
Pemotretan hari ini pun selesai, terlihat mereka sedang merapikan alat alat yang tadi di pakai
Begitu juga dengan bian, dia hendak menghampiri Dita, setelah selasai dengan alat alatnya
Saat dia sedang berjalan kearah dita, tiba tiba saja
Bughhhh.
Dan semua orang disana pun teriak , terlihat bian terjatuh pingsan dengan berlumuran darah .
Besi besar yang di gunakan untuk penyangga penerangan disana tiba tiba saja terjatuh saat pegawai disana sedang merapihkannya, tepat mengenai kening bian yang sedang berjalan .
Dita dan Albi segera berlari kearah bian, Albi meminta pegawai disana untuk segera menghubungin ambulance
Dita menangis dan terlihat sangat panik melihat dahi bian yang berlumuran darah disana.
"Bi bi, sadar bi" sambil menangis dita menepuk nepuk pipi bian
Setengah sadar , bian tersenyum melihat dita di hadapannya, dan langsung tidak sadarkan diri
Setelah ambulan tiba , bian segera mendapatkan pertolongan pertama, dan langsung di larikan ke Rumah sakit terdekat
Dita dan Albi ikut dengan mobil ambulan di sana menemani bian, di dalam mobil pun air mata dita terus saja menetes, dia terus saja menggenggam tangan bian, yang terasa hangat
Albi sendiri terus memperhatikan dita, banyak hal yang harus dia tanyakan pada dita mengenai dirinya dan bian
"Tolong bi, bertahan ya, " Ucap dita sambil menyeka air matanya
"Tenang dit, bian pasti baik baik saja" Albi menenangkan dita
__ADS_1
Bian segera dibawa ke UGD, dia langsung di tangani dokter disana
Dita dan albi sedang menunggu bian yang sedang di periksa oleh dokter
"Dit, bersihin tangan kamu dulu gih, bian aku yang tunggu" Karena tangan dan baju dita penuh dengan darah, albi pun meminta dita untuk membersihkannya dahulu
"Iya Al, titip bian ya" dita pun baru sadar jika baju dan tangan penuh dengan darah
Dia segera membersihkan tangannya, dan menelepon nayla, untuk membawakan baju ganti untuknya
Sementara bian sedang di tangani dokter, diluar ruangan Dita dan albi yang masih termenung, dita yang masih sangat kacau dengan kegelisahannya
"Kamu suka bian ya dit?" dikeheningan tiba tiba saja albi bertanya kepada dita
"Entahlah"
Dan akhirnya dita jadi menangis lagi karena pertanyaan albi
"Aku nyesel al" dita terus saja menangis
"Menyesal kenapa?"
"Seharusnya aku maafin dia, seharusnya aku tidak mengacuhkannya, hanya karena ego ku yang tinggi, aku menyampingkan perasaanku untuknya, aku menyesal al" dan albi pun merangkul dita dan menepuk nepuk pundaknya untuk menenangkannya
"Tenang ya, bian pasti baik baik saja" seru albi
"Yahh sudah pasti kalah nih gue, mundur pelan pelan sih ini mah" seru bian dalam hatinya.
Setelah dita terlihat lebih tenang, albi kembali membuka obrolan disana
__ADS_1
"Jadi cewek dari SMA yang selalu dia bangga banggakan itu kamu dit?"
"Bian itu tiba tiba saja pergi, hanya meninggalkan surat, dah tidak pernah ada kabar, Sampai akhirnya kita ketemu lagi ya pas acara nikahan teman aku itu"
"Oh, pantas saja ,kamu kaya orang syok bangat waktu itu"
"Masa sih"
"Beneran deh, Sebenarnya pas di apartemen kamu itu, aku sedikit mendengar obrolan kalian, dan dari situ juga aku sedikit curiga sih"
"Oh ya"
"Iya, Lalu bagaimana dengan perjodohan kita, bukankah orangtua kita ingin menjodohkan kita"
"Hah, emmmm" Dita terlihat syok dan gugup dengan pertanyaan albi
"Hahahaha, becanda dit, ga usah kaget gitu, mereka memang bermaksud seperti itu, tapi tidak memaksakan kok, ya paling aku jadi patah hati sih"
"Hemm, maaf albi, tapi aku beneran senang kok bisa kenal kamu, punya teman asik kaya kamu"
"yah teman"
"Terus"
"Sodara, kan sebentar sama bian, kamu tidak lupakan kalo dia itu abang sepupu ku"
"Oh iya ya"
Tidak lama , nayla datang dengan membawa pakaian ganti untuk dita, dan dita segera mengganti pakaiannya yang sudah terkena darah tadi.
__ADS_1