Titik Temu

Titik Temu
angel, malaikat tak bersayap


__ADS_3

Bunga Dandelions, merupakan bunga yang menggambarkan perjuangan, juga tekad untuk senantiasa berjuang dan bertahan hidup. Bunga yang tidak gencar meskipun diterpa badai ataupun dipaksa untuk meninggalkan tempatnya tumbuh. Karena itu, Angel sangat menyukai bunga itu. Bunga yang mengambarkan dirinya yang senantiasa berjuang dan tumbuh dimanapun kakinya berpijak, sekalipun harus hidup sendirian di perantauan.


Namun Angel tidak menyerah, sekalipun dia gagal dalam pengejaran mimpinya untuk menjadi Idol, dia kembali terbang untuk mengejar mimpinya yang lain. Yaitu menjadi seorang pilot, sayangnya mimpi itu jugalah yang membawanya pulang pada pangkuan tuhan.


Dari sekian banyak momen yang dihabiskan bersama dengan Angel. Ada satu momen yang sangat membekas dalam hati Bella. Yaitu ketika, Angel membeli 10 buah bunga Mawar, dari pedagang di lampu merah. Saat itu, mereka hendak pergi ke rumah Sisil untuk belajar bersama.


"Dek, sini" panggil Angel pada seorang anak perempuan, yang sedang menjajakan bunga Mawar dagannya.


"Bunga Mawarnya berapa?" Tanya Angel seraya mensejajarkan tinggi badannya dengan gadis kecil tersebut.


"Satunya 3.000 kak, kakak mau beli?"


"Ada berapa yang tersisa? Kakak beli semuanya"


Senyuman bahagia terpancar pada wajah gadis kecil itu, dengan bahagianya dia menyerahkan semua bunga Mawar yang berada dalam pelukannya. "Semuanya 30.000 kak" ujarnya bahagia.


Angel yang memborong semua bunga yang dijual oleh gadis kecil itu, bagaikan malaikat yang datang di siang bolong. Mereka yang menjajakan bunga itu sedari pagi, belum tentu laku semua, bahkan bila mereka menjualnya hingga malam hari.


Angel membuka dompetnya seraya mengeluarkan uang 100.000, 20.000 dan 10.000, kemudian menyerahkannya pada gadis kecil itu. "Ini 30.000 untuk bunga yang kakak beli, dan uang yang ini untuk kamu" ujarnya seraya mengusap peluh keringat yang membasahi dahi gadis kecil itu.

__ADS_1


"Lalu,,,, bunga ini, kakak kasih untuk kamu"


"Makasih kak, makasih banyak. Semoga rizki kakak berlimpah. Semoga kakak masuk surga"


Dengan penuh bahagia, gadis kecil itu memeluk Angel dan juga Bella. Sebelum akhirnya beranjak pergi, setelah mengucapkan beberapa kali kalimat terima kasih disertai do'a-do'a baik untuk keduanya. Setelah kepergian gadis kecil itu, Angel pun beranjak berdiri dan memberikan satu tangkai bunga pada Bella. "Buat kamu" ujarnya.


"Kenapa beli semua bunga itu? Keliatannya, kamu juga gak butuh bunga-bunga itu" Tanya Bella heran.


"Terkadang kita tidak harus membeli apa yang kita butuhkan, tapi membeli apa yang tidak kita butuhkan pun, ada kalanya tidak seburuk itu. Aku tahu, dengan aku beli semua bunga ini, bukan berarti anak kecil itu besok tidak akan jualan lagi. Tapi, setidaknya aku ingin dia istirahat, walau hanya beberapa jam saja. Dan, aku ingin melihat senyuman bahagia itu, senyuman yang mampu membuat tenang siapa saja yang menatapnya" jawab Angel seraya menatap lekat ke arah Bella.


"Setiap kerja keras yang dikerjakan, patut untuk diberikan apresiasi. Setiap manusia, pantas untuk mendapatkan cinta dan juga kasih sayang" ujarnya setelahnya.


"Sekarang, kamu mau apain bunga-bunga itu?" Tanya Bella seraya menatap bunga-bunga itu lekat.


Bella menganggukkan kepalanya setuju, seraya mengambil beberapa bunga yang berada di dalam pelukan Angel. Disore hari kala itu, mereka menghabiskan waktu berjam-jam lamanya untuk memberikan bunga Mawar dengan penuh cinta didalamnya. Tidak ada salahnya untuk berbuat kebaikan, karena dengan kebaikan itu tidak akan membuat kita menjadi bangkrut ataupun miskin.


Seperti kata Angel, tidak ada salahnya untuk membeli apa yang tidak kita butuhkan. Karena terkadang, menolong orang tidak harus dengan perkataan jika kita menolong dia. Tidak perlu orang-orang ketahui, hanya kita dan dimulai dari kita.


****

__ADS_1


Dengan satu buket bunga berisikan bunga Mawar dan juga Dandelions. Bella, Aretha dan juga Sisil, berjalan kearah makam sahabat mereka, yang telah pergi untuk selamanya dalam misi penjelajahan langit dan semesta.


Secara perlahan, mereka membersihkan rumput-rumput yang perlahan tumbuh memenuhi makam Angel.


"Angel, apa kabar? Kamu baik-baik kan disana?" tanya Bella seraya menyiram air pada makam sahabatnya itu.


"maafin kita yang telat dateng, semoga kamu gak marah" ujar Aretha.


Sisil menatap makam Angel dengan seksama, dengan penuh hati-hati dia mengusap batu nisan bertuliskan Angelica Edelweiss. Pertemanan mereka dengan Angel memang tidak berlangsung lama, namun bukan berarti mereka tidak memiliki kenangan indah di dalamnya. Angel adalah orang yang sangat baik, orang yang selalu berpikir positif dan senantiasa ada disaat teman-temannya membutuhkannya.


"Ngel, kadang aku merasa bersyukur kamu gak jadi idol. Karena berkat itu, aku, dan kita bertiga bisa mengenal kamu. Kamu yang selalu menanam kebaikan dan kamu yang selalu menjadi pendengar yang baik. Makasih Ngel, makasih untuk semua kesempatan indah ini, aku gak akan pernah nyesel punya teman seperti kamu"


Diantara ketiganya, Bella lah orang yang paling dekat dengan Angel. Selain karena kesukaan mereka terhadap K-pop Idol, tapi juga perihal hobi mereka yang sama, yaitu melukis. Beberapa kali Angel belajar melukis dari Bella, beberapa kali juga dia datang berkunjung ke rumah Bella. Namun, tidak pernah ada yang tahu perihal takdir.


"Angel, padahal sebentar lagi kita akan melakukan persiapan untuk masuk Universitas. Padahal kamu ingin sekali kita berempat satu kampus. Tapi, kamu justru memilih pergi untuk selamanya" ujar Aretha


Aretha tidak kuasa lagi untuk menahan tangis, selama mengenal sosok Angel. Yang Aretha tahu hanyalah sosok Angel yang baik hati serta mudah tersenyum. Karena itu, dia benar-benar merasa sangat kehilangan sahabatnya itu. Kenangan bersama dengan Angel, terlalu berharga untuk dilupakan begitu saja.


"Angel, yang tenang yah disana. Kita pun, akan melanjutkan hidup kita sebaik mungkin. Jadi, lihatlah diatas sana, bagaimana kami tumbuh dan menjalani kehidupan. Makasih Angel, makasih karena sudah jadi teman kita yang berharga" ujar Sisil.

__ADS_1


Setelahnya, mereka pun membersihkan makam teman-teman yang lainnya. Karena memang, semua murid beasiswa yang tewas dalam tragedi pesawat itupun, dimakamkan secara berdampingan. Semuanya dilakukan untuk mengenang segala kebaikan, juga prestasi yang telah ditorehkan oleh para murid unggulan itu. Semua proses ini, disetujui secara langsung oleh para orang tua korban.


Katanya, tidak ada manusia yang sempurna didunia ini. Karena kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT, tuhannya semesta alam. Namun, satuhal yang mampu menyempurnakan kesempurnaan adalah kematian. Dengan kematian, urusan kita serta rizki kita di dunia telah selesai. Jadi, kita telah sempurna dalam menjalani kehidupan. Yah, jika kamu ingin perempuan yang sempurna, maka kamu menginginkan kematian dari orang yang kamu cintai itu.


__ADS_2