Titik Temu

Titik Temu
cinta dan kasih sayang


__ADS_3

Jenazah ketujuh siswa dan siswi akhirnya berhasil ditemukan, setelah menghabiskan 5 hari lamanya proses pencarian. Sayangnya, jenazah Azka tidak dapat ditemukan. Hingga akhirnya, proses pencarian pun terpaksa ditutup, sampai akhirpun jenazah Azka tidak dapat ditemukan, bahkan tidak ada satupun bagian tubuh yang cocok dengan DNA Azka. Ratusan orang datang berbondong-bondong untuk mengantarkan jenazah mereka menuju tempat peristirahatan terakhirnya.


Seandainya, seandainya para korban melihat jumlah orang-orang yang mensholatkan mereka. Seandainya mereka melihat orang-orang yang berbondong-bondong datang untuk mendo'akan mereka, pasti mereka akan sangat terharu. Sayangnya, perasaan kasih sayang akan terasa begitu besar disaat kita telah kehilangan orang tersebut. Karena pada dasarnya, penyesalan akan selalu datang terlambat.


Walaupun proses pencarian jenazah bagi para korban telah dihentikan, tapi Umi dan Abi tidak menyerah. Mereka bahkan rela menjual semua tanah dikampung, demi menyewa agen terbaik untuk mencari jenazah Azka. Sesayang itu mereka pada Azka, setidaknya walaupun Azka telah tiada, mereka ingin melihat jenazah Azka secara langsung, mereka ingin memakamkan Azka dengan cara terbaik. Bukan bermaksud tidak menerima takdir yang telah ditetapkan oleh Allah SWT, tapi ini adalah bentuk ikhtiar yang dilakukan oleh Umi dan Abi.


Bahkan mereka akan dengan rela menjual semua aset mereka, asalkan jenazah Azka dapat ditemukan. Miris sekali, orang yang tidak memiliki hubungan darah apapun, orang yang pada dasarnya hanya orang tua angkat. Justru jauh lebih sayang kepada Azka, dibandingkan ayah kandungnya sendiri.


Dengan tatapan kosongnya, Aretha turun dari mobil dengan bantuan kak Rama. Hari ini, adalah hari dimana seluruh jenazah dimakamkan. Kak Rama dengan sangat sabar memapah Aretha masuk kedalam rumah. Setelah kepergian Azka, kondisi Aretha memang memburuk, apalagi ketika jenazah Azka tidak berhasil ditemukan, kondisinya semakin memburuk.


"Makan dulu yah?" Ajak kak Rama.


Aretha menggelengkan kepalanya, seraya melepaskan pegangannya pada tangan kak Rama. Dengan tertatih-tatih, dia berjalan kearah kamarnya yang berada tepat disamping dapur.


"Kamu udah gak makan hampir 3 hari. Kakak mohon, sekali aja, sekali aja kamu makan. Walaupun hanya satu suap, kakak mohon dek" melas Kak Rama, namun Aretha sama sekali tidak menggubris ucapan kakaknya itu. Dia masih terus berjalan kearah kamarnya.


"Bukan hanya kamu yang kehilangan Azka!!! Semua orang juga kehilangan dia!! Jangan bersikap seakan-akan kamu adalah orang yang paling kehilangan dia!! Jangan egois dek!!" Bentak Rama frustasi.

__ADS_1


Hingga akhirnya Rama menjatuhkan tubuhnya diatas ubin-ubin lantai. Dengan kedua tangan yang menopang wajahnya, Rama menangis frustasi. Dia lelah, tidak hanya fisiknya, tapi juga mentalnya sudah sangat lelah dan capek.


"Ya Allah, apa yang telah Rama lewatkan selama ini?" Ujarnya sedih.


Rama tahu, bahkan dia sangat menyadari jika dia sebrengsek itu, dan dia sebodoh itu. Berbeda dengan Azka yang masih mau menjaga dan berteman dengan Aretha. Rama justru sebaliknya, dia justru menjauhi adiknya itu. Dia bahkan membuang Aretha begitu saja, dengan dalih pekerjaan.


Disaat banyaknya orang meninggalkannya seorang diri, hanya ada Azka yang berada disisinya. Sangat wajar jika Aretha sesedih itu setelah kepergian Azka. Karena Azka adalah kakak terbaik bagi Aretha, dan Rama menyadari semua itu. Setelah mengetahui semua kebenarannya, setelah dia kehilangan bunda sekaligus adiknya, dibandingkan membenci Aretha. Azka justru menyayangi Aretha dengan sepenuh hati, dia justru menganggap Aretha adik yang harus selalu dilindungi dan dijaga.


Tangisan Rama semakin hebat, setelah kepergian Azka, kini Rama menyadari jika dia sejahat itu. Ternyata dia adalah kakak yang terburuk. Seharusnya dia tidak pergi ketika Aretha mencegahnya, seharusnya dia menuruti permintaan Azka untuk menjaga Aretha sebaik mungkin. Seharusnya dia ada disaat-saat adiknya terpuruk, walaupun Rama pun sama terpuruknya. Tapi Rama tidak pernah sekalipun mendapatkan tindakan kekerasan dari sang ayah.


Ingatan Rama kembali berkelana pada kejadian beberapa tahun yang lalu, disaat ayahnya menikahi perempuan muda dan membawanya kerumah ini. Memberikan seluruh tanggung jawab keperluan keluarga pada istri barunya itu. Saat itu Rama sudah cukup dewasa, dia sudah mengerti jika istri baru ayahnya itu tidak sebaik kelihatannya.


Rama terlalu fokus mengejar tujuannya untuk menyelesaikan kuliahnya sebaik mungkin dan mendapatkan pekerjaaan diluar pulau. Sampai dia lupa jika Aretha tidak memiliki kesalahan apapun, adiknya itu tidak bersalah sedikitpun. Dia pun korban dari kesalahan orang tuanya. Hingga akhirnya dia baru menyadarinya beberapa bulan yang lalu, sayangnya Rama terlambat. Dia menyadari semuanya, disaat Aretha sudah benar-benar hancur.


Secara perlahan, Rama melihat sekelilingnya. Didalam rumah ini, tersimpan banyak kenangan pahit bagi Aretha, bagaimana bisa dia sekuat itu tinggal sendirian didalam rumah, yang didalamnya terekam memori yang sangat menyakitkan.


"Maaf Tha, maaf. Kakak salah, maafin kakak dek" lirihnya pelan.

__ADS_1


****


Suasana malam hari di bulan Ramdhan, selalu terasa tenang dan menyenangkan. Dengan sarung yang dikenakan olehnya, Azka menaiki salah satu pagar besi milik pak Mamat. "Mbak Dahlia!!! Katanya kak Rama suka sama mbak!!!" Teriak lelaki itu dengan tidak tahu malu.


Tidak ada tanggapan apapun dari dalam rumah, hingga beberapa menit kemudian muncul pak mamat yang menggunakan kaus oblong dengan sarung, sembari membawa golok ditangannya "siapa tadi yang bilang suka sama anak saya?!!" Tanya pak Mamat emosi.


Azka yang takut dengan tampilan pak Mamat, akhirnya turun dari atas pagar kemudian berlari terbirit-birit "kak Rama Pak!! Katanya mbak Dahlia seksi banget!!" Teriaknya sembari berlari.


"Rama!! Berani-beraninya kamu!!"


Kak Rama yang melihat pak Mamat hendak membuka pagar, akhirnya ikut berlari mengejar Azka "Azka!! Sialan lo!!"


"Maaf pak, anak-anak lagi bercanda" ujar tante Lia kepada pak Mamat.


"Astaga Lia, dua anak curut itu selalu saja menggoda anak saya, sepertinya anak-anak itu harus di Ruqi'ah biar sadar"


"Siap pak!! Nanti aku sewa ustadz" Aretha menyetujui usulan dari pak Mamat, karena Azka dan kak Rama memang sepertinya harus di ruqi'ah. Mereka selalu saja menggoda Mbak Dahlia.

__ADS_1


Mbak Dahlia adalah seorang kembang desa, kecantikannya benar-benar menyilaukan siapa saja yang memandangnya. Sudah tidak aneh lagi jika ada orang yang datang untuk melamar Mbak Dahlia. Tidak jarang kecantikannya itu membuat orang-orang menggodanya, seperti yang dilakukan oleh Azka barusan. Karena terjadi banyak hal yang tidak mengenakan, membuat pak Mamat menjaga puteri keduanya itu dengan sebaik-baiknya. Bahkan pak Mamat mendapatkan sebutan "penjaganya bidadari" saking protektifnya dia kepada puterinya itu.


Pemandangan Azka yang menggoda mbak Dahlia sekaligus kak Rama, memang sudah tidak asing lagi. Sejak kak Rama mengatakan jika Mbak Dahlia cantik, Azka selalu saja menggoda kakaknya itu. Tentu saja dengan cara yang tidak baik


__ADS_2