
Pagi ini, albi sudah berpakaian rapih, dia sengaja memasang alarm di handphonenya, agar bisa bangun tepat waktu, dan bisa ikut bian untuk motret di kantor dita
Diruang tamu, bian sudah rapih, terlihat dia sedang menyiapkan alat alatnya untuk kerja hari ini, dan albi datang menghampiri
"Ayo gue udah siap. seru albi
"Semangat amat lo.
"Iya dong, kan mau bantuin lo.
"Modus lo.
Dan mereka segera menuju parkiran, rupanya sudah ada dita disana, semalam memang mereka berencana akan berangkat bersama , lebih tepatnya sih karena pemaksaan.
.
.
Pukul 8:30 sudah sampai dikantor dita, terlalu pagi memang, karena jadwal pemotretan akan berlangsung pukul 10.00 , albi dan bian pun mengikuti langkah dita menuju ruangannya
"Selamat pagi bu, pak. sambut nayla yang memang sudah berada di mejanya
"Nay tolong sediakan sarapan dan kopi untuk tamu saya ini. ucap dita pada nayla
"Baik bu, ibu sarapan kaya biasa juga.
"Iya kaya biasa aja.
__ADS_1
Setelah dita memasuki ruangannya, nayla segera menghubungi office boy disana, untuk menyediakan pesanan dita tadi.
"Kalian duduk aja dulu disana ya, aku ada beberapa kerjaan yang harus di periksa. ucap dita kepada bian dan albi
"Oke , kami tidak akan mengganggu. ucap bian seraya melangkahkan kakinya ke arah sofa yang ada di ruangan dita
Dita segera membuka laptopnya, melihat email yang masuk dan memeriksa beberapa berkas yang ada di mejanya
Tidak lama, ada office boy yang datang membawakan kopi dan sarapan untuk mereka
"Terimakasih. ucap bian pada office boy tersebut, dan di bales dengan anggukkan kepalanya
"Dit, sarapan dulu sini, kerja mulu kamu. ajak albi
"Iya sebentar, nanggung nih, kalian mulai duluan aja. jawab dita
"Sarapan dulu, kerja butuh tenaga. ucap bian dengan lembut seraya menutup berkas yang sedang di baca oleh dita
"Iya. diperlakukan seperti itu mampu membuat dita gugup dan jantungnya berdetup kencang
Dita dan bian pun bergabung dengan albi, untuk menikmati sarapannya disana
Setelah sarapannya selesai, dita melanjutkan pekerjaannya yang belum selesai, sedangkan bian dan albi, di antar naura ke tempat pemotretan mereka, bian meminta untuk melihat lihat dulu tempatnya sebelum acaranya di mulai
Nayla sendiri sedang memantau kembali outfit mana saja yang akan di pakai pemotretan hari ini, team make up pun sudah hadir, hanya menunggu modelnya yang katanya sebentar lagi sampai
Tidak menunggu lama,Dinda sang model pun sudah datang, dan langsung melakukan make up, karena waktu memang sudah menunjukan pukul 09:30 pagi.
__ADS_1
Dita yang sudah menyelesaikan pekerjaannya pun, langsung ikut bergabung disana, dia memantau semuanya, agar berjalan sesuai dengan hasil meeting kemarin
Pemotretan pun sudah berlangsung, bian terlihat memberi arahan pada sang model. keseriusan bian saat sedang bekerja, membuat dita diam diam terus memperhatikannya.
"Kerenkan dia. seru albi yang mengejutkan dita
"ehmmm,lumayan.
"Aku yang cowok aja, kagum kalau liat abangku itu, tapi anehnya sampai sekarang masih aja jomblo, padahal setau ku, waktu kuliah banyak cewek yang ngejar dia. cerita albi.
"Masa sih, dia gay mungkin. canda dita
"hahaha, engga lah, dia pernah cerita ,hatinya masih sama cinta pertamanya dulu di SMA, katanya ada kisah yang belum selesai, lebay banget emang dia tuh.
Degh
Mendengar cerita albi, membuat jantung dita berdetak cepat
"Oh iya kaliankan satu SMA, masa sih ga pernah denger dia pacaran gitu, atau dekat sama cewek. tanya albi
"Hemmm dia sih mainnya sama buku terus, mana tau aku dia dekat sama siapa.
"Emang pinter banget sih dia tuh.
"Iya, selalu jadi juara umum di sekolah.
"Ternyata kamu memegang teguh hati mu bi, cinta yang ku rindukan, kamu jaga sebaik mungkin. dita tersenyum dengan pikirannya sendiri.
__ADS_1