
Seorang wanita dengan penampilan modis anggun dan cantik sedang mempimpin rapat perusahaan, Anandita nugroho , ya dia sudah menjadi ceo muda di perusahaan keluarganya
Ayahnya sudah mempercayakan kantor pusat kepada dita, dan membuat dia sering bolak balik jakarta bandung, untuk mengunjungi ayah dan ibunya, ayahnya memilih stay di kantor cabang, karena merasa badannya sudah mulai lelah jika harus bolak balik antar kota
"Rapat siang ini saya tutup, terimaksih" dita pun melenggang pergi dari ruang metting perusahaannya, banyak pasang mata yang kagum padanya, karena sudah menjadi ceo di usia yang terbilang muda
sayangnya kisah percintaannya tidak semulus karirnya, sudah beberapa kali dia menjalin hubungan dengan beberapa pria, tapi selalu saja kandas , alasannya selalu karena tidak ada kecocokan, entahlah seperti apa kriteria yang dita mau
Karena sebagian teman temanya sudah membina rumah tangga,membuat ibu dan ayahnya selalu menuntutnya untuk segera menikah, dan selalu ada saja alasan dia untuk menghindari pertanyaan ayah dan ibunya
"Jadwal ibu besok ada perjalanan ke bandung, karena harus mengunjungi kantor cabang"ucap nayla , yang usianya seumuran dengannya, teman kuliahnya dulu yang sekarang merangkap jadi sekretarisnya
"aduh, itu pasti akal akalan si ayah nih, males banget deh"
"emang kenapa sih bu ,orang ketemu orangtua sendiri kok males"
"Pasti yang di bahas nikah lagi nay males aku tuh" gerutu dita pada nayla
__ADS_1
" yaudah nikahlah, umur udah pas juga bukannya nikah sana"
"kamu tuh sama aja kaya orangtua saya, lah kamu sendiri kenapa belum nikah hayo?
"ya walaupun belum nikah, paling engga kan, saya ga jomblo, ga kaya ibu" ledek nayla
"kurang ajar ya" dita emosi membuat nayla langsung kabur dari ruangan dita
saat jam kantor dita dan nayla selalu menggunakan bahasa formal, lain halnya saat sudah di luar jam kantor, mereka seperti pertemanan pada umumnya
Dengan menggunakan mobil kesayangannya dia menembus jalanan jakarta, karena memang sudah jam pulang kantor tidak heran jika jalanan sudah mulai macet,
Di tengah macetnya jalanan sore itu, dita melihat sepasang anak SMA yang sedang berboncengan dengan motor tepat di sebelah kiri mobilnya, melihat itu dita pun tersenyum, pasangan anak SMA itu mengingatkannya pada satu sosok yang diam diam selalu dia rindukan
bian, dimana dia sekarang, masih di swiss kah, orang paling egois yang aku kenal itu kamu bi, bagaimana bisa kamu menyuruhku menunggu, tapi sama sekali tidak mengabari atau mencari tau tentangku
setelah perpisahan waktu itu, dita sama sekali tidak tau kabar bian, bian menghilang begitu saja, nomer telepon pun tidak bisa di hubungi, bahkan melalui sosial media pun, dita tidak mencoba mencarinya
__ADS_1
Karena dirinya terlalu marah dengan sikap bian saat itu, menurutnya bian terlalu egois, hanya memikirkan perasaanya saja
Meski begitu, nama bian tidak pernah hilang dari hatinya sekalipun dia sudah pernah menjalin hubungan dengan beberapa pria, mungkin itu juga penyebab kenapa hubungannya tidak pernah berjalan mulus
Dita pun sampai di apartemennya, dia tinggal seorang diri disana, hanya ada bi inah yang kerja siang sampai sore saja untuk membersihkan apartemennya
"jenuh juga ya sendirian terus, coba video call luna maya sinta ah" dita pun menyambungkan video call grup dengan sahabat sahabatnya di bandung"
tutttt
tutttt
tutttt
Author: mohon maaf untuk para pembaca, jika ada typo atau
... bahasanya yang kurang nyambung, saya baru pemula yang masih belajar ^-^...
__ADS_1