Titik Temu

Titik Temu
Hati yang terusik


__ADS_3

Dengan menggunakan setelan kantor dan sepatu high heels yang terlihat sangat cocok di pakai dita, dia berjalan dengan anggun ,tapi tidak menghilangkan aura ketegasannya sebagai pemimpin perusahaan


Dia berjalan memasuki kantornya, karena tadi pagi dia sudah tiba di jakarta, dan diapun memutuskan untuk kekantor hari ini juga, karena banyak pekerjaan yang harus di periksanya


Di lobi kantor, sudah terlihat nayla sekretarisnya yang menyambut kedatangannya, karena hampir 3 minggu dita di bandung,nayla pun sempat kewalahan mengurus kantor pusat


"Selamat pagi bu, akhirnya balik juga si ibu, bagaimana liburannya, menyenangkan bukan" nayla sengaja menyindirnya, karena memang sudah berteman lama, sudah tidak sungkan lagi jika mereka sering bercanda, di sela sela pekerjaan mereka


"Mana ada liburan, saya kerja disana" dita menaiki lift untuk menuju ke ruangannya dan di ikuti oleh nayla di belakangnya


Setelah sampai diruangannya, nayla langsung menunjukan berkas yang harus di periksa


"oh ya bu, hari ini kita ada meeting dengan fotografer yang saya ceritakan tempo lalu"


"hasil fotonya yang kamu tunjukan ke saya waktu itu kan"


"Iya bu, hasil jepretannya sudah tidak di ragukan"


"Ya sudah kamu atur saja, oh ya dimana kita meetingnya"


"Kebetulan beliau bersedia untuk datang ke sini, Jadi lebih baik kita meeting di ruang meeting kantor ini saja"


"oh ya, bagus lah, ga usah repot kan kalo gitu, good job nay"

__ADS_1


"Terimakasih, kalau begitu saya permisi keruangan saya bu" nayla pun meninggalkan ruang dita


Dan dita melanjutkan pekerjaannya, memeriksa semua berkas berkas yang perlu tanda tangannya. di sela sela pekerjaannya, terlintas di pikirannya, sosok bian yang tiba tiba kembali , ya bertemu kembali dengan bian, nyatanya mengusik kembali hatinya


"hadehh, kalo gini caranya, ga bisa fokus ini gue kerja, bian brengs*k emang" Dita terus saja mengutuk dirinya


Sudah hampir 2 jam dita berjibaku dengan kertas kertas, hingga pintu ruangnya di ketuk oleh nayla, dan pandangan dita pun beralih kearah pintu


"Bu, fotografernya sudah menunggu di ruang meeting" ucap nayla


"Huft, ya sudah ayo" dita pun berjalan kearah ruang meeting dan di ikuti oleh nayla


Dan saat menuju kesana, tiba tiba nayla izin untuk ketoilet sebentar


"Ibu duluan ya, saya ke belet banget nih, mau ke toilet dulu"


Saat dia membuka pintu ruang meeting, terlihat satu sosok laki laki yang duduk membelakanginya dan dita pun menyapa terlebih dahulu


"Selamat siang, mohon maaf sudah membuat menunggu" sapa dita


Mendengar suara yang menyapa, pria tersebut pun membalikkan tubuhnya, untuk berhadapan dengan orang yang menyapanya


degh

__ADS_1


Hening,


"Kenapa bian ada disini" dita bertanya tanya dalam hatinya


Sampai pintu ruangan tersebut terbuka, dan memecahkan keheningan disana


"Permisi" nayla yang selesai dari toilet ,langsung bergabung di antara dita dan bian


"Bu ini fotografer yang saya ceritakan" nayla memberitahu dita akan sosok bian


"What, jadi gue harus bekerja sama dengan dia" dita bergumam dalam hatinya


"pak bian, ini ceo perusahaan kami" dan nayla juga memperkenalkan dita pada bian


"Anandita nugroho"


"Fabian darmawan"


Mereka berdua pun bersalaman, seakan itu pertemuan pertama mereka.


Sebenarnya yang kaget atas pertemuan itu hanya dita, bian sendiri sudah tahu, jika dita ceo di perusahaan itu, karena itu salahsatu alasan kenapa bian mau bekerja dengan perusahaan tersebut, semata mata agar bisa lebih dekat dengan Dita, berharap dita bisa kembali membuka hatinya .


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2