Titik Temu

Titik Temu
Rumah


__ADS_3

Sebuah mobil mewah memasuki gerbang rumah yang terlihat megah, banyaknya pepohonan disekitar rumah tersebut, membuat suasana rumah menjadi sejuk


Dita pun langsung keluar dari mobilnya meninggalkan ayahnya yang masih berada di dalam mobil


"Assallamuallaikum mah, mamah" teriak dita mencari sosok mamahnya


Mendengar suara putri kesayangannya , dewi pun keluar dari dapur untuk menyambutnya,


"Neng geulis, gimana sehat kamu? tanya dewi yang langsung memeluk putri kesayangannya itu


"Sehat mah, mamah sehat?


"Sehat dong, ini kenapa kok mukanya di tekuk kaya gini?


Dita pun langsung merengek pada ibunya , dan menceritakan kejadian di kantor tadi pada ibunya


Menanggapi rengekan anaknya, dewi hanya tersenyum dan menenangkannya, karena sebelumnya dia sudah tahu rencana suaminya itu


"Makan dulu yu neng, mamah sudah masak makanan kesukaan kamu"


"Ih mamah orang lagi kesel malah di ajak makan" gerutu dita


"ya kan kesel juga butuh tenaga neng"


"iya juga sih" dita pun langsung berjalan kearah meja makan, untuk menyantap makanan yang sudah disiapkan itu


.


.

__ADS_1


.


Selama di bandung dia menghabiskan waktunya bersama kedua orang tuanya, makan bersama yang sudah jarang mereka lakukan, karena dita stay di lain kota


Hari ini dita berencana untuk bertemu dengan sahabat sahabatnya ,mereka sudah reservasi restoran yang tidak jauh dari tempat tinggalnya


Dita datang telat, di banding sahabat sahabatnya yang lebih dulu sampai di restoran tersebut


"hayy gaess, assallamuallaikum" sapa dita


"hadehhh anak jakarta telat banget, jalanan macet ya" sindir luna


"iya maaf, eh kok lo pada ga bawa si kecil sih" tanya dita pada luna dan maya


"mau me time lah"


Pertemuan mereka pun di isi dengan cerita hidup mereka masing masing, saat mereka asik dengan obrolannya, ada pasangan muda mudi di samping mereka yang juga asik bercanda, membuat perhatian dita beralih pada pasangan tersebut


Melihat pemandangan itu, membuat dita mengingat seseorang , dan tanpa sadar dia tersenyum dan meneteskan air matanya. melihat ekspresi dita, ketiga sahabatnya pun langsung memahaminya


"Memikirkan apalagi nih ceo kita yang gila ini" luna mencoba untuk bercanda agar tidak terbawa suasana


"are you oke" tambah sinta


"gue pikir gue udah baik baik saja, ternyata rasa itu masih ada" dita mencoba tersenyum di depan teman temannya


"Mau pesan yang manis manis lagi"maya mencoba mengalihkan kesedihan dita


Diantara sinta maya dan luna, tidak pernah ada yang membahas bian, karena mereka tau , sedalam apa perasaan dita dan sesakit apa dita saat itu

__ADS_1


"Oh iya dari pada sedih sedih, gue bawa kabar baik nih" seru sinta kepada teman temannya


"Apaan? jawab dita


Sinta pun mengeluarakan sesuatu dari dalam tas nya.


Taaraaaaaaaa


"Hahhhh lo nikah" dita maya dan luna syok dengan kejutan sinta


"iya dong, pokoknya lo semua harus ada di pernikahan gue nanti"


"Aaaaa sedih" dita malah menangis sambil tertawa bahagia


"lohh kok nangis" tanya luna


"lo semua ninggalin gue, gue sendiriankan" dita pun memasang ekspresi sedihnya


Mendengar itu, ketiga sahabatnya langsung tertawa dan memeluk dita


"cup cup cup, kita akan tetap seperti ini kok, jodoh lo juga sebentar lagi akan datang"


"doain ya gaes"


"pastinya dong"


Karena acara pernikahan sinta terhitung tiga minggu lagi, dita pun memutuskan untuk stay di bandung dengan waktu yang lama, karena dia pun harus mengurus klien yang di tugaskan ayahnya itu,


Karena menurutnya cape juga jika harus bolak balik luar kota, urusan kantor pusat di urus oleh asistennya, dia hanya menerima laporannya saja melalui email

__ADS_1


__ADS_2