Titik Temu

Titik Temu
permintaan


__ADS_3

Orang kaya selalu mengatakan, jika kebahagiaan itu tidak dapat dibeli dengan uang. Namun, orang-orang yang tidak memliki harta dan kekurangan uang, selalu mengatakan jika ada beberapa kebahagiaan yang dapat dibeli dengan uang. Pada kenyataannya, semua yang dikatakan memang benar, ada kebahagiaan yang tidak dapat dibeli dengan uang. Namun, ada beberapa kebahagiaan yang hanya bisa didapatkan ketika kita memiliki uang.


Tergantung cara kita mensyukuri kehidupan. Ketika kita bersyukur dengan kehidupan yang diberikan Allah SWT kepada kita, maka kita tidak akan merasa kekurangan dan akan merasa bahagia. Karena kebahagiaan itu, tergantung orang yang merasakannya. Ketika kita merasa bahagia, sekurang apapun hidup kita, maka kita akan senantiasa bersyukur dan merasa bahagia dengan kehidupan yang sedang kita jalani.


Seperti halnya anak-anak Mahardika, mereka menyambut kedatangan Lion gang bersama Aretha, Sisil dan juga Bella dengan senyuman bahagia yang tidak pernah luntur sedetikpun. Bahkan pelukan hangat mereka, masih terasa jelas dalam tubuh Aretha.


Setelah membagi kelas sesuai kemampuan dari anak-anak Mahardika, kelas pun akhirnya dimulai. Aretha bersama salah satu anggota Lion Gang bernama Giandra, mengajar pelajaran matematika dasar. Setiap kelas dibagi menjadi 10 orang murid, alasannya supaya perkembangan anak-anak dapat terkontrol dengan baik.


"1+1 berapa?" Tanya Giandra.


"2" jawab anak-anak serempak.


"Bagus, pintar!"


Padahal yang ditanyakan oleh Giandra hanyalah pertanyaan dasar, namun lelaki itu terlihat sangat bangga ketika anak-anak Mahardika mampu menjawab pertanyaannya dengan benar. Aretha menggelengkan kepalanya takjub, sebelum akhirnya berjalan menuju meja guru.


"Kakak punya cokelat, buat yang berani jawab pertanyaan kedepan. Kalian akan dapat cokelat ini" ujarnya seraya menuliskan soal di papan tulis.


Seluruh anak-anak terlihat fokus mengerjakan 5 soal yang diberikan oleh Aretha. Sebelum akhirnya salah satu anak laki-laki berjalan ke depan dan mengerjakan soal dengan percaya diri.

__ADS_1


"Wah? Pinter banget kamu dek" ujar Giandra takjub, tatkala melihat anak itu menjawab pertanyaan yang dituliskan oleh Aretha dengan benar.


"Ini cokelatnya buat kamu" ujar Aretha seraya menyerahkan cokelat miliknya kepada anak kecil itu.


Namun, dibandingkan menerima cokelat yang diberikan oleh Aretha, anak laki-laki itu justru menggelengkan kepalanya "aku gak mau cokelat, aku maunya jalan-jalan ke museum" ujarnya seraya menatap Aretha serta Giandra penuh harap.


"Museum?"


"Iya kak! Kami gak pernah sekalipun pergi ke museum"


Aretha serta Giandra secara bersamaan menatap kearah meja barisan pertama. Seorang gadis berumur sekitar 8 tahunan mengatakan permintaannya dengan penuh percaya diri.


Baik Aretha maupun Giandra, keduanya sama-sama termanung beberapa saat. Tidak menduga jika permintaan itu akan keluar dari mulut anak-anak yang diajar oleh mereka. Sebelum akhirnya Giandra mengegakkan tubuhnya seraya menatap anak-anak dengan percaya diri "minggu depan, kita pergi ke museum" ujarnya lantang.


Giandra mungkin berasal dari keluarga kaya raya, karena itu dia tanpa ragu mengiyakan permintaan anak itu. Jika saja Aretha mengajar sendirian, mungkin gadis itu akan berpikir cukup lama untuk mengiyakan permintaan anak itu. Karena walaupun dia bekerja, uang yang dia miliki belum tentu cukup untuk membawa anak-anak itu ke beberapa museum. Tapi bukan berarti Aretha akan menolak permintaan mereka, mentok-mentok dia pasti akan meminjam uang dari kakaknya. Maklum, untuk jajan saja dia masih minta dari bunda serta kakaknya.


***


"Minggu depan aku dan Giandra akan bawa anak-anak ke museum" ujar Aretha pada kedua sahabatnya.

__ADS_1


"Wah? Kayaknya kamu makin deket aja sama anak itu. Udah move on dari Jovan?" Tanya Bella menggoda.


Aretha mendelik tidak suka mendengar pertanyaan Bella, padahal dia hanya mengatakan akan membawa anak-anak ke museum. Kenapa tiba-tiba mengatakan jika dirinya melakukan pendekatan dengan Giandra. "Apaan sih Bel? Gak nyambung banget" ujarnya kesal.


"Kamu mau bawa mereka ke museum mana aja?" tanya Sisil penasaran.


Beberapa menit Aretha terdiam memikirkan akan membawa ke museum mana aja, sebelum akhirnya secara tiba-tiba seseorang berkata "museum merdeka, museum sri Baduga, puspa iptek, asia afrika, gedung sate" ujar Giandra tepat dibelakang Aretha.


"Astagfirullah" ujar ketiganya bersamaan.


"Jangan kayak gitu dong ngeliatinnya, kayak ngeliat hantu aja"


"Tingkah kamu udah kayak hantu" ujar Bella kesal.


"Hahaha sorry"


"Btw kalian mau ikut gak? Bawa anak-anak didik kalian juga. Urusan ongkos sama tiket masuk mah gampang. Lion Gang yang nanggung" ujarnya setelahnya, seraya menatap Aretha, Bella, dan juga Sisil dengan penuh harap.


"Boleh tuh, itung-itung study tour" jawab Bella dan disetujui anggukkan kepala oleh Sisil.

__ADS_1


"kalian ikut yah? Jangan lupa kosongin waktu kalian minggu depan"


Setelah mengatakan itu, Giandra pun pergi begitu saja, tanpa menghiraukan pertanyaan Bella yang menanyakan hari apa. Karena minggu depan kan ada 7 hari? Seharusnya Giandra mengatakannya dengan pasti. Mungkin lelaki itupun belum memikirkan akan pergi di hari apa. Karena perlu diskusi terlebih dahulu, apalagi Giandra berniat membawa seluruh anak-anak Mahardika.


__ADS_2