Titik Temu

Titik Temu
Pertemuan yang tidak di sengaja


__ADS_3

Bian Albi sedang berada di depan lift, dan albi terkejut saat pintu lift terbuka di depannya


"Dita" panggil albi


"Kamu" tak kalah terkejutnya dita melihat bian dan albi disana, terutama bian, melihat bian ingatannya langsung menuju pada ciumannya kemarin


Albi dan bian pun langsung masuk ke dalam lift, banyak pertanyaan yang albi tanyakan disana,


"Kamu tinggal disini juga dit?" tanya albi, dia merasa senang bisa bertemu dita disini


"Iya, kamu lagi liburan atau ada pekerjaan disini" saut dita


"Liburan disini, kamu janji loh, mau ajak aku jalan jalan" albi menagih janji dita tempo lalu


"Iya al, kita bisa keliling mall atau nonton bioskop saja"


"Oke, kemana saja, aku ga nolak asal sama kamu"


Dita hanya tersenyum menanggapinya, tapi disana bian merasa jengkel pada albi, yang terlihat sedang berusaha mendekati dita


"Kamu mau kemana dit" tanya albi


"Mau cari makan didepan"


"Oh ya, ya sudah bareng sama kita aja gimana" ajak albi


"Hemmm" Dita nampak sedang berpikir, karena mau bagaimanapun dia masih sedikit canggung bertemu bian

__ADS_1


"Ayo lah, kapan lagi kita makan bareng"


"Memang kalian mau makan apa" tanya dita


"Apa aja, kita ikutin kamu aja"


"Oh ya sudahlah


Akhirnya dita mengajak mereka berdua, makan di warung pecel ayam, di depan apartemennya, pedagangnya pun sudah mengenal dita, karena memang dita sering makan disini


"Eh si neng, kaya biasa neng" si penjual pun sudah tahu, apa yang biasa di pesan dita


"Iya mang, 3 porsi ya, samain aja" jawab dita


Mereka bertanya satu sama lain, sambil menunggu pesanan mereka yang belum datang, terutama albi, yang banyak bertanya pada dita


"Baru tadi pagi, aku baru mau telepon kamu, eh taunya kita malah ketemu, kamu tinggalnya beda 1 lantai aja lagi dari tempatnya bian"


"Iya, kebetulan sekali ya"


"Dan si curut bian ini, engga bilang kalau kamu tinggal di apartemen yang sama"


"Oh ya"


"Iya" .


Akhirnya pesanan mereka pun datang, mereka langsung menikmati makanan mereka, sekalipun dari keluarga terpandang, mereka terlihat sangat menikmati makanan pinggir jalan, tidak ada gengsi disana

__ADS_1


Sejujurnya dita sedikit merasa canggung, apalagi saat ini posisi bian dan dita berhadapan, sebisa mungkin dia bersikap biasa saja, walaupun pikirannya terus terbayang kejadian semalam


"Kamu mau nambah dit? melihat makanan dita sudah habis, bian pun menawarkan lagi makanan padanya


"Engga, kalian kalau mau tambah silahkan" jawab dita


"Emang mau tambah kamu bi? tanya albi


" Engga kok" dan albi pun hanya ber oh ria menanggapinya


"Aku pulang duluan ya, cape nih" karena merasa perutnya sudah terisi, dita bermaksud pergi , untuk menghindari bian


"Ya kita juga pulang aja al , ngantuk gue, besok ada kerjaan"


"hadehh besok ada meeting sama dia lagi , ketemu lagi dong gue, hati tolong biasa saja, pleasee " dita seakan bernegosiasi dengan hatinya sendiri


"Oh yaudah,kita juga ikut pulang juga dit" saut albi


Mereka segera memasuki apartemen yang mereka tempati, dengan menaiki lift, mereka menekan tombol lantai mereka masing masing, kebetulan di dalam lift itu hanya ada bian dita dan albi


Mereka berdiri dengan posisi albi yang berada di tengah tengah antara bian dan dita , saat itu albi dan dita masih berbincang perihal apapun,


Bian hanya diam saja, dan tanpa di duga dita, bian menggenggam tangan dita, dibelakang tubuh albi, dan albi sendiri tidak sadar akan itu, karena memang albi, bian dita berdiri berdampingan dan albi masih sibuk bercerita apa saja pada dita .


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2