Titik Temu

Titik Temu
Perjuangan bian


__ADS_3

Bian menghelakan nafasnya , saat dita pergi begitu saja, dan melihat belanjaan dita tertinggal, dia pun membawa belanjaannya itu, bermaksud untuk menyusul dita


Karena bian tau dimana alamat dita, tentu saja atas bantuan bara, bian mengetahui segalanya tentang dita, dan tanpa sepengetahuan dita, bian juga tinggal, satu lantai di bawah apartemen dita


Dita sudah mandi, dan sudah memakai baju tidurnya, dia melihat isi kulkas, dan zonk, tidak ada apa apa disana


"Haduhh, laper banget lagi"


ting tong


Bel apartemen dita berbunyi,


"Siapa sih, malam malam gini, perasaan gue belum pesan makan deh"


Ceklek


Dita membuka pintu apartemennya, dan terkejutnya dia,karena bian berdiri disana


"Bian, kok kamu bisa disini"


Bian tidak menjawab pertanyaan dita, dia langsung masuk begitu saja, membawa belanjaan dita yang tertinggal tadi


"Kamu mau ngapain"Dita mengikuti bian


Bian berjalan kearah dapur, dia membereskan semua belanjaan dita, melihat itu dita terus saja protes, tapi bian sama sekali tidak mendengarkannya


Butuh 10 menit untuk bian membereskan belanjaan itu, Karena merasa tak enak hati, dita pun memberikan air dingin untuk di minum bian


"Duduk dulu, nih minumnya"


"Terimakasih" bian meminumnya hingga tandas

__ADS_1


"Kamu ngapain kesini, nerobos masuk lagi" protes dita


"Lagian siapa yang meninggalkan belanjaannya"


"Tapi aku tidak meminta mu untuk membawakannya kesini"


"Aku mau membantu"


"Tunggu tunggu, kok bisa tau apartemen ku disini" seru dita


"Aku tau segalanya dit, kamu lapar gak"


"Engga" kriukk jawaban dari mulut dita berbalik dengan suara dari perutnya, mendengar itu, membuat bian menyunggingkan senyumnya


"aishhh ini perut, ga liat kondisi"


"aku buatkan mie instan ya, aku juga laper" bian segera menyalakan kompor, bersiap untuk memasak mie


"Tidak perlu, ini sudah malam bian, terlalu malam nanti kamu dijalannya" seru dita


"Hahhhh, Kamu sengaja, mau menguntit"


"Bisa di bilang begitu" bian menjawabnya dengan santainya


"Hishhh aneh"


Bian sudah selesai memasak mie instannya, dia segera menghidangkannya untuk dita, sedari tadi dita meninggalkan bian di dapur, dia memilih untuk menonton televisi


"Nih makan dulu"


"Iya terimakasih"

__ADS_1


Mereka menikmati makanannya di depan televisi, tidak ada percakapan disana, mereka sama sama diam


Setelah selesai makan, dita pergi ke dapur untuk memcuci piringnya, dan dia kembali dengan membawa minuman dan camilan di tangannya


Mereka menonton tv di temani dengan cemilan dan minuman kaleng disana, dita sungguh penasaran, kenapa bian bisa tau tempat tinggalnya


"Bisa jelaskan, kenapa kamu bisa tau apartemenku" dita mulai bertanya, sikapnya tidak sedingin saat pertama mereka bertemu kembali


"Sudah ku bilang , aku tau segalanya tentangmu anandita"


"Tau dari siapa? bara?"


Bian tidak menjawab, dia hanya mangangkat sedikit bahunya


"Terus kamu juga ngapain sih, pake acara terima tawaran dari perusahaanku"


"Aku rindu, karena hanya dengan cara itu, aku bisa ada didekat mu" bian menjawab dengan lembut, membuat hati dita tersentuh


Mendengar pengakuan bian, membuat dita mematung, dia bingung harus berkata apa , dita hanya diam menatap bian, dia sibuk dengan pemikirannya sendiri, hingga


Cup


Benda kenyal yang menyentuh bibirnya, membuat dia melebarkan matanya


Dia tersentak, dan sedikit mendorong bian, agar terlepas, menyadari penolakan dita, bian langsung melepaskan ciuman itu,


"Sudah malam, aku permisi ya" bian sedikit salah tingkah, rasa rindunya mendorong dia nekat mencium dita


"ohh iya silahkan"dita merasa canggung sendiri.


"mimpi indah dit"

__ADS_1


.


.


__ADS_2