Titik Temu

Titik Temu
Keponya nayla


__ADS_3

Setelah selesai makan siang, mereka menikmati desert yang di sediakan di caffe tersebut, di selingi dengan obrolan obrolan ringan antara nayla dan bian, karena sedari tadi dita hanya diam saja, menikmati makanannya


"Pak bian ,selama ini di swiss ya" Nayla bertanya pada bian


"Iya, baru bulan ini saya balik ke sini" jawab bian


"Wah berarti ini project pertama bapak di dalam negri"


"Bisa di bilang begitu"


"ohhh beruntung perusahaan kita ya bu"


"Hheemmmm" dita hanya menjawab singkat


"Oh ya, pak bian ini tinggal dimana"nayla kembali bertanya


"Saya di bandung, karena ada project disini, sementara tinggal di apartemen tidak jauh dari sini"


"Oh bandung, sama kaya bu dita dong"


"Nay, kamu tuh kepo banget sih" tegur dita


"Iya bu maaf"


Bian tersenyum menanggapi perdebatan mereka


.


.


.

__ADS_1


Sore hari setelah pekerjaannya selesai, dita segera melajukan mobilnya ke apartemennya, sebelum pulang dia mampir ke swalayan untuk berbelanja kebutuhan di apartemen dan tidak di sangka saat dia berbelanja, dia kembali bertemu dengan bian yang juga sedang berbelanja


"Loh dit, kamu belanja juga" bian menyapa dita yang sedang asyk memilih snack disana


"Bian, kamu ngapain disini?"


"Ya belanja dong dit, kan aku tinggal sendiri, jadi ya harus menyiapkan segalanya sendiri"


"oh, ya sudah lanjutkan belanjanya"saat dita mencoba menghindari bian, justru bian malah menarik lengannya


"Aku sudah selesai, aku tunggu kamu didepan ya"


Bian pun terlebih dahulu ke kasir untuk membayar semua belanjaannya, setelah selesai dia menunggu dita di kursi yang tersedia didepan swalayan tersebut, hampir 20 menit dia duduk disana, hingga yang tunggu, akhirnya keluar juga


"Dita" panggil bian


Mendengar namanya di panggil, dita pun menoleh ke arah suara tersebut,


"Kan aku bilang mau nungguin kamu"


"Mau ngapain emang" dita masih saja berusaha untuk menghindari bian


"Duduk dulu sini" dan dita akhirnya duduk di kursi sebelah bian


"Mau ngomong apa , sudah malam aku mau pulang"


"Mau sampai kapan sih, menghindar terus"bian berbicara dengan nada selembut mungkin


"Aku?"


"Iya lah"

__ADS_1


"Engga tuh"


"Maafin aku dit, kita sudah sama sama dewasa, tolong kasih aku kesempatan, kita bisa lanjut lagi"


"Hahh lanjut?? apa yang harus di lanjutkan, kita tidak pernah memulai" dita sudah mulai terbawa emosinya, mengingat bian menghilang tanpa kabar, membuat dita kembali emosi


"Kamu tidak pernah berubah bi, masih sama selalu seenaknya"


Bian hanya terdiam mendengarkan dita, melihat dita marah dan sampai mengeluarkan air matanya, membuat dia tidak tau harus berbuat apa


"Kenapa, kamu hanya bisa diamkan"


"Maaf Anandita" bian menggenggam tangan dita, dan menghapus air matanya


"Percayalah, sejauh apapun aku pergi, di hati dan pikiranku hanya ada kamu, maaf memang aku terlalu pengecut, aku hanya tidak bisa memulai karena saat itu sangat kacau dit"


"Kamu yang tidak mau berbagi cerita denganku bian, yang membuat segalanya jadi rumit"


Dita langsung melepaskan genggaman bian, dan pergi meninggalkan bian begitu saja, bahkan dia lupa jika belanjaannya tertinggal disana.


Setelah sampai di parkiran apartemen, dia baru teringat jika barang belanjaannya tertinggal disana


"aastaga, belanjaan gue dimana ini" dita mencari cari belanjaannya di mobil


seketika dia teringat, jika dia meninggalkan belanjaannya disana


"oh iya tertinggal, aduh masa gue harus balik lagi, kalau bian masih disana gimana, tengsin gue ketemu dia lagi, mana tadi pake acara nangis didepan dia lagi, dita dita bodoh sekali kamu" dita masih saja merutuki kebodohannya, dan akhirnya diapun memutuskan untuk langsung masuk saja ke apartemennya


"biarinlah, besok belanja lagi, kalau pun nanti ada yang ngambil"


Sultan mah beda, belanjaan tertinggal, bisa belanja lagi wkwkwkwkwk

__ADS_1


__ADS_2