, tanpa sempat mendapatkan cinta dan kasih sayang dari bunda. Pantaskah dia mendapatkan semua ini? Sedangkan ada orang yang mengharapkannya, tanpa sempat menerimanya.


"Baiklah, jangan terlalu dipaksakan. Bagaimana kalau kita mendengarkan alasan seperti apa yang membuat mereka ingin kamu tinggal bersama mereka" ujar Abi.


"Mungkin bisa dimulai dari Oma dan Opa?"


Oma serta Opa menegakkan tubuhnya, seraya menatap Aretha lekat "kami membesarkan Aretha dari dia merasa terpuruk, sampai sekarang. Disaat banyak orang yang meninggalkan dia, disaat dia melakukan berbagai tindakan mengakhiri hidupnya sendiri. Saya, suami saya serta Azka merawatnya dan senantiasa berada disampingnya. Walaupun kami tidak memiliki hubungan darah apapun dengan Aretha, tapi kami ingin kehidupan yang terbaik untuk Aretha. Karena itu, dibandingkan meninggalkan dia sendirian di sini, saya ingin membawa dia dan merawat dia di German. Saya akan memberikan dia kebebasan untuk memilih jalan hidupnya, entah mengejar mimpinya untuk menjadi psiokolog atau tidak" ujar Oma menjelaskan alasannya. Wanita paruh baya itu, menatap Aretha lekat disertai senyuman tulusnya.

__ADS_1


"Seperti kata Oma, kalian tidak memiliki hubungan darah apapun. Apa yang membuat kalian ingin merawat Aretha, sedangkan kalian tahu jika Aretha adalah anak yang lahir dari perselingkuhan saya. Bukankah lebih pantas jika kalian membenci dia, karena Lia, puteri kalian meninggal karena ulah saya yang merupakan ayah dari Aretha" secara tiba-tiba Om Radi menanyakan pertanyaan yang cukup sensitif, pertanyaan yang mampu mengiris hati Aretha secara perlahan.


Oma menatap om Radi kesal "saya tidak seperti kamu Radi!! Dan jangan samakan Aretha dengan kalian, dia tidak memiliki kesalahan apapun, dia tidak sebusuk kalian berdua!!" Tegas Oma emosi.


"Tenanglah Oma" ujar kak Rama seraya mengusap bahu Oma pelan.


"Kami mencintai Aretha selayaknya cucu kami sendiri. Dia tidak ada bedanya dengan Azka cucu kami. Seumur hidup, tidak pernah sekalipun Lia dan Azka membenci Aretha. Bahkan diakhir hanyatnya, Lia masih mengkhawatirkan Aretha yang hidup sendirian. Bagaimana mungkin kami membenci orang yang sangat dicintai oleh anak serta cucu kami" Opa yang awalnya duduk diampun, akhirnya ikut angkat bicara.


Selama mengenal sosok tante Lia, beliau adalah orang baik yang senantiasa menemani Aretha selayaknya puterinya sendiri. Bahkan, disaat dia bertengkar bersama Azka. Dibandingkan membela Azka, tante Lia akan selalu membela Aretha dan berujung memarahi Azka. Padahal saat itu, mungkin saja tante Lia sudah tahu jika Aretha adalah anak hasil perselingkuhan suaminya sendiri. Tapi tidak pernah sekalipun tante Lia berubah ataupun memusuhi Aretha.


Bagaimana mungkin Om Radi menyelingkuhi orang sebaik tante Lia, tidak hanya parasnya yang cantik tapi hatinya juga begitu cantik dan bersih. Seandainya Azka masih hidup, ingin sekali Aretha memeluk kakaknya itu seraya mengatakan jika dia bersyukur memiliki kakak serta tante sebaik mereka. Sayangnya, tidak ada yang bisa Aretha lakukan selain mendo'akan mereka, semoga ditempat ditempat terbaiknya, yaitu disurganya Allah SWT.

__ADS_1


Saat ini, yang bisa Aretha lakukan hanyalah memperbaiki dirinya sendiri, serta menanam kebaikan dimana pun kakinya berpijak. Supaya orang-orang baik seperti tante Lia dan Azka tidak pernah punah dimuka bumi. Karena sebagai maanusia, kita harus mewarnai zaman, bukan diwarnai oleh zaman.


__ADS_2