Titik Temu

Titik Temu
syukuran


__ADS_3

Acara syukuran yang dilaksanakan di rumah Bella, dihadiri oleh banyak saudara, kerabat juga para tetangga. Seperti rencananya di awal, Sisil dan juga Aretha akan berkunjung ke rumah Bella pada malam harinya, tepatnya setelah acara study tour selesai. Walaupun hari telah berganti malam, acara syukuran masih dilaksanakan dengan diadakannya pengajian. Namun satu hal yang tidak pernah kedua sahabat itu duga adalah fakta jika Bella tidak hanya mengundang kedua sahabatnya itu, tapi gadis itu juga mengundang seluruh anak-anak Lion Gang. Bahkan katanya, seandainya anak-anak Mahardika sedang tidak capek dan lelah, Bella pasti akan mengundang mereka.


"kalian semua, makan yang banyak yah" dengan sopan, bunda Bella mempersilahkan seluruh anggota Lion Gang dan juga sahabat-sahabat Bella untuk segera makan prasmanan.


Wajah bule Bella, ternyata diturunkan langsung dari sang bunda yang memiliki darah Eropa, bundanya itu keturunan asli Finlandia. Jadi tidak heran jika Bella memiliki bola mata berwarna biru dan juga rambutnya yang pirang. Hanya saja, sedikit orang yang tahu mengenai fakta bahwa Bella berambut pirang, karena gadis itu kerap kali memakai jilbab atau bahkan mewarnai rambutnya itu dengan warna cokelat tua. Sehingga tidak terlalu mencolok dimata orang lain.


"siap tante" seru seluruh anggota Lion Gang.


Dengan menyusun satu barisan, seluruh anggota Lion Gang mengantri untuk mengambil prasmanan. Tadi mereka sengaja tidak makan dijalan, supaya dapat makan di tempat Bella. Lumayan, mereka tidak akan mengeluarkan kocek yang banyak. Karena mereka patungan bersama-sama.


"bundanya Bella cantik yah. Awet muda juga" ujar Sisil seraya menatap bunda dari sahabatnya itu.


"iya, gak heran Bella jadi primadona di sekolah" jawab Aretha mengiyakan.


Sisil pun menganggukkan kepalanya setuju, hanya karena Bella berstatus jomblo, bukan berarti tidak ada orang yang menyatakan perasaannya pada sahabatnya itu. Dalam satu minggu, pasti ada saja orang yang menyatakan perasaannya.


"Azka bodoh banget yah, dia menolak Bella dengan mentah-mentah. Padahal banyak orang yang suka sama Bella"


Aretha pun menganggukkan kepalanya setuju "kamu bener Sil, tapi Azka memiliki prinsipnya sendiri. Tidak ada yang bisa membuat Azka mengingkari prinsipnya untuk tidak berpacaran. Bahkan kecantikan Bella, tidak membuatnya goyah" ujarnya.


Dari kejauhan, keduanya dapat melihat sosok Bella yang berjalan kearah mereka. Dengan menggunakan gaun berwarna cream, juga kerudung dengan warna senada. Bella terlihat begitu anggun sekaligus berwibawa. Jika selama ini gadis itu selalu menggunakan softlens ketika disekolah, maka kali ini Bella benar-benar memperlihatkan matanya yang begitu indah. Mata birunya benar-benar cantik.


"makasih makanannya Bel" ujar Jovan ketika Bella melewati area prasmanan.


"iya Bel, makasih traktiran gratisnya" dengan tidak tahu malunya, Giandra memasukkan 5 tusuk sate kedalam piringnya. Sungguh tingkah tanduknya benar-benar tidak dapat ditebak.


"sama-sama, nikmatin acaranya yah? Sekalian dengerin pengajian juga"


"siap komandan" seru seluruh anggota Lion Gang.


Dengan senyuman manisnya, Bella menimpali candaan dari anak-anak Lion Gang.

__ADS_1


"kalian gak makan?" tanya Bella pada kedua sahabatnya yang masih duduk di kursi.


"nanti dulu deh, antriannya masih panjang" jawab Sisil.


Bella menganggukkan kepalanya mengiyakan, kemudian sebuah ide terlintas pada benaknya. "ini kan kali pertama kalian kesini. Kalian tertarik gak, buat keliling-keliling rumah aku" usulnya.


Sisil dan juga Aretha menganggukkan kepalanya antusias "boleh tuh" jawan Aretha setuju.


Setelah berpamitan pada seluruh anggota Lion Gang, juga menitipkan teman-temannya itu pada kakak ke-2 nya. Ketiga sekawan itupun melangkahkan kakinya memasuki rumah Bella yang terdiri dari 2 lantai.


Foto keluarga yang begitu besar, menyambut kedatangan mereka. Aretha dan juga Sisil menatap dengan seksama foto keluarga tersebut.


"kamu anak perempuan satu-satunya Bel?" tanya Sisil penasaran.


"iya"


Dengan menggunakan matanya, Aretha menghitung jumlah kakak laki-laki Bella yang ternyata berjumlah tujuh orang "kamu ternyata keluarga besar yah Bel. Kakak laki-lakimu banyak banget " ujarnya takjub.


Bella pun ikut menatap foto keluarganya yang diambil satu tahun yang lalu "keluarga aku, penganut sekte banyak anak banyak rezeki. Apalagi, mereka ingin sekali memiliki anak perempuan, jadi mereka pantang menyerah sebelum dapat anak perempuan yang mereka inginkan" jawabnya.


"jadi karena itu kamu jadi anak bungsu" ujar Sisil dan diangguki setuju oleh Bella.


"berarti kamu disayang banget yah sama keluarga kamu" tebak Aretha.


Bella dengan segera menggelengkan kepalanya, "sama ayah dan bunda iya. Tapi sama kakak-kakak mah boro-boro, malah suka dijadiin pembantu" jawabnya.


Aretha dan Sisil pun tertawa mendengar jawaban Bella "sebenarnya bukan karena kamu anak cewek Bel. Tapi karena kamu anak bungsu, jadi disuruh ini dan itu" ujar Sisil berdasarkan bekal pengalamannya yang memiliki satu adik bungsu. Adiknya itu kerap kali disuruh ini dan itu, dan Sisil pun pernah merasakannya ketika dulu dia jadi anak bungsu. Beruntung orang tuanya memiliki anak lagi, jadi posisi anak bungsu dapat tergeser.


"berbohong itu dosa Bel. Kamu tahu kan kalau impact yang kamu dapatkan, jauh lebih banyak"


Ketiga perempuan itu pun menatap sosok laki-laki yang entah muncul dari mana. Sepertinya dia merupakan kakak laki-laki Bella, wajah mereka benar-benar mirip. Bahkan jika boleh menebak, kedua saudara itu terlihat seumuran dengan Bella.

__ADS_1


"impact apaan, disuruh-suruh iya" cibir Bella tidak terima.


"karena disuruh ini dan itu, kamu jadi bisa ngerjain apapun. Kamu juga jadi pinter masak dan beres-beres rumah. Lumayan, investasi buat masa depan kamu nanti"


Bella memutar bola matanya tidak suka. "kamu kalau cuman mau ngerusuh, mending pergi gih" usirnya tidak suka.


"cih, gak disuruh juga mau pergi" ujarnya seraya melenggang pergi.


Namun sebelum pergi, lelaki itu smepat membisikan sesuatu pada Bella. "cewek kerudung item, cantik banget" bisiknya.


"jangan coba-coba deketin dia, atau kepala lo yang gue penggal" ancam Bella pada kakak laki-lakinya itu.


"uhhh, takut"


Setelahnya, lelaki itupun melenggang pergi seraya tersenyum manis kearah Sisil.


"dia kakak kamu Bel? Kayak seumuran gitu" tanya Aretha penasaran.


"Kakak cuman beda 5 menit, tapi tingkahnya sudah seperti kakak yang beda 5 tahun"


Jawaban Bella benar-benar membuat keduanya terkejut."kamu punya kembaran Bel?"


Bella pun menganggukkan kepalanya mengiyakan.


"kok kamu gak pernah cerita?" tanya Sisil.


"gimana yah, dia itu gak pantes buat jadi kakak. Hobinya ngajak berantem mulu, gak pernah bisa bersikap dewasa. Pokoknya nyebelin banget" dengan wajah kesalnya, Bella mengeluarkan seluruh unek-uneknya kepada kakak laki-lakinya itu.


"gue denger semuanya Bel" sosok kakak laki-laki Bella muncul dari balik pintu.


"biarin" ujar Bella seraya menjulurkan lidahnya.

__ADS_1


Yang bisa Sisil dan Aretha lakukan hanya menggelengkan kepalanya melihat interaksi kedua kakak beradik itu. Dari hatinya yang terdalam, Aretha merasa sangat iri dengan iteraksi saudara kembar itu. Untuk beberapa saat, dia merindukan sosok Azka yang selalu usil terhadapnya. Seandainya sejak lama dia tahu kalau Azka adalah kakaknya, mungkin akan tersimpan begitu banyak kenangan manis yang Aretha dan juga Azka ciptakan.


__ADS_2