Titik Temu

Titik Temu
Kedatangan albi


__ADS_3

Hari sudah larut malam, tapi dita masih tetap terjaga, bayangan bian yang tiba tiba menciumnya, terus menari nari di pikirannya membuat dia sulit untuk memejamkan mata


"Apa apaan dia, kenapa bisa seenaknya menciumku" dita terus saja merutuki bian, hingga lelah dan mulai terlelap dalam tidurnya


Memang sulit, menjauh dari orang yang selalu di rindukan, sekuat apapun melangkah, bayangnya terus saja mengikuti, apapun yang di lakukan, selalu mengingatkan pada sosoknya


Seperti itu yang dirasakan dita saat ini, apalagi saat ini bian selalu ada di sekelilingnya, bagaimana mungkin dia harus menahan rasa, saat sedang berhadapan langsung dengan bian


Begitu pula dengan bian, setelah mencium dita, dia tak bisa memejamkan matanya hingga dini hari, pikirannya terus saja pada dita.


Bagaimana harus menghadapi dita besok, harus kah dia meminta maaf, akan kah dita menjauhinya karena keberaniannya tadi


Sejauh apapun bian pergi, selalu dita yang ada dalam ceritanya, pernah terpikirkan untuk menyerah akan dita, saat mendengar kabar, dita mempunyai kekasih, saat itu pula, semangat dirinya untuk menyembuhkan mental redup begitu saja


Tapi saat ini, saat berhadapan langsung dengan dita, membuat rasa yang selama ini dia tahan, memuncak begitu saja, rasa ingin memilikinya begitu besar,


Pertahanan dia untuk menahan rindunya, tak tertahankan lagi, reflek mencium dita, untuk menyampaikan segala rindunya, berharap dita bisa memahami, tapi ternyata dita masih belum bisa menerimanya


.


.


Hari sudah pagi,tapi dita masih terlelap di bawah selimutnya, mungkin karena malamnya dia sulit untuk memejamkan mata


tring tring tring


Suara alarm dari handphonenya ,membangunkan dia


"Astaga sudah siang" dita langsung berlari untuk mandi dan bersiap untuk kekantor


Karena jam sudah menunjukan jam 8:30 , dita langsung saja tancap gas ke kantor, dan melewatkan sarapannya, tak lupa dia menelepon nayla, untuk membelikannya sarapan, karena butuh isi perut untuk melewati hari yang melelahkan

__ADS_1


"Pagi bu" sapa nayla, yang sudah sedari tadi berada di mejanya


"Pagi, sarapanku dimana nay?" tanya dita


"Sudah saya siapkan di meja ibu"


"Oke terimakasih nay" dita berlalu memasuki ruang ceo disana


Lain halnya dengan bian, hari ini dia tidak ada kegiatan di luar, karena meeting dengan model yang sedang di garapnya dengan perusahaan dita,akan di laksanakan besok


Hari ini dia hanya duduk menatap laptopnya, menunggu seseorang yang katanya akan datang menemuinya


ting tong


Orang yang di tunggu bian pun datang , dan bian membukakan pintu untuk tamunya itu


"hayy broo" Sapa albi, ya albi yang mengunjungi bian, karena setelah tau bian pergi, albi terus merengek meminta alamat bian, dia ingin liburan ke ibu kota


"Iya dong, kan gue dari pagi perginya"


"Ini koper lo gede bangat, berapa hari emang disini"


"Kurang lebih satu minggu"


"Hahhh, tapi gue disini kerja, ga bisa nemenin lo"


"Tidak masalah, biarkan adikmu ini menemani kerja mu bang" karena albi memang adik sepupu bian hanya karena mereka seumuran, albi tidak memanggilnya abang


"Ishhh"malas bian


Albi sengaja datang mengunjungi bian, untuk berlibur disini, sekaligus dia ingin berjumpa dengan dita,

__ADS_1


Setelah masuk ke dalam apartemen bian, tidak sengaja, albi melihat map, yang berisikan surat kontrak kerja, dia melihat nama perusahaan yang tercantum disana


"Ini kan perusahaannya dita, lo kerja sama dia"


"Hemmm"


"Serius"


"Iya"


"Gila, pokoknya kalau lo kesana, gue harus ikut"


"Dih, mau ngapain, ngeribetin tau"


"Jadiin gue asisten lo"


"Gue ga butuh asisten"


"Ga mau tau, pokoknya gue harus ikut" albi terus saja memaksa, membuat bian hanya menghelakan nafas panjang


Dan hari ini, mereka hanya berdiam di apartemen, mereka mengisi harinya untuk bermain game disana, karena bian dan albi memang gemar bermain game,


Hingga hari sudah mulai gelap, Albi mengajak bian untuk keluar mencari makan


"Keluar yu, Bosen nih, kedepan apartemen ini aja, banyak tukang makanankan, sekalian menikmati udara malam lah" ajak albi yang memang sudah mulai merasa lapar


"Ya sudah, ayo gaskeun" bian yang juga sudah merasa lapar, langsung mengiyakan ajakan albi


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2