Titik Temu

Titik Temu
Makan siang


__ADS_3

Sementara albi asik sendiri dengan pemikirannya, membuat dita terheran dengan sikapnya


"hey Al" dita melambai lambaikan tangannya tepat di wajah albi, karena dari tadi albi hanya diam saja menatapnya


"eh iya" albi yang tersandar ,membuat dia salah tingkah karena pikirannya sendiri


"Kok malah ngelamun, kapan makannya ini"


"oh iya, maaf maaf, yaudah ayo kita jalan sekarang"


Mereka pun keluar dari kantor ,untuk makan siang di salah satu restoran yang cukup terkenal di kota itu,


Tidak memakan waktu lama, mereka sudah sampai di restoran yang dituju, mereka pun di sambut baik oleh pelayan restorannya


"Mau pesen apa dit? tanya albi


"Samain aja sama kamu, aku makan apa aja kok"


"baiklah,"


"Mba nasi timbelnya 2 porsi sama orens juicenya 2 ya" karena memang mereka masuk ke restoran khas sunda, sudah pasti makanan khas sunda tersedia disana


"baik pak, di tunggu sebentar ya" pelayan tersebut pun pergi untuk menyiapkan pesanannya


"ga apakan dit , kita makan berat"


"oh iya ga masalah kok"


Tidak lama pesanan mereka pun datang, dan mereka pun langsung menyantap makan siangnya,


"Wahh ini sih, asli enak banget" puji dita


"iya dong, sudah ku duga, kamu pasti suka"


"Pasti sering makan disini ya?"


"ya lumayan seringlah, oh iya kamu udah lama stay di jakarta?"


" Lumayan, dari semenjak lulus SMA, kuliah di sana dan sampai sekarang masih disana, sering bolak balik kesini juga"

__ADS_1


" Tinggal sama siapa disana?"


"Sendiri, di apartemen"


"Kalo aku lagi ada kerjaan disana, boleh dong mampir, ajak jalan jalan lah disana"


"hemmmm, oke berkabar aja kalo lagi ke sana"


"oke siap nyonya"


Karena proyek kerjaan itu, mereka pun jadi terlihat semakin dekat, tidak ada lagi kecanggungan saat mereka sedang berbincang,


Setelah makan siang, mereka pun balik ke kantor, karena mobil dita masih berada di kantor albi,


Setelah sampai disana, dita pun langsung pamit untuk pulang sekarang juga.


"Terimakasih atas makan siangnya, aku pulang dulu ya"


"Oke sama sama, bolehkan kalau aku ngechat kamu, bukan masalah kerjaan?" tanya albi sedikit ragu


"Maksudnya?"


"ohhh, ya no problem"dita langsung pamit dan tersenyum pada albi


"ohh tuhan, indah sekali ciptaan mu ini "


.


.


.


Setelah dari kantor albi, dita pun langsung melajukan mobilnya kerumah sinta, karena besok acara pernikahannya akan berlangsung


Sebagai sahabat, dita ingin bertemunya untuk menghabiskan waktu bersama, sebelum sinta menjadi seorang istri,


Tidak butuh waktu lama, dita sudah berada di kediaman sinta, rumahnya terlihat ramai, karena sudah banyak sanak saudara sinta yang datang kesana.


Walaupun acaranya di adakan di gedung yang tidak jauh dari sana, tetap saja dirumah sudah ramai, sanak saudara yang berkumpul

__ADS_1


"Assallamuallaikum" Dita pun mengucapkan salam kepada orang orang yang disana, tidak ada yang mengenal dita, dan tidak lama ada salah satu wanita paruh baya yang keluar dari dalam, langsung mengenali dita


"Walĺaikumsalam, ehh neng dita" Wanita paruh baya itu, ibunya sinta , walaupun sudah lama dita tidak berkunjung kesana, tapi ibunya sinta masih mengenalinya


"iya tante, tante sehat?" dita pun langsung menyalaminya dengan takjim


"Alhamdulillah sehat, ari kamu kumaha? damang? sinta bilang ,kamu udah jadi ceo, hebat ihh kamu teh"


"Alhamdulillah sehat, ah sinta nih lebay kalo cerita"


"Ah kamu mah, sok merendah, ya sudah sana langsung kekamar sinta aja, kamarnya masih yang dulu kok"


"hehehe, baik tante, saya permisi ya" dita pun masuk untuk bertemu sinta


Setelah sampai di depan kamar sinta, dita pun mengetuk pintunya, setelah mendengar sautan dari dalam sana, dita langsung membuka pintunya untuk masuk


"Ceilahh pengantin, dikamar mulu" ledek dita


"Ahhh ditaaa qu, kenapa ga bilang sih mau kesini sekarang, kan gue bisa kedepan tadi"


"Sengaja , kan kejutan, mau ngabisin waktu sama perawan yang sebentar lagi jadi ga perawan hehehe" ledek dita


"Sialan, ngeledek lo ya, asli ya gue groginya dari sekarang"


"Ya pastilah, inikan pertama buat lo, akhirnya ya dari SMA bisa serius juga si bara"


"Iya dong , Tenang aja, feeling gue , ga lama lagi lo bakal ketemu cinta di masalalu"


"Ngarang lo"


"Kalo beneran ketemu, lo mau apa?" sebenarnya sinta sudah tau dari bara, jika bian akan hadir di pernikahannya, hanya saja dia masih merahasiakan itu dari dita


"Ya ga mau apa apa, gila kali 10 tahun gue sama sekali ga tau kabar dia, gue disuruh nunggu dia tapi dia ga ada niatan buat ngasih gue kabar tuh"


"Itu kenapa setiap lo punya hubungan selalu kandas gitu aja, karena disini masih ada dia kan" Sinta pun mengarahkan telunjuknya pada hatinya


"ahhh ga tau ah, udah jangan bahas dia" dita pun mengalihkan pembicaraan mereka


Waktupun mereka habiskan untuk bercerita dan bercanda, hingga waktu sudah mulai gelap, dita berpamitan untuk pulang .

__ADS_1


__ADS_2