
Sepanjang perjalanan pulang bian terus memikirkan ucapan dita mengenai rio, dia terus melajukan motornya sampai tepat di depan sebuah caffe dia pun memarkirkan motornya
"kenapa gue jadi ke caffe ini juga sih, gila emang lu bi" ucap bian pada dirinya sendiri
karena terlalu terbawa dengan pemikirannya sendiri, bian pun malah melajukan motornya ke arah caffe yang didatangi dita dan rio
karena terlanjur berada di caffe tersebut,bian pun memutuskan untuk masuk ke dalam caffe tersebut, dia memilih duduk di kursi yang berada di paling pojok, dari sana dia bisa melihat dita dan rio
sudah satu jam bian terus memperhatikan mereka , sampai dia merasa bosan, dan memutuskan untuk pulang saja, saat bian hendak berdiri, ternyata rio sudah berjalan kearah luar caffe
"loh kok rio pulang duluan, dan itu kenapa dita kaya kebingungan gitu"
dan akhirnya
"kenapa lo?
"bian, kok lo disini?
"ahh tadi lagi lewat tiba tiba haus, yaudah mampir beli minum, ohh iya lu sendirian ? tanya bian pura pura tidak tau
"Tadi bareng sama rio, dia pulang duluan"
"ohh gitu"
"anter gue pulang dong bi" rengek dita to the point
"kenapa ga minta anter rio tadi sih"
"dia buru buru tadi, nyokapnya jatoh harus buru buru kerumah sakit, gue ga enaklah minta tolongnya"
"oh yaudah lah ayo, jangan nyusahin ya"
__ADS_1
"iya tenang aja"
Mereka pun berjalan kearah parkiran, karena memang motor bian terparkir disana
"ayo naik"
"iya"
"pegangan lo"
"jangan curi kesempatan deh"
"apaan sih, ga usah ge'er, gue bawa motor ngebut, nanti lo jatoh gue yang ribet"
"hisshh"
dita pun menurut saja, apa yang dikatakan bian benarnya juga pikirnya, saat lengan dita melingkar di perut bian, bian malah melamun, memperhatikan tangan dita, jantung berdebar seakan ingin loncat dari tempatnya (hehehe)
"ehh iya" gugup bian
motor bian pun melaju, keluar dari parkiran caffe tersebut, di sepanjang jalan, bian hanya diam, bukan tidak ingin ngobrol dengan dita, hanya saja dia sedang mengendalikan perasaannya , sampai akhirnya dita yang memulai obrolan mereka
"bi, setau gue lo anak orang beradakan"
"hemmm terus"
"kenapa lo pake motor tua ini terus, gue yakin bokap lo juga pasti beliin lo mobilkan?
"ini motor almarhum kakek, dulu dia nitipin motornya ke gue, jadi berasa deket aja sama kakek, kalo gue pake motor ini"
"oh cucu kesayangan rupanya"
__ADS_1
"ya maybe"
"oh iya gue denger denger lo rio mei itu satu smp ya?
"iya"
"kenal dekat"
"kenal aja"
"tapi gue rasa mei tuh suka sama lo deh bi"
"masa sih"
"yeee masa lu ga bisa ngerasain sih, dari cara dia ngobrol sama lo aja, gue udah bisa nebak"
"kaya dukun lo, so tau"
"hihhhh"
saat mereka asik dengan obrolannya, tiba tiba langit mendung dan dalam hitungan detik ,hujan langsung turun membasahi jalanan yang mereka lewati
Karena hujannya lumayan deras, akhirnya mereka berdua memutuskan untuk berteduh dulu, di depan ruko kosong di pinggir jalan raya
"kita neduh disini dulu ya dit, gue ga bawa jas hujan"
"iya bi"
Dita tampak kedinginan karena bajunya yang sudah lumayan basah, melihat itu, bian pun membuka jaket yang dipakainya, dan memakaikannya pada dita,.
"ehh ga usah bi"
__ADS_1