
Meridian mengusap tangannya satu sama lain. Menenangkan diri sendiri sambil membayangkan bahwa itu tangan ibunya, wanita menyebalkan tapi Meridian sumpah mati mencintainya, tengah berkata bahwa wanita tidak boleh cengeng.
Mama. Meridian memejam. Aku akan membelikan Mama berlian dengan tabunganku jika aku kembali jadi tolong berdoa juga agar aku kembali dari dunia tidak jelas ini.
Nona?
Meridian menoleh. Tersentak kaget pada Herdian yang telah terduduk, menatap ke arahnya seperti orang yang terkejut.
Apa? Kenapa dia menatap Meridian seolah—
Cincin.
Meridian melihat ke tangannya. Terpaku pada cahaya pudar dari cincin pemberian Herdian yang menyala.
Jangan bilang!
Kamu mendengar suaraku?
Tidak. Tidak. Tidak. Jangan katakan!
Saya membuatnya dengan beberapa helai rambut Nona juga. Benda itu bisa digunakan bertelepati juga.
Brengsek.
Nona, apa maksud Nona ingin kembali?
"...."
Ah, maafkan saya. Herdian memalingkan wajah dan kembali berbaring. Nona akan menceritakannya jika sudah waktu—
Kamu sebenarnya sudah tahu, kan?
Nona.
Aku bukan gadis lemah itu.
Ternyata pada akhirnya Meridian mengungkapkan rahasia konyol ini. Ia merasa jauh lebih gila daripada saat mengaku amnesia.
Aku tidak pernah jadi gadis bodoh yang lemah itu.
Herdian tidak menjawab.
Mungkin dia hanya tidak bisa membuktikan. Di dunia ini, jiwa bisa dikenali entah dari warna mana atau apa pun itu metodenya. Meridian adalah Meridian, dari yang terlihat.
Tentu saja karena Meridian bodoh itu diciptakan dari Meridian sendiri. Laila menggunakan namanya, mengambil visual tubuhnya, meski menukar sifatnya, dia pasti memikirkan Meridian saat membuatnya.
Anggaplah jiwa mereka sama.
Aku sudah bilang padamu, Duke Muda. Jangan jatuh cinta padaku. Aku tidak bisa membalasnya.
Haruskah Nona kembali?
Meridian menarik selimut ke lehernya. Aku tidak bisa berada di sini.
Kenapa? Nona layak menjadi Nona.
Tidakkah kamu melihat? Dunia menjadi tidak beraturan karenaku. Orang-orang menjadi gila hanya karena sihir atau apa pun itu milikku. Gadis bodoh itu biasa saja. Dia akan menikahi Andaru dan menjadi permaisuri atau terserah.
Apa ... tidak ada satupun hal yang membuat Nona tetap ingin tinggal?
Meridian tersentak.
__ADS_1
Apa tidak ada sesuatu yang bisa membuat Nona tetap tinggal?
Herdian, mengertilah. Aku memiliki kehidupanku sendiri. Aku memiliki keluargaku, duniaku, pekerjaanku, segalanya bagiku. Aku tidak berkata kehadiranmu bukan sesuatu yang berarti, tapi aku ... aku ... aku merindukan tempatku juga.
Mungkinkah hanya perasaan Meridian?
Tapi sesuatu tiba-tiba terasa berat di udara, dan itu memancing perasaannya bersedih.
Sesuatu tiba-tiba menyelimutinya. Memaksa Meridian untuk terlelap seolah-olah ia habis meminum obat tidur.
...*...
Aku mencintai Nona.
Meridian membuka mata terkejut. Ini pertama kali ia melihat sesuatu seperti ini, tapi perasaan nyaman dan sejuk di sekitarnya langsung mengingatkan Meridian pada Herdian.
Ditatap tempat sekitarannya. Mendekati sebuah danau jernih dekat air terjun yang dihinggapi burung-burung kecil.
Dedaunan di atas danau nampak bergerak lembut, mengikuti arah angin yang berembus sangat tenang.
Apa ini?
Aku tahu Nona bukan Meridian yang itu.
Suara itu, seperti berputar di kepalanya namun juga seperti berasal dari segala arah.
Meridian tak tahu kenapa ia langsung duduk, merasa bahwa ia harus mendengar semuanya.
Nona Meridian yang asli tidak memiliki keberanian itu. Pada pertemuan pertama, aku meyakini Nona bukanlah Nona Meridian.
Tidak salah, dia memang pintar.
Meridian terkekeh.
Itu sangat menyebalkan setiap kali aku tidak tahu mengenalinya. Kekuatan sihirnya luar biasa, namun perasaan tajam mananya justru menggoda. Aku ingin merayunya.
Begitukah? Jadi dia tipe pria yang bersembunyi dibalik sikap baik agar tidak dikira brengsek?
Meridian tidak keberatan.
Wajah Nona selalu berkerut marah. Itu menakutkan, juga menggemaskan. Jika Nona tersenyum, aku merasa seperti dunia pun menyukai senyumnya.
Karena Meridian tersenyum memakai wajah tokoh utama. Tentu saja begitu.
Namun Nona sangat sulit didekati. Aku merasa seperti dia tahu segalanya. Itu membuatku takut dan ragu mendekat. Apa Nona akan mengusirku jika terlalu mendesak? Tapi Nona juga menyukai Yang Mulia. Nona bilang Yang Mulia memiliki mata yang indah. Nona juga menciumnya. Apa Nona tahu aku terluka?
Tahu.
Dunia pelan-pelan berubah.
Meridian bangkit ketika seluruhnya berganti menjadi sebuah ruangan berwarna hijau yang di tengahnya terdapat sebuah meja lingkaran.
Di atas meja itu melayang sebuah mawar biru yang di tengahnya terdapat kristal biru serupa mata Meridian.
Nona seperti sedang mencoba sesuatu. Nona tidak lupa ingatan, namun itu nyata bahwa Nona tidak mengetahui apa-apa. Karena itu Nona tidak tahu bahwa kebencian kerajaan Acre pada Kekaisaran membuat rakyat biasa mereka bahkan lebih suka mati daripada harus menyerah.
Meridian tertegun.
Pemberontakan itu, entah kenapa aku terus memikirkan Nona. Aku tahu itu berbahaya memikirkannya. Nona diculik dan terluka. Tapi, Nona bersikap biasa saja. Lalu kucing aneh itu, sekilas dia memang terlihat seperti binatang sihir, tapi binatang itu menempeli Nona terus-menerus. Dia lebih seperti binatang mesum daripada binatang sihir.
Sulit untuk tidak tertawa.
__ADS_1
Siapa yang memberitahu Nona mengenai permintaan kuil? Yang Mulia dan Dion berencana menolaknya, namun Nona tahu.
Jadi diam-diam mereka semua terus menyelidiki Meridian, kah? Ia meremehkan para tokoh ini.
Memikirkan Nona selalu menyenangkan tapi juga memusingkan. Tiba-tiba Nona melakukan ini, tiba-tiba Nina melakukan itu. Dan Nona selalu memberi jawaban sama. Akan menjelaskannya nanti padahal selalu melupakannya.
Jadi dia marah?
Meridian menggaruk tengkuknya bingung.
Jadi kucing itu jelmaan iblis?
Dunia berputar lagi. Tapi kali ini yang muncul adalah potongan sudut pandang Herdian yang melihat Meridian hanya dari kejauhan.
Nona menyukai kucing itu. Iblis itu. Caranya memandang berbeda. Bahkan berbeda dari ketertarikan pada Yang Mulia.
Apa?
Nona memang selalu dingin. Rasanya seperti hanya diperalat setiap kali kami bersama. Nona akan menyukai jika aku membantunya, akan mengabaikanku jika aku tidak berguna. Seperti yang Nona lakukan pada Yang Mulia, Dion, dan Lukas.
Meridian mengatup mulutnya.
Aku ingin berguna. Aku ingin selalu berguna. Menjadi satu-satunya yang berguna, agar Nona berhenti memandang orang lain. Itu menyakitkan. Menyebalkan. Menyesakkan. Kenapa Nona tidak mengerti?
Meridian mengulurkan tangan. "Herdian."
Ternyata benar.
Dia muncul. Memasang wajah sedih saat menerima tangan Meridian di pipinya.
"Mengapa harus pergi, Nona?" Dia memegang tangannya lembut. "Tinggallah di sini. Saya berjanji akan lebih berguna dari iblis itu. Saya akan selalu berpura-pura tidak mengetahui apa pun agar Nona tidak terganggu."
Second male lead yang malang.
Kalau dia nyata, Meridian rasa dia pacar idaman. Bucinnya minta ampun.
Yah, ini novel romansa sih, jadi tokoh prianya kebanyakan idaman. Mau yang tengil macam Lumiel, tipe bossy bucin macam Andaru, gairah cinta terlarang Dion-Lukas, dan pria baik hati, penyayang, tidak sombong macam Herdian.
Masalahnya, dia cuma khayalan. Mau Meridian apakan? Dibawa pulang saja tidak bisa.
Meridian akan membaca novel Laila jika ia pulang, jadi setidaknya bisa melihat Herdian lagi lewat kertas-kertas itu.
"Jangan mencintai orang yang tidak melihatmu, Tuan Muda." Meridian mengusap puncak kepalanya. "Jangan juga mencintai orang yang tidak bisa melihatmu."
"Tapi Nona melihat saya."
"Mungkin saja. Kamu pria tampan yang romantis. Aku adalah gadis normal." Meridian menarik tangan dari pria itu. "Hanya, aku lebih melihat sesuatu. Aku ingin kembali."
Sesuatu terdengar seperti retak di sekitar mereka. Meridian menoleh, tak berbicara apa-apa ketika seluruh dinding kaca hijau retak seolah-olah itu hati Herdian.
"Herdian." Meridian menatap lurus mata pria yang patah hati itu. "Mencintaiku tidak membuatmu berhak menyuruhku balas mencintaimu dan tinggal bersamamu."
Herdian tertegun.
"Namun aku berterima kasih pada semua perlakuan baikmu. Aku akan membalasnya dengan cara yang bisa dilakukan seorang teman."
Second male lead memang selalu berakhir tertolak. Namun dia tak perlu iri pada Andaru.
Karena yang itupun akan tertolak.
*
__ADS_1