Titik Temu

Titik Temu
Kecewa


__ADS_3

Dita menatap ke arah bian, dia sampai tersedak saat tangannya di genggam bian, sedangkan bian sama sekali tidak berekspresi apa apa,


Dita pun melepaskan genggaman bian, dia merasa butuh penjelasan atas perlakuan bian,


"gaes gue duluan ya, mau ke toilet" dita langsung pergi meninggalkan mereka, dan tak lama bian pergi menyusul dita


bian menunggu dita keluar dari toilet wanita, dia merasa harus menjelaskan segalanya pada dita, karena dia juga tak tahan, di acuhkan terus oleh dita


"dit"


"kenapa? lo nyusulin gue"


"iya " bian hanya diam di hadapan dita, dia bingung harus memulai darimana


"kenapa lo cuma diam aja si, lo harus ngasih penjelasan, gue ga bisa di giniin" karena tak tahan melihat bian hanya diam, dita pun langsung to the point


"maaf dit" hanya kata maaf yang keluar dari mulut bian

__ADS_1


"lo tuh aneh bi, sebentar bentar baik sama gue, tiba tiba aja berubah dingin, gue punya hati bi, lo ga bisa seenaknya kaya gini" amarah dita pun pecah bahkan dia sampai meneteskan air matanya sedangkan bian hanya tertunduk, dia tak mau melihat air mata dita


"dan sekarang lo cuma diem kaya gini, ngomong bi kalo lo suka sama gue , jangan bikin gue bingung"


"buang buang waktu ya gue ngomong sama lo" dita pun hendak meninggalkan bian, namun bian menarik tangannya dan langsung memeluk dita, dita pun menangis di pelukan bian


saat bian memeluk dita, bian melihat ke arah kanan , disana ternyata ada rio yang sedang memperhatikan mereka, seketika ingatan ingatan dua tahun lalu pun menghampirinya, dia takut yang terjadi pada raka, akan terjadi pula pada rio, dan bian pun langsung melepaskan pelukannya dan berkata


"maaf dit, kalo gue bikin lo bingung, jangan salah mengartikan kebaikan gue, jangan deket deket gue lagi, gue ga mau lo salah paham" bian mengucapkan kata kata yang berlawanan dengan hatinya


pplaaakkk, " gue benci sama lo" dita pun menampar bian dan langsung pergi meninggalkan bian


dita masuk ke kelasnya, dia memasukan buku bukunya ke tas, dia ingin pergi dari sekolah karena memang tidak ada kegiatan apa apa lagi


"lo kenapa kaya abis nangis " tanya luna


"engga ,gue cabut ya"

__ADS_1


"kita ikut" karena merasa ada yang tidak beres dengan dita, ketiga sahabatnya pun mengikuti dita ke dalam mobilnya,


di dalam mobil, tangis dita pun pecah, ketiga sahabatnya berusaha untuk menenangkannya,


"lo kenapa, cerita sama kita" maya berusaha membujuk dita


"iya dit, kita disini ada buat lo, sedih senang,kita bagi bareng bareng" luna pun ikut bersuara


"gue benci sama bian" dita pun mencerita kan semua yang terjadi tadi, antara dia dan bian, cerita dita pun mampu membuat ketiga sahabatnya marah , ya begitulah sahabat, tidak akan terima saat sahabatnya tersakiti,


"gue kasih pelajaran tuh si bian" emosi sinta


"udah gaes, lo semua mau mendengarkan gue juga, udah lebih dari cukup, jangan ada yang bertindak apa apa ya, gue ga mau terlihat lemah dimata bian" dita pun sudah terlihat tenang


" yaudah, kita ngemall aja yu, lupain tuh si cowok aneh itu"


"oke gas" mereka pun melajukan mobilnya untuk bersenang senang berharap dita bisa melupakan masalahnya

__ADS_1


ya itu lah sahabat, saat terluka, temui sahabatmu, tertawa lah bersamanya hingga kau lupa diri


__ADS_2