
Sudah beberapa hari ini, dita membantu pekerjaan ayahnya di kantor, dia sudah mendesign dan mengirim hasilnya pada albi , melalui emailnya, hanya saja belum ada jawaban dari albi
Saat dia sedang fokus dengan pekerjaannya, handphonenya berdering, satu panggilan masuk dari nomer tidak di kenal
"hallo, selamat siang" dita menjawab panggilan di telepon selulernya
"Selamat siang, dengan dita kah?
"iya saya, mohon maaf dengan siapa saya bicara?
"ini aku albi, ga usah formal banget gitu dong" albi mencoba mendekatkan diri pada dita
"ohh albi, kirain siapa, pasti mau membahas email yang tadi aku kirim ya?
"iya nih, maaf tadi aku langsung minta nomor kamu ke om rama, karena lebih mudah aja ngobrolinnya, kalo langsung telpon kamu kaya gini"
"engga apa kok, santai aja al, jadi gimana menurut kamu, setujukah dengan design yang tadi aku kirim"
"ya setuju, puas banget dengan hasil designnya, pantesan aja perusahaan kamu maju banget, orang yang designnya jago banget"
"terimakasih atas pujiannya tuan albi hehehe" dita pun sudah mulai bisa bercanda dengan albi
"Terus untuk bahan yang di gunakannya seperti apa?
"Dan untuk bahan ,Aku bisa tunjukan langsung contoh bahannya, besok mungkin kalo kamu senggang, aku bisa mampir kesana, untuk menunjukan beberapa bahan"
"Tentu saja bisa"
__ADS_1
"baiklah, untuk waktunya besok aku telpon lagi"
"baiklah"
Setelah sambungan terputus, dita melanjutkan kembali pekerjaannya, lain halnya dengan albi, albi malah senyum senyum sendiri, setelah panggilan itu berakhir
Melihat kecantikan dan keanggunan dita, membuat albi terpesona saat pertama kali melihatnya, membuat dia menginginkan untuk mengenal dita lebih dekat lagi
.
.
.
Esok harinya
Dita sudah dalam perjalanan menuju kantor albi, sebelumnya dita sudah menelpon , mengabari jika dia sudah dalam perjalanan kesana
"Selamat siang, bisa bertemu dengan pak albiru"saat dita sedang bertanya pada resepsionis itu, pintu lip di lobi itu terbuka, dan memperlihatkan seorang albi disana
Belum sempat karyawannya menjawab , albi sudah terlebih dahulu menyapa dita
"hay dita, kamu sudah sampai rupanya, sama siapa kesini? sapa albi
"hay, aku sendiri kesini" jawab dita seraya mengulurkan tangannya untuk bersalaman
Albi pun langsung membawa dita keruangannya, mereka akan membahas masalah bahan yang akan di gunakan
__ADS_1
"Mau minum apa dit"
"Bebas aja aku mah"
"oke"
Albi pun memberikan minuman soda yang tersedia di kulkas , karena memang di ruangan albi tersedia kulkas, sehingga banyak minuman dingin disana
Dita pun langsung menunjukan beberapa pilihan bahan, yang akan di gunakan, dan albi langsung menyetujui, bahan yang di rekomendasikan dita
Karena waktu sudah menunjukan jam makan siang, maka albi berniat untuk mengajak dita makan siang bersama
"Ini sudah jam makan siang, kita ke resto di depan kantor ini yu, makanannya enak enak loh dit" ajak albi
"masa sih, hemmm" dita pun terlihat berpikir
"aku jamin kamu pasti suka, aku yang traktir deh"
"kalo di bayarin, aku sih yes, hehehe" dita pun sedikit bercanda dengan albi
Kepribadian dita yang humoris dan cepat akrab dengan siapapun, membuat albi merasa nyaman saat berbincang dengannya
dan memang albi, sudah terpesona dengan dita saat pertama kali bertemu
"udah cantik, humble, aduh senyumnya bikin hati aa deg degan neng" melihat senyum dita membuat albi bergumam dalam hatinya
.
__ADS_1
.
.