
Melihat dita berjalan sendiri di depan gedung, membuat albi datang untuk mendekatinya, daripada bosan menunggu bian, lebih baik ngobrol dulukan sama dita
"Dita" teriak albi
Mendengar namanya di panggil, dita pun menoleh ke arah suara tersebut
"eh kamu masih disini, kirain udah pulang"
"Belum, nungguin bian lama banget, kamu pulang sama siapa"
"Ini mau order taxi online, lagi ga bawa mobil soalnya"
"Ga usah, bareng sama aku aja"
"Enggalah ngerepotin"
"Santai aja lah, ehh itu bian" albi menunjuk kearah bian yang memang sudah berada di dalam mobil
"ayoo" tanpa menunggu jawaban dita, albi langsung saja menarik tangan dita, agar dia mengikutinya
Melihat albi menggenggam tangan dita, membuat bian sedikit terganggu,
"ngapain juga tuh anak pake segala megang tangan dita, dita juga ga ada penolakannya" seru bian
Albi langsung saja membuka pintu belakang mobilnya, dan langsung menarik dia agar ikut masuk dalam mobilnya
"Lo kira gue supir, kenapa gue duduk sendiri di depan" bian yang sudah terlihat kepanasan melihat kedekatan albi dan dita
"oh iya maaf, yaudah gue pindah nih" akhirnya albi pun pindah duduk di kursi depan
Hingga mobil melajupun tidak ada obrolan di antara dita dan bian, sesekali bian melirik dita dari kaca spionnya, tapi yang di lirik cuek saja, malah terlihat sengaja menghindari tatapan bian
__ADS_1
"Jadi kapan balik ke jakarta lagi dit" albi membuka obrolan di antara mereka
"Besok juga udah balik, proyek kita kan sudah selesai, untuk pengiriman, biar orangnya si ayah yang urus"
"oh, ga ketemu lagi dong kita"
"Mampir aja nanti ke kantor kalau kamu lagi ada urusan di jakarta"
"Oke deh, ajak jalan jalan ya"
"siap deh"
"Oh iya kalian kan teman SMA, dulu sekelas ga" albi bertanya kepada dita dan bian
"iya sekelas" jawab albi singkat
"ohh, teman dekat"
"engga"iya" jawab dita dan albi bersamaan
"ya mungkin guenya ngerasa deket sama dia, tapi dita nya engga" jawab albi sedikit ketus , sedangkan dita hanya diam tidak memberi tanggapan
"hahahaha Suka kali dulu lo sama dita" tebak albi
"Cowok mana sih yang ga suka sama dia, hampir satu angkatan, suka sama dia" jawab bian
"Lebay, jangan di dengerin" seru dita
"Ga heran sih dit, sekarang aja masih cantik, SMA nya pasti gemesin" puji albi dan hanya si balas senyuman oleh dita
Melihat ekspresi albi ,yang terlihat mengagumi dita, membuat bian geram, dan dan reflek mendadak menginjak remnya
__ADS_1
Bughhh
"aduh bi, kenapa sih, jadi nge rem mendadak banget, penjol entar nih kepala gue" gerutu albi
"Beli minum sono, tuh ada indoapril" suruh bian
"Bilang dong kalo haus, tunggu bentar" albi turun dari mobil dan membeli minuman untuk mereka, sementara albi pergi, bian pun membuka obrolan dengan dita
"Maaf soal yang tadi di toilet"
Dita tidak menjawab , bukan tidak mendengar ,dia hanya berpura pura sibuk dengan handphonenya
"Dit, aku ngomong loh, kamu masih marah"
Dit
Ditaa
"Anandita nugroho" bian sedikit mengeraskan suaranya
"Berisik, ga usah teriak" akhir nya dita pun membuka mulutnya
"Maaf soal tadi" bian berbicara dengan lembutnya dan membuat dita sedikit tersentuh
"Hemm"
"Dit pliss dong, jangan kaya anak kecil gini, itu sudah 10 tahun berlalu, aku juga sudah minta maaf"
"Kenapa kamu terlihat baik baik saja, padahal baru 10 tahun berlalu" jawaban dita pun mampu membuat bian bungkam, dia tak tau harus berkata apa lagi
.
__ADS_1
.
.