Titik Temu

Titik Temu
Perhatian kecil


__ADS_3

"Lu gak apa" dit? tanya bian


"engga, bi bahu lu itu"


karena posisi bian yang duduk di hadapan dita, bian jadi melihat saat ibu kantin tersandung, dan dengan sigapnya, dia langsung mengahalangi kepala dita dengan badannya, sehingga kuah baksonya tumpah tepat di bahu kanannya,


Dengan wajah paniknya, dita langsung berdiri dan membersihkan bahu bian dengan tisu yang tersedia disina, teman teman yang lainnya tak kalah kaget dengan kejadian tersebut


"ya ampun, maaf maaf ,saya tidak sengaja, tadi kaki saya sedikit tersandung" kata ibu kantin merasa bersalah


"tidak apa apa bu, panas sedikit saja, nanti juga hilang" jawab bian


"sekali lagi saya minta maaf"


bara yang duduk di sebelah bian pun ,tak kalah terkejut, saat melihat bian dengan refleknya berdiri melindungi dita dari tumpahan kuah bakso yang panas itu, dan ikut membantu dita membersihkan bahu bian,


"ga apa apa lu bi? tanya bara


" engga kok, sudah sudah lu pada duduk lagi aja, lanjutin makannya gue mau ke toilet dulu"


bian langsung berjalan menuju toilet, disaat teman temannya sedang menikmati makanannya, dita justru memikirkan bian, merasa khawatir dan bersalah,


"gaes gue duluan ya"


tanpa menunggu jawaban dari teman temannya, dita langsung pergi untuk menyusul bian,


saat dita sampai di depan toilet cowok bersamaan dengan bian yang selesai membersihkan bajunya,


"bian, masih panas ga bahunya? Ada luka ga? tanya dita dengan khawatir

__ADS_1


"engga, ngapain sih lu kesini?"


"ish gue khawatir, lu begini juga karena nolongin gue"


" gak apa", udah sono lu"


Saat bian akan berjalan meninggalkan dita, dita justru menarik kerah baju bian, untuk melihat bahunya,


"astaga bian, bahu lu sampai merah begini ,bisa bisanya lu bilang ga kenapa, ini harus si obatin"


"apaan sih, lebay deh lu" jawab bian sambil berjalan meninggalkan dita


Seolah tidak mendengar perkataan bian, dita langsung saja menarik tangan bian, dan membawanya ke UKS sekolah


"apaan sih, mau bawa gue kemana sih lu" sewot bian


Setiba di uks, dita langsung mencari obat untuk luka bakar,


"Sini lu, ini obatnya"


bian menurut saja , menghampiri dita yang sudah siap dengan obatnya


dengan telaten dita mengoleskan salep untuk luka bakar, pada bahu bian


"lu ngapain nolongin gue sih, bahu lu jadi luka gini kan"


" dari pada kepala lu yang kena, itu lebih bahaya, mending kena bahukan"


"iya sih, hufh sudah selesai nih"

__ADS_1


"terimkasih"


Karena bel istirahat sudah berbunyi mereka pun langsung kembali ke kelas mereka, dan saat sampai di kelas, terlihat mei berdiri disamping kursi bian,


"Kata anak anak, bahu lu kena kuah panas, ga apa kan bi? tanya mei dengan rasa khawatir


"hemm" jawab bian dengan dinginnya tanpa melihat kearah mei


merasa dirinya di cuekin bian, mei akhirnya kembali duduk ke kursinya


dita yang melihat mei begitu mengkhawatirkan bian, menimbulkan rasa penasarannya, hubungan apa antara mei dan bian


"kenapa mei begitu khawatir ya, ada hubungan apa ya mereka, ah gue jadi penasaran"


Sesuai rencana mereka, hari ini bian dita rio dan mei akan mengerjakan tugas kelompok, mereka berencana mengerjakan tugas di kelas saat jam belajar selasai,


Mereka sudah mengumpulkan limbah yang bisa di buat karya seni dan membawa alat alat yang di butuhkan,


2 jam mereka mengerjakan tugas mereka, sampai akhirnya


"ahhh finaly, indah sekali karya kita, pasti bagus nilainya" kata dita dengan bangganya sambil terus tersenyum melihat karya buatan mereka


"iya dong, ide siapa dulu" jawab rio


"iya iya, rio emang terbaik" puji dita


Tawa bahagianya dita, ternyata tidak luput dari pandangan bian, tanpa dia sadari, ternyata bian ikut tersenyum saat melihat dita tertawa bahagia


"gue baru liat lu tersenyum tulus kaya gini lagi bi"

__ADS_1


__ADS_2