Transmigrasi: Terpaksa Jadi Si Palsu

Transmigrasi: Terpaksa Jadi Si Palsu
21 - keadilan untuk antagonis


__ADS_3

"Antar aku ke istana."


Kesatria, Wilona dan pengemudi kereta kuda terkejut mendengar permintaan Meridian.


"Nona, Tuan Muda—"


"Aku akan mengurusnya." Meridian menaiki kereta kuda tanpa bantuan tangan kesatria. "Ayo cepat."


Wilona bergegas masuk mengikuti Meridian juga.


Tepat setelah kereta kuda berjalan, wanita muda itu mengajukan pertanyaan. "Mohon maaf, Nona, bagaimana jika Tuan Muda memarahi Anda? Kondisi kesehatan Anda saat ini belum sepenuhnya stabil."


"Aku tahu. Lagipula, Yang Mulia tahu tentang kondisiku." Meridian menopang dagu ke luar jendela. "Wilona, tutup matamu dan tulikan pendengaranmu."


".... Baik, Nona."


Dia pelayan yang cepat belajar. Sesuai harapan dari tokoh fiksi.


Ketika yakin Wilona sudah tidak melihat dan mendengar, Meridian menjentikkan jari untuk menciptakan asap kecil. Ini pertama kali ia menciptakan asap alih-alih api, tapi ternyata cukup mudah.


Sesuai harapan, Lucas langsung datang.


"Aku bosan bertanya apa kamu gila."


Meridian tersenyum penuh kemenangan. "Aku hanya akan menggunakannya untuk memanggilmu, jadi hafalkan itu."


Pria itu memutar mata sinis. "Ada apa?"


"Ada apa? Aku mengajakmu pergi daripada terus membuntutiku seperti kriminal."


Tadi saat Meridian sudah berada di depan pintu, tiba-tiba Herdian berbicara di kepalanya. Mengatakan kalau Lucas sejak awal mengawasi Meridian.


Sekarang Meridian sudah tidak mempermasalahkan itu lagi. Herdian sudah menjelaskan dengan sangat rinci alasan mengapa ketiga kakaknya begitu protektif.


Mereka semua harus ekstra hati-hati atau Meridian akan terbunuh, membuat keluarga mereka terbunuh, atau seumur hidup disiksa oleh hancur inti mananya.


"Buka matamu, Wilona."


Selama perjalanan, tidak ada lagi yang bersuara.


Yah, setidaknya sampai Lucas sadar bahwa mereka tidak mengarah ke rumah, melainkan istana.


"Hei, apa yang kamu mau lakukan sekarang?"


"Menemui Andaru."


"Anda—apa? Jangan menyebut nama keluarga kekaisaran seenaknya, dasar gila! Kamu ingin dipancung?!"


Meridian tetap menopang dagu bosan. "Yang Mulia Pangeran Andaru-ku Tercinta merindukanku jadi aku harus datang menyapanya. Begitulah."


"Dasar gila."


"Bukannya kamu sudah bosan berkata gila?"


Lucas melipat tangan gusar. "Meridian, kamu tidak mengerti. Sekarang keluarga Kekaisaran mengetahui hal itu. Apa menurutmu dia akan diam saja?"


"Dia akan diam saja." Mungkin.

__ADS_1


Jika dia tokoh utama dan jika Meridian tokoh utama.


Makanya sekarang Meridian mau pergi memastikan berhubung sepertinya si Pangeran Pahlawan Perang itu merencanakan sesuatu.


Jika dia tidak diam saja ... apa sekalian ubah saja tema cerita dari romansa fantasi jadi aksi-fantasi?


Meridian hanya memperkirakan, tapi jika sudah beratus-ratus tahun berlalu dan kuil menutup hampir seluruh kemungkinan seseorang memiliki kapasitas sihir diluar batasan mereka, maka kemampuan para pendeta sekarang tidak akan sehebat dulu.


Itu hal yang sederhana. Mengambil contoh dari serial Game of Thrones, di dunia itu para wanita memiliki ketajaman berpikir, mahir melakukan banyak hal entah itu menjahit, mengatasi luka-luka, juga mahir berkuda.


Tapi di zaman di mana tidak lagi ada perang, perdamaian dijunjung dan semua orang saling mengasihi, kemampuan para wanita sudah berganti.


Wanita di zaman Meridian lebih mahir berdandan, bersolek, memamerkan diri dan menari.


Itu bukan soal salah atau tidak. Tapi soal kebiasaan. Sesuatu ada karena itu dibutuhkan. Berhubung di zaman Meridian perang akan dimenangkan oleh mereka yang punya nuklir dan media, bukan yang mahir berkuda (atau yang punya naga) maka di zaman itu diciptakan nuklir dan media, bukan diciptakan sekolah berkuda.


Di zaman ini, di dunia ini, sudah tidak ada peperangan melawan iblis atau chimera beratus-ratus tahun.


Maka jika memang pengaturannya sedikit lebih waras dari dugaan, berarti kemampuan para pendeta dan orang suci di kuil juga cuma sebatas menghadapi mage sekuat Andaru.


Mereka mungkin fokus pada pengembangan mantra kekangan dan penggunaan kekuatan suci dalam kapasitas kecil.


Jika tidak, mana mungkin mereka merasa terancam akan kehadiran seseorang yang kekuatan sihirnya diatas batas normal.


Meridian tinggal menghancurkan kuil itu, lalu kabur ke tempat ia bisa bertapa seorang diri, sambil mencari tahu cara kembali ke dunia nyata.


Hidup memang mudah.


"Hei."


Meridian masih memikirkannya ketika mereka turun di depan istana. "Apa?"


"Memang kenapa?"


"Kenapa, katamu?"


Wilona memberanikan diri ikut bersuara. "Nona, bunga iris adalah lambang keluarga Elgard. Jika Nona memakainya ...."


Ah, jadi begitu. Meridian agak lupa bahwa lambang keluarga agak sedikit penting di zaman semacam ini.


Tapi sebenarnya Meridian agak menyukai pemberian Herdian. Jika nanti Andaru mau bersikap seperti pangeran jinak lalu mencium tangannya, Meridian mungkin tidak akan muntah.


"Baiklah."


Meridian tidak datang mengajak orang bertengkar. Maka mari lepaskan—


"Kupikir aku salah lihat."


Gerakan Meridian melepas sarung tangannya batal, karena sang antagonis keburu muncul.


"Kejayaan meliputi Rembulan Kekaisaran."


Semua orang membungkuk, kecuali Meridian. Ia bersumpah akan melakukan apa saja kecuali mengatakan omong kosong rembulan itu.


Gadis ini cantik, si Putri. Tapi karakternya klise juga, jadi Meridian alergi.


"Yang Mulia." Ia hanya menunduk samar.

__ADS_1


"Astaga, bukankah Anda sedikit tidak sopan, Nona Muda?" Kroconya Tuan Putri menjalankan peran mereka. "Bagaimana mungkin Nona tanpa gelar bahkan tidak membungkukkan badan pada Yang Mulia Tuan Putri? Apa Anda menghina keluarga kekaisaran?"


"Ya ampun, kasar sekali." Kroco lainnya menyahut.


Membuat si Putri tersenyum layaknya pembully yang telah memulai bullyannya.


Dia cantik saat tersenyum. Membuat Meridian malas karena cantik-cantik begitu, karakternya malah dibuat sangat standar.


Kenapa Yang Mulia Putri harus jadi antagonis tidak berotak, yah? Padahal sepertinya dia bisa jadi penguasa benua. Kalau dia ternyata punya kekuatan sihir luar biasa seperti Andaru, Meridian sih mau mengikutinya.


Ayo hancurkan dunia bersama.


"Yang Mulia, tolong maklumi adik saya. Dia hanya sedang tidak sehat."


"Kurasa setiap kali aku bertemu denganmu, kamu selalu tidak sehat, Nona."


Meridian mengirim lirikan agar Lucas diam saja. Bicara pun tidak akan membuat pembully ini berhenti.


"Saya memang sedang mudah sakit belakangan ini, Yang Mulia."


Kroco di belakang si Putri tertawa. "Tentu saja. Setelah jatuh dengan memalukan di hadapan Yang Mulia Permaisuri, kurasa aku pun akan terus berpura-pura lemah."


"Kamu benar. Itu aib yang tidak akan bisa dilupakan."


Laila kenapa membuat kroco begini, sih? Setidaknya buat pembullyan yang lebih menarik daripada bicara hal tidak menarik.


"Apa kamu mencoba menutupi rasa malumu, Nona? Aku tidak menyangka kamu sampai harus melakukan ini. Aku tahu perkataanku memang menyakitkan. Tapi aku hanya coba memberimu nasihat."


"Benarkah? Terima kasih, Yang Mulia." Meridian mengangguk sopan. "Kalau begitu, saya permisi."


"Apa?"


"Saya tidak ingin menunjukkan wajah memalukan pada Anda. Lagipula, saya datang untuk bertemu Yang Mulia Pangeran Pertama. Jadi, saya permisi."


Meridian sungguhan pergi.


"Nona-Nona, saya titipkan saudara saya pada kalian. Saya akan mengambilnya nanti jika kembali."


"Meridian!" Lucas pucat pasi, tapi para wanita itu sudah mendekatinya hingga dia harus jaga kesopanan, paling tidak di hadapan sang putri.


Bodo amat dengan pikiran si Putri.


Kenapa semua antagonis di cerita fiksi romantis selalu tolol?


Maksud Meridian, bukankah di komik Hunter X Hunter semua karakter antagonisnya dicintai, karena mereka tidak diciptakan sebatas untuk menonjolkan tokoh utama?


Fans Hisoka mungkin malah lebih banyak daripada fans-nya Gon, tapi kenapa di fiksi murahan ini antagonis cuma diciptakan untuk berkata 'kamu sangat memalukan Nona' agar pembaca punya target kebencian?


Kasihan sekali.


Mereka kan jadi dibenci sebagai antagonis padahal bisa dikembangkan jadi lebih baik.


Penulis memang tidak adil.


Laila memang tidak waras.


Lain kali Meridian akan membuat tuntutan agar karakter sampingan dapat hak latar belakang dan karakter yang lebih keren.

__ADS_1


...*...


__ADS_2