Titik Temu

Titik Temu
Penjelasan mei


__ADS_3

"rio dengerin gue, kita bukan anak kecil lagi, lo harus dengerin mei dulu, kalo pun mereka salah lo harus bisa memaafkan mereka,hidup lo ga akan tenang jika lo menyimpan dendam" dita mencoba memberi pengertian pada rio


"oke, coba lo ceritakan mei"


Mei pun akhirnya menceritakan semuanya, bagaimana bian menolaknya dan bagaimana mei memaksakan kehendaknya pada bian,


"kalo pun ada orang yang harus lo hukum, itu gue yo, bukan bian, lo ga tau bagaimana bian sangat menghargai raka"


"gue tau maaf gue tidak akan mengembalikan semuanya, tapi gue mohon beri gue maaf dari kalian, karena sungguh kehilangan kalian menjadi luka buat gue, maafin gue yo, sungguh gue rindu kalian" terisak mei dengan tangisan rasa bersalahnya


melihat mei menangis dan menyesali segalanya, membuat rio iba, rio pun langsung memeluk mei, kedua sahabat itu pun menangis bersamaan, dita yang menyaksikan itupun ikut terharu di buatnya


"udah udah nangisnya, udah baikan nih ceritanya? celetuk dita ditengah tengah keharuan dua sahabat itu


"ahh lo dit, lagi sedih nih"saut rio


" terimakasih ya dit, udah jadi penengah di antara kita, paling engga rio udah maafin gue, tinggal bian, yang mungkin nanti bisa ketemu lagi"seru mei


"santai aja mei"

__ADS_1


"maafin gue ya dit, gara gara gue bian jadi ngalah, dan ninggalin lo"sesal rio pada dita


"no problem, kalo semesta merestui, gue pasti ketemu dia lagi kok"


"tapi gue yakin si dit, bian tuh cinta sama lo, gue kenal lama sama dia, ga pernah liat tatapan dia setulus itu, iya kan yo"


"iya gue tau betul bian dit" rio pun membenarkan perkataan mei


dita hanya tersenyum menanggapi perkataan rio dan mei, baginya bian terlalu pengecut, harusnya dia menceritakan semuanya pada dita, dan menghadapinya sama sama, bukan lari seperti ini


"ehh itu kayanya acara intinya mau di mulai deh, yu gabung lagi kesana"ajak dita


"yaudah ayo"


waktu berjalan, mereka pun berpisah untuk melanjutkan masa depan, bian di swiss , dita di jakarta, mei di jogja ,rio di singapore, tertinggal bara, sinta ,luna dan maya, yang masih stay lanjut kuliah di bandung


selama kesibukannya di jakarta yang baru memulai kuliah di salah satu universitas terbaik di jakarta, dita selalu menyempatkan diri untuk mengobrol melalui chat grup , membahas pengalaman mereka masing masing saat melewati masa orientasi


"gimana jakarta dit" tanya sinta saat mereka sedang video call grup

__ADS_1


"ya macett, main main lah sini"


"enak bandung adem, lo ga kangen makan seblak di langganan kita apa? seru maya


"ahhhh gue kangen bandung, kangen jajanannya ,kangen suasananya, dan kangen bian" dita malah melow sendiri


"yahhh mulai deh" saut luna


"emang dia sama sekali ga ngabarin lo gitu?


"engga, nomornya aja udah ga aktif kali"


"emang lo udah coba hubungin dia gitu? tanya sinta


"engga, gengsi lah gue masa gue yang mulai"


"makan tuh gengsi" wkwkwkwk saut mereka bertiga


acara ngobrol virtual mereka pun selesai, karena merasa gerah, dita pun memutuskan untuk mandi dulu sebelum beristirahat dan tidur,

__ADS_1


sebelum mata terlelap ,dita memandangi atap kamarnya, memikirkan seseorang yang jauh disana, yang sampai detik ini tidak memberinya kabar


"bian aku rindu"


__ADS_2