Titik Temu

Titik Temu
Kontrak Kerja


__ADS_3

Sehari setelah kepulangannya di indonesia, bian mendapat tawaran pekerjaan di salah satu perusahaan yang bergerak di bidang fashion di daerah jakarta


Bian sendiri sempat terkejut mendapat tawaran tersebut, karena perusahaan yang memintanya untuk bekerja sama, adalah perusahaan keluarga anandita


Ya bian tahu persis, itu perusahaan yang di pimpin oleh dita, karena selama ini, bian tau segalanya tentang dita, dan bian pun tidak melewatkan kesempatan itu, mungkin saja itu bisa jadi jalannya untuk bertemu dita lagi, pikirnya waktu itu


Tanpa menunggu lama, bian langsung membalas email dari sekretarisnya dita, dia menyatakan bahwa dia bersedia untuk bekerja sama


Dan selang 2 hari, dari percakapannya melalu email, mereka pun bertemu untuk tanda tangan kontrak perjanjian, saat itu bian berfikir untuk bertemu dengan dita hari itu


Namun kandas, ternyata yang ada hanya nayla, sekretaris dita, nayla sendiri menjelaskan jika dia yang mengiriminya email, dan semua sudah atas persetujuan ceo nya, dan dia juga meminta maaf ,karena ceo nya belum bisa bertemu langsung, karena ada hal lain yang mendesak


Namun ternyata, bian dan dita bertemu di bandung, di acara pernikahan bara dan sinta, saat melihat sikap dita, bian pun mengurungkan niatnya untuk memberitahunya, jika dia bekerja sama dengan perusahaannya


Dan hari ini, pertemuan mereka di perusahaan dita, sangat membuat dita terkejut, bagaimana bisa yang sedari tadi dia maki di dalam hatinya, sekarang berada di hadapannya, di perusahaannya


"Nay ,bisa kita bicara sebentar, maaf tuan fabian, kami permisi sebentar" dita dan nayla pun keluar sebentar untuk berdiskusi


"Gimana bu , gantengkan, meleleh aku tuh kalau liat tuan bian" nayla malah memuji bian di hadapan dita


"Matamu itu ya, kenapa kamu ga bilang, jika dia yang menjadi foto grafer kita"

__ADS_1


"Loh kan saya sudah email ibu, waktu ibu di bandung, dan ibu menyutujuinya dan meminta saya untuk mengurusnya"


"Ga mau, batalin pokoknya"


"Tapi kita sudah teken kontrak bu, bisa kena finalti kita"


"Apa, kenapa kamu bilang"


"Saya sudah bilang bu, Coba ibu cek email lagi"


"Aishhh, ya sudahlah" akhirnya mereka kembali masuk, untuk melanjutkan meeting dengan bian


"Maaf tuan bian ,sudah buat menunggu" nayla menyapa bian


"Baik lah, kita mulai untuk meetingnya" mode serius dita


"Begini tuan bian, ini produk terbaru kami" Dita menunjukkan beberapa pakaian terbaru karyanya, yang siap si luncurkan


Dan dita pun menjelaskan konsep apa yang dia mau, dan dia juga menunjukan beberapa model wanita dan pria, yang ikut bekerja sama dengannya


Bukannya fokus mendengarkan, bian malah seakan terpesona dengan cara dita menjelaskan, dia kagum dengan sosok dita, dita yang dulu dia kenal, ceria sering bercanda, ternyata bisa seserius ini saat bekerja

__ADS_1


Pantas saja dia bisa menjadi ceo di usia semuda ini, sadar dirinya terus di perhatikan bian, membuat dita sedikit gugup, dan dia pun berdehm untuk menetralkan kembali suasana hatinya


Ehmm


"Bisa di pahami tuan bian" tegas dita


"Oke saya paham"


"Untuk waktu dan tempatnya, nanti akan di urus nayla"


Meeting mereka pun selesai, dan waktu sudah menunjukan jam makan siang, bian berniat untuk mengajak dita makan bersama,


"Sudah jam makan siang, bagaimana jika kita makan bersama" ajak bian


"Baiklah, kebetulan hari ini kita sudah tidak ada jadwal bu" baru saja dita ingin menolak, tapi nayla sudah terlebih dahulu mengiyakan ajakan bian dan mau tidak mau dita pun harus ikut makan bersama


Dan mereka menuju cafe yang ada di depan kantor dita, hanya perlu jalan kaki untuk ke cafe tersebut


Nayla terus saja mengajak bian untuk berbincang hal hal yang menurut dita tidak penting, dan itu terlihat jelas jika nayla tertarik pada bian


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2