
Ungkapan untuk senantiasa panjang umur, selalu diucapkan tatkala umur bertambah. Namun, pada khakikatnya, tidak ada manusia manapun yang mampu memanjangkan umur seseorang. Karena perkara jodoh, maut, dan rezeki sudah diatur oleh sang Maha Kuasa ALLAH SWT. Tapi, ada satu cara yang mampu memanjangkan umur seseorang, yaitu dengan berbuat kebaikan. Disaat kita berbuat kebaikan, saat itulah orang-orang akan mengingat segala kebaikan kita, sekalipun kita telah tiada.
Dengan berbungkus-bungkus makanan yang telah disiapkan. Lion Gang dan juga Aretha bersama teman-temannya, membagikan semua makanan itu kepada seluruh pengguna jalan, juga pedagang kaki lima. Semua kebaikan itu mereka lakukan, dengan harapan Jenazah Azka dapat segera ditemukan, juga keleluasaan kubur bagi Nathan. Yah, semua ini mereka lakukan untuk mengenang sahabat, sekaligus ketua mereka yang telah pergi lebih dulu meninggalkan mereka.
Semua kegiatan ini dirancang khusus oleh seluruh anggota Lion Gang. Dengan kebesaran hati mereka, mereka mengajak Aretha dan kawan-kawan untuk melakukan kebaikan itu. Karena katanya, Aretha berharga bagi Azka. Karena itu mereka ingin melibatkan gadis itu dalam kegiatan ini.
"Tha?" Panggil Sisil.
"Hmmm?"
"Aku udah habis nih, kita istirahat yuk?" Ajak Sisil seraya mengusap peluh pada keringatnya.
"Sebentar, tinggal satu lagi nih"
Dengan sedikit berlari, Aretha memberikan bungkusan terakhir pada pengamen jalanan, yang berada di dekat lampu merah. Melihat mereka, mengingatkannya kembali pada anak-anak Mahardika. Sudah cukup lama dia tidak bertemu mereka. Sepertinya, jika dia memiliki waktu luang, dia akan berkunjung ketempat mereka dan kembali bermain bersama mereka.
Setelah memberikan bungkusan terakhir itu, Aretha pun berjalan kearah Sisil yang sudah duduk ditrotoar jalan bersama dengan beberapa anggota Lion Gang yang telah selesai membagikan bingkisan makanan.
"Nih" ujar Sisil seraya memberikan botol minuman pada Aretha.
Dengan senang hati, Aretha menerima pemberian Sisil. Seraya ikut mendudukkan dirinya disamping sahabatnya itu, setelahnya dia pun membuka botol air mineral pemberian Sisil kemudian meminumnya.
"Bella kayaknya akrab banget dengan mereka yah?" Monolog Sisil.
__ADS_1
Aretha yang mendengar ucapan itupun, ikut menatap kearah Bella yang masih dengan telaten memberikan makanan. "Iya, seperti orang yang sudah kenal lama" ujar Aretha menyetujui ucapan Sisil.
Sedari tadi, Aretha sibuk memberikan makanan hingga tidak memperhatikan sekelilingnya. Tapi kini, saat dia duduk beristirahat dan memperhatikan seluruh anggota Lion Gang. Aretha mulai sadar jika, sahabatnya Bella mampu berinteraksi dengan beberapa anggota, bahkan gadis itu kerap kali tertawa sembari mengobrol dengan mereka. Walaupun Bella merupakan orang yang sangat humble dan mudah bergaul, tapi interaksinya dengan beberapa anggota Lion Gang, seperti orang yang sudah mengenal lama, ataupun orang yang sudah beberapa kali bertemu.
"Loh? Lo Aretha kan?" Tanya seorang laki-laki dengan ekspresi terkejutnya.
Aretha melirik lelaki itu, melihat jaket yang dikenakannya, sepertinya dia salah satu anggota Lion Gang. "Iya" jawab Aretha.
"Masih inget gue gak?" Tanyanya antusias.
Aretha kembali melihat wajahnya, mencoba mengingat-ingat apakah orang yang berada dihadapannya saat ini, merupakan orang yang dia kenal. "Emmm, enggak" jawab Aretha dengan gelengan kepala. Mencoba mengingat seperti apapun, Aretha tidak mampu mengingat orang tersebut. Karena ingatannya cukup lemah dalam hal mengingat wajah dan nama manusia.
"Ini gue loh, Fahrul. Orang yang suka gangguin lo dulu, kita satu Sd loh. Masa lo lupa?"
"Fahrul?" Tanya Aretha.
Bagaimana mungkin dia melupakan sosok Arul, waktu Sd dulu, lelaki itu selalu saja mengganggunya. Dia selalu merebut pulpen ataupun pensil milik Aretha, tidak jarang lelaki itu juga menyembunyikan tas milik Aretha. Tentu saja semua kejahilannya itu membuat Aretha menangis dan mengadukannya pada Azka. Arul yang saat itu memiliki geng nya sendiri, selalu mengeroyok Azka jika dia menegur tingkah laku lelaki itu. Yah,,, untungnya saat itu Azka belajar taekwondo, jadi dia selalu menang walaupun harus babak belur.
"Lo ternyata masih jadi itiknya si Azka yah" ujar Fahrul. Lelaki itupun mendudukkan dirinya disamping Aretha.
Aretha mendelik tidak suka mendengar ejekkan tersebut. "Kamu sendiri ngapain disini?" tanyanya.
"Ngemis, enggak lah. Lo gak liat? Gue lagi bagiin makanan" jawab Fahrul dengan ekspresi yang nyebelin banget.
__ADS_1
"Cih,,, sejak kapan kamu temenan sama Azka?"
"Sejak Sd lah. Gimana sih, kita kan sekelas" jawab Fahrul seraya meminum air mineral.
Aretha menggelengkan kepalanya jengkel. Ternyata sikap lelaki itu masih sama, nyebelin banget. "Aku juga tahu, tapi kita gak sedekat itu. Aku juga gak pernah liat kamu lagi setelah acara kelulusan. Jadi sejak kapan kamu temenan sama Azka?"
Fahrul menundukkan kepalanya seraya menghembuskan napasnya dalam-dalam "mau dengerin cerita ini gak? Agak panjang sih, tapi gue yakin. Lo gak bakalan nyesel" ujarnya seraya menatap Aretha lekat.
Tanpa mengeluarkan sepatah katapun, Aretha menganggukkan kepalanya mengiyakan.
"Yah,,,, lo tahu lah. Sejak kecil gue selalu gangguin lo dan Azka. Mungkin, hal itu juga lah yang menjadi awal mula kenakalan gue. Dari SMP hingga SMA, gue bergabung dengan beberapa geng yang suka buat onar. Kenakalan paling rendah yang gue lakukan adalah bolos sekolah. Tapi, kenakalan paling tinggi yang gue lakukan adalah mengonsumsi obat-obatan. Di masa SMA, gue gabung sama salah satu geng motor yang terkenal banget dijalanan. Seperti namanya, mereka dikenal dengan sebutan singanya jalanan ataupun rajanya jalanan. Saat itu, pertama kalinya gue kembali bertemu dengan Azka. Dia orang yang paling dipercaya oleh bang Rizal, ketua Lion Gang saat itu. Sayangnya, bang Rizal meninggal karena dikeroyok oleh geng musuh"
Fahrul menghembuskan napasnya beberapa kali, mencoba kembali menetralkan emosi yang ada pada tubuhnya. "Kematian bang Rizal menjadi awal mula kehancuran Lion Gang. Tawuran terjadi dimana-mana, balas dendam terjadi hampir berbulan-bulan. Bahkan beberapa dari anggota berakhir dipenjara, termasuk gue. Saat itu, Azka yang melihat kehancuran Lion Gang pun, akhirnya memimpin geng yang sudah porak-poranda itu. Dengan kekayaannya, Azka menebus seluruh anggota yang berada dikantor polisi. Dan dalam sekali pertempuran, akhirnya Azka mampu menghancurkan geng musuh, hingga akar-akarnya. Bahkan Azka tidak membedikan kesempatan pada geng itu untuk bangkit kembali. Saat itu, semua anggota Lion Gang, akhirnya tunduk pada Azka seraya melakukan sumpah setia"
"Sayangnya, Azka berbeda dengan bang Rizal. Dengan kekuasaannya itu, dia melarang perjudian, minuman beralkohol, ataupun obat-obatan terlarang. Dia bahkan merehab beberapa anggota, termasuk gue. Azka membawa Lion gang kearah yang lebih baik, dia mengajak seluruh anggota yang beragama islam untuk belajar dipesantren dan mendalami nilai-nilai dari agama islam. Dengan kesabarannya, dia pun akhirnya berhasil merubah Lion Gang dari dalam, tanpa menghancurkan nilai Lion Gang dimata geng lainnya"
Aretha merasa sangat tersentuh mendengar semua cerita yang Fahrul ucapkan. Tidak disangka jika Azka seberjasa itu. Dengan kekuasaannya, dia mampu merubah orang yang sudah tersesat, untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Tapi, jika memang Azka sebaik itu, jika Lion Gang gang sebaik yang Fahrul katakan. Lalu kenapa rumor yang dikatakan oleh orang-orang justru sebaliknya? Dibandingkan kebaikannya, Lion Gang terkenal dengan segala kerusuhannya. Karena rumor itu jugalah, Azka sangat ditakuti oleh siswa-siswi.
"Jika memang Azka sebaik itu, dan Lion gang sebaik yang kamu katakan. Lalu kenapa rumornya berbeda?" Tanya Aretha.
"Seperti yang kukatakan tadi, walaupun Azka merubah kami dari dalam, tapi Azka tidak pernah merubah image Lion Gang dimata orang lain. Orang yang tidak kenal dengan kami, akan mengatakan sosok kami sebelum Azka memimpin, tapi orang yang tahu dan mengenal Lion Gang juga Azka, mereka akan mengatakan jika Lion gang tidak seburuk rumornya" jawab Fahrul.
"Tapi, dulu Azka pernah mau mukul Bella" ujar Aretha. Mengingat kembali kejadian dulu, kejadian yang membuatnya sempat takut kepada Azka.
__ADS_1
Fahrul tertawa mendengar pertanyaan Aretha. "Hahahahha.... kalau perihal itu, lo bisa tanyakan langsung pada Bella. Dia lebih tahu banyakhal dibandingkan gue" jawabnya sembari beranjak pergi.
"Senang mengobrol dengan lo Tha. Tapi lo harus inget, lo beruntung karena dekat dengan orang sebaik Azka. Lo beruntung karena Azka sayang banget sama lo. Jadi jangan terpuruk terus yah Tha"