
"hahhh"
"jangan gila deh mei"
saat bian akan pergi meninggalkan mei, tiba tiba saja mei menarik lengan bian, dan
cup
bian langsung mendorong mei, dan tanpa mereka sadari ada dua pasang mata yang menyaksikan mereka
"sreekkk"
boneka yang di pegang raka pun terjatuh, entah seperti apa perasaan raka saat ini, ketika melihat orang yang di cintainya mencium sahabatnya sendiri
"raka, gue biasa jelasin" teriak bian
tanpa berkata apa apa, raka langsung berjalan ke arah motornya dan langsung menjalankan motornya dengan kecepatan tinggi, dan saat dia keluar area taman, tiba tiba ada mobil dari arah berlawanan dengan kecepatan tinggi,
dan
"bbbrrraaakkk"
" raka , ka , raka"
Flashback off
bian dulu seorang yang ceria, humble, setelah kejadian dua tahun lalu , dia jadi seorang yang dingin, meski itu bukan murni kesalahannya, tapi saat itu rio menyalahkan bian dan mei atas kecelakaan raka
kehilangan sahabat untuk selama lamanya membuat luka tersendiri bagi bian, dia menyalahkan dirinya atas kepergian bian
dan saat itu pula, kebersamaan antara rio mei dan bian pun menghilang, mereka seakan tiga orang yang tidak saling mengenal
" Dit gue anterin yuk" ajak rio
__ADS_1
"hhmmm terimakasih, tapi gue bawa mobil"
"lo mau langsung pulang?
"iya nih, sudah sore juga"
" oke lah, hati hati ya, telepon gue kalo ada apa apa di jalan"
" cieee khawatir ya"
"ahh sa aee low"
sejak memasuki kelas 3 ,rio memang tertarik dengan dita, rio pentolan tim basket disana, sering sekali di jodoh jodohkan dengan cewek pentolan di angkatannya, ya mungkin karena itu pula rio jadi tertarik pada dita
diam diam bian meyimak percakapan antara rio dan dita, dia merasa gelisah sendiri dengan perhatian rio terhadap dita
"sepertinya rio menyukai dita, kalo gue mendekati dita juga ga mungkin deh, untuk berada di tahap ini saja, memakan banyak waktu dan tenaga, gue ga mau mengingat luka itu lagi"
bian memang trauma dengan kejadian 2tahun lalu , kejadian itu membuat dia mengurung diri sampai beberapa bulan, dan sampai sekarangpun dia sering sekali bermimpi buruk,
"mah mamah mah" teriak dita saat memasuki rumah
"ucap salam atuh neng, kebiasaan nih masuk rumah bukannya salam" jawab si mamah
"hehehe eh iya assalamuallaikum mamah aku nu geulis nu bageur"
"waallaikumsalam neng geulis"
"laper mah"
"yaudah kamu mandi sana, mamah siapin makan dulu"
jam sudah menunjukkan pukul 9 malam, dita pun sudah bersiap untuk tidur, sebelum tidur dia melihat handphone, dan terlihat notif pesan dari rio,
__ADS_1
"malem dit, besok pulang sekolah sibuk ga?
"malem rio, free sih kayanya"
"mampir yu, ke caffe deket sekolah itu, tempatnya bagus banyak anak anak muda nongkrong disana"
"gue izin si mamah dulu ya, besok dikabarin"
"okee, semoga boleh ya, hehehe"
"semoga aja"
"hehehe"
chat mereka pun berakhir
"sebenernya rio tuh ganteng jago basket, tapi kenapa ya gue biasa aja , kenapa feel gue lebih ke bian, ahh jangan ngehalu deh"
dita pun sibuk dengan pemikirannya sendiri, sampai dia lelah dan tertidur dengan sendirinya
"semua ini gara gara lu"
"gue benci sama lu"
"tidak"
"rak rakaaaa"
"maafin gue rak"
"rrakaaaaaaaaa"
bian pun terbangun dengan keringat yang becucuran, meski sudah dua tahun berlalu,mimpi buruk masih sering menghampiri bian,
__ADS_1
bian terisak di atas tempat tidurnya,karena sampai saat ini dia masih hidup dengan rasa bersalah, dia tahu kata maaf yang terus terucap dari mulutnya tidak akan mengembalikan keadaan seperti semula, karena kenyataannya raka sahabatnya sudah berada dikehidupan yang sebenarnya,