Titik Temu

Titik Temu
Surat Bian


__ADS_3

"*Dear dita"


saat kamu baca ini, mungkin aku sudah diperjalanan menuju swiss , seperti yang aku ceritakan padamu, kalo aku mau lanjut kuliah disini, menata hati, menghilangkan trauma yang selalu mengganggu hidup ku,


Aku tau rio suka kamu, itu kenapa aku ga bisa jawab pertanyaanmu tempo hari, ada kisah antara aku rio dan mei, yang kamu tidak tahu


maaf aku terlalu pengecut untuk mengakui kalo aku punya rasa yang sama sepertimu,maaf kalo sikap ku ini membuatmu sakit,


untuk sekarang biarkan lah seperti ini, aku dengan rutinitasku dan kamu dengan kesibukan mu , semoga nanti kita bertemu pada titik yang sama,


see you again anandita nugroho, janji ya kalo kita ketemu lagi , jangan panggil gue lo lagi , aku kamu biar lebih romantis hehehe


*i love you anandita nugroho


BIAN*


"pengecut lo bian" karena tak mampu menahan sesak di hatinya, dita pun sampai menangis sesegukan, saat dita sedang menangis disitu ada rio, yang tidak sengaja melihat dita dan berniat untuk menghampirinya, rio yang melihat dita menangis langsung panik dan bertanya

__ADS_1


"dit, lo kenapa? cerita sama gue sini


melihat rio menghampirinya, dita langsung memeluk rio dan menangis di dadanya ,sampai baju rio pun basah karena ulahnya


"tenangin diri lo dulu, sini cerita sama gue"


"bian pergi ke swiss yo, dia ninggalin gue" setelah merasa tenang akhirinya dita mulai bercerita


"hahh?? kapan? rio pun kaget mendengar cerita dita


"sedalam ini rasa lo sama bian dit, sampe bikin lo nangis kaya gini " rio yang melihat dita sesedih ini, jadi merasa kasihan melihatnya


"dia nitip surat ini ke gue, bisa lo jelasin ada apa antara lo dengan bian"


rio pun membaca surat yang dita berikan,dan dia pun akhirnya menceritakan kisah masalalunya antara dia , bian dan mei, dan almarhum raka pun, dia ceritakan pada dita


mei yang merasa sepi di tengah keramaian prom night, memutuskan untuk menjauh sebentar dari keramaian, dia merindukan ketiga sahabatnya, ingin rasanya berbicara dengan mereka, untuk sekedar meminta maaf

__ADS_1


saat dia sedang larut dengan perasaanya, tidak sengaja dia mendengar seorang menangis, karena penasaran dia pun mengikuti suara tangisannya itu, dan dia melihat rio dan dita disana, dan menguping pembicaraan mereka,


saat rio selesai menceritakan kisah mereka, mei memberanikan diri untuk ikut berbicara dengan mereka, dia merasa ini waktu yang tepat untuk dia meminta maaf pada rio


"jangan salahkan bian atas kejadian itu yo" mei datang menghampiri mereka dengan wajah sendu


"gue yang salah, gue yang memaksakan keadaan"


"lo berdua sama aja mei" saut rio dengan emosi


" jangan samakan bian dengan gue, disini murni gue yang salah, yo pliss jangan kaya gini, lo denger dulu cerita yang sebenernya" mei pun memohon pada rio, agar dia mau mendengarkan, karena memang sejak saat itu rio sama sekali tidak mau mendengarkan penjelasan mereka


"udah yo, dengerin dulu dari sisi mei yang cerita, kan lo bilang tadi kalo liat pas di akhirnya ga tau pas awalnya" dita mencoba jadi penengah di antara mereka


"tapi cerita mereka tidak akan membuat raka kembali" rio sampai meneteskan air matanya karena menahan emosinya


dita pun mencoba untuk menenangkan rio, jika tadi rio yang menenangkan dita, maka sekarang terbalik dita yang menenangkan rio, agar tidak terlalu emosi

__ADS_1


__ADS_2