Titik Temu

Titik Temu
Bian Rio Raka Mei


__ADS_3

Flashback


Bian rio raka dan mei, mereka bersahabat sejak kelas 1 smp, persahabatan mereka berjalan dengan baik, selalu main bareng, bahkan setiap pulang sekolah, mereka selalu bermain basket bersama,


Persahabatan mereka berjalan sampai mereka lulus SMP, dan mereka memutuskan untuk masuk di SMA yang sama, melewati masa orientasi bersama, sampai saat pembagian kelas, bian mei rio satu kelas, hanya raka yang terpisah


tapi walaupun berbeda kelas tidak membuat mereka jauh, karena hampir setiap pulang sekolah mereka masih berkumpul, untuk sekedar bercanda atau bermain basket


3 tahun bersama ,membuat mereka memahami satu sama lain, dan ya ,tidak ada persahabatan antara lakilaki dan perempuan, sampai salah satu di antara mereka menyimpan rasa


"Jadi kapan lo nembak mei rak? tanya bian


"hahh kok gue" gugup raka


"yee ilehh gue sama bian tau kali ka, kalo lo ada rasa sama mei, ya ga bi? sahut rio


"ho'oh, jadiin lah"


"tapi kayanya mei suka sama lo dah bi? jawab raka


"ahhh engga, udah lo nyatain aja, gue nganggep mei tuh kaya adek sendiri, ga mungkin ada rasa sama dia"


"beneran?


" iya rak"


"yaudah besok gue mau nembak dia, lo berdua bantuin gue ya, ajak mei ke tempat biasa"


"okey"


Sepulang sekolah mereka akan berkumpul di tempat biasa, karena hari ini, raka akan mengungkap perasaannya kepada mei, mereka menyusun rencana

__ADS_1


"bi, lo duluan aja ke tempat biasa, boncengin mei"


"loh kok gue duluan, bareng aja sih"


" ga bisa, gue sama rio mau pergi dulu, gue mau beli boneka dulu buat mei, biar lebih romantis gitu, lagian kalo pergi seperti biasa , mei jadi ga curiga kan"


"ya okel lah"


Bian menghampiri mei, yang masih merapikan buku di tasnya,


"mei ,ke tempat biasa yu"


"hayu, loh raka sama rio kemana?


"katanya ada urusan sebentar, nanti nyusul"


"oke"


memang sudah sejak lama, mei menyukai bian, bukan tidak menyadari perasaan mei, hanya saja bian sengaja mengacuhkannya, karena dia tidak mau memberi harapan lebih,


karena buatnya, mei itu sahabat sekaligus adek, perlakuan bian terhadap mei memang sangat baik, tapi semata itu hanya sebagai seorang sahabat tidak lebih,


Menempuh waktu 10 menit, mereka sampai di tempat biasa mereka bermaen basket, lapangan basket yang tidak jauh dari tempat tinggal bian


Sampai 15 menit menit menunggu, tidak ada tanda tanda kedatangan rio dan raka


"lama banget ya mereka"


"iya nih, bi gue mau ngomong sama lo"


" ya ngomong aja mei, ngapain izin dulu"

__ADS_1


"kita itu apa sih?


"kita? maksud?


"iya gue sama lo itu apa?


"ya sahabatan lah"


"Pacaran yuk"


"hahhh, apa lo bilang?


" ya gue suka sama lo dan gue yakin lo juga suka sama gue, lo selalu ada buat gue, selallu mau saat gue minta ini itu"


"mei kayanya lo salah nangkep kebaikan gue deh, gue nganggep lo sahabat, sama kaya gue ke raka dan rio"


"tapi gue yakin lo suka sama gue"


Mei yang mulai terisak karena merasa di tolak, membuat bian jadi merasa bersalah


"mei pliss ,jangan kaya gini dong, gue ga mau merusak persahabatan kita"


"tapi gue ga bisa nahan perasaan gue bi"


"pliss mei, ada raka yang beneran tulus sama lo, gue beneran ga ada rasa apa apa sama lo"


"gue tau, lu ga enakkan sama raka, karena raka suka sama gue" mei tetap yakin dengan pendiriannya


"gue beneran ga ada rasa sama lo, lo sama raka aja, plis mei, dia beneran tulus sama lo"


"oke, lu cium gue sekarang"

__ADS_1


jreng jreng


__ADS_2