Titik Temu

Titik Temu
caffe


__ADS_3

ttriiinnggg


bunyi bel sekolah pun berbunyi, tanda jam pelajaran akan segera di mulai, anak anak mulai memasuki kelasnya masing masing, termasuk dita dan sahabat sahabatnya


hari ini tugas kesenian mereka akan di kumpulkan, dan akan di nilai oleh guru keseniannya, mereka pun merapikan karya dari kelompok masing masing, untuk di serahkan pada guru keseniannya


dan tidak sia sia, kerja kelompok dari tim dita dan bian, karena mereka mendapat nilai yang memuaskan


"wihh gila sih, nilai kelompok lo bagus banget dit, puji sinta


"iyaa dong, ga sia siakan kemarin gue pulang sore"


"percaya deh, secara kan di kelompok dia ada bian yang notabenenya murid paling pinter di angkatan kita" saut bara


"nahh itu tau" jawab dita


"eh dit, gimana mau ga pulang sekolah kita ke cafe sana? tanya rio


"hemm yaudah boleh, gue nebeng lu aja ya sekalian , ga bawa mobil soalnya"


"oke siap nyonya, yaudah gue ke kantin duluan ya"


"oke"


karena ajakan rio, membuat sahabat sahabat dita jadi kepo dengan hubungan rio dan dita,


"lo janjian sama rio dit? tanya maya


"kepo lo"


"ihhh serius dit" seru maya


"ga janjian sih, dia ngajakin nongkrong di caffe dekat sekolah itu, ya gue iyain aja"


"kayanya rio suka sama lo deh dit"seru sinta


"hemm maybe"

__ADS_1


"terus kalo dia nembak lo gimana?"


"yaa matilah gue"


"ihh serius anandita nugroho" saut maya


"hehehe ya gue ga tau gaes, ripuh lo pada ah"


"ya lu ada feel ga sama dia?


"dia sih ganteng, jago basket siapa juga cewek yang ga suka sama dia, ya kan"


bian terus menyimak percakapan antara dita dan sahabat sahabatnya, sebenarnya mendengar obrolan mereka membuat hatinya panas, tapi ya sudahlah, bian mah apa atuh (hehehe)


"cuihhhh basket doang, gue juga bisa kalo cuma basket" gumam bian


"hahhh kenapa bi? tanya bara


"apaan?


"lo tadi ngomong apa"


"aneh lo"


dita terus memperhatikan langkah bian saat bian melangkah keluar meninggalkan kelas, sebenarnya dita sengaja berkata seperti memuji rio, karena dia penasaran bian akan bereaksi seperti apa


"dia pergi gitu aja noh , isss mikir apa sih gue, kenapa juga gue jadi pengen di perhatiin sama dia"


karena tugas kelompok kemarin, bian dan dita jadi sering mengobrol, ya walaupun bian ngomongnya ngirit ngirit, tapi itu yang membuat seorang dita penasaran akan sosok bian


rio dan dita sudah berada di caffe yang tidak jauh dari sekolah itu, mereka memilih duduk di kursi area dalam caffe, karena di luar cuaca masih panas, benar kata rio, caffenya bagus, ramai sama anak anak muda yang masih memakai seragam sekolah


"pesen apa dit? tanya rio


"orens juice aja deh"


"ga makan?

__ADS_1


"engga deh, masih kenyang gue"


"oke baiklah"


rio pun memesan dua orens juice dan satu porsi steak kentang, lumayan lah buat nemenin obrolan mereka berdua


hampir satu jam mereka mengobrol panjang lebar, rio tipe orang yang pandai mencari obrolan, membuat obrolan mereka tidak putus putus, ada saja obrolan mereka,dari cerita sekolah, cinta, kuliah, masa depan, dan orang tua


disaat mereka asik dengan obrolan mereka, handphone rio pun berdering, panggilan dari sang mama tertera disana


"hallo ma, apa?


"yaudah rio pulang sekarang"


"kenapa io? panik dita


"mamah gue kepeleset kakinya keseleo seperti gue harus buru buru pulang nih"


"oh yaudah lo pulang aja duluan, biar gue pesen ojek online aja"


"hahh yakin lo, ga bareng gue aja"


"engga usah, sudah cepet sana, kasian nyokap lo"


"maaf ya dit, jadi ga bisa nganter lu dulu"


"santai aja ri"


"yaudah gue pamit ya, kabarin kalo sampai rumah"


"oke , hati hati rio"


setelah rio berlalu, dita mengambil handphone di dalam tasnya ,dia bermaksud untuk memesan ojek online, dan sialnya


"aishhh hp gue mati lagi, lowbet nih pasti"


saat dita kebingungan dengan handphonenya yang mati, ada seseorang yang tiba tiba duduk saja di depannya,

__ADS_1


"kenapa?


"bian"


__ADS_2