
Ternyata benar-benar menghilang.
Meridian lumayan suka tempat ini sekarang, walau sisanya masih jengkel. Dengan jentikan jari, Meridian menciptakan sosok dirinya.
Ia berpikir menciptakan wujud asli seorang gadis Asia berambut hitam, tapi ternyata tidak bisa.
Yang muncul hanya sosok Meridian berambut silver, bermata kristal, dengan wajah jutek Meridian sekarang.
"Bagaimana menurutmu?" Meridian malas bicara di kepalanya.
Menurut yang ia tahu, wanita bisa menemukan solusi setelah bicara lewat mulut. Jadi Meridian sejak dulu memang sering bicara dengan diri sendiri di depan cermin.
Pokoknya kapan ia punya masalah, mau di sekolah, di tempat kerja, masalah keluarga atau dengan lelaki, Meridian merasa lebih berpikir jernih jika bicara secara langsung.
Disamping itu, Meridian memang jarang curhat pada orang lain. Makanya ia mencari alternatif lain, di mana ia bisa curhat tanpa harus takut rahasianya dibongkar.
"Aku hanya bisa berpikir itu ancaman kematian."
Meridian mengusap dagu.
Bunshin-nya ikut membuat kursi untuk dia duduk di sebelah Meridian.
"Aku tidak tahu kenapa tapi Dion dan Lucas tidak terlihat seperti orang jahat. Bagiku, Andaru lebih berbahaya."
"Ya, itu benar. Tapi bagaimana jika Laila membuat plot twist menyedihkan?" balasnya.
"Itu masuk akal." Meridian langsung terima. "Tunggu. Apa dia berusaha membuat karakter 'budak' dari kakaknya sendiri? Skandal cinta terlarang? Yah, walaupun Dion dan Lucas sepupunya."
Meridian satu lagi mengerutkan wajah, jengkel. "Dari awal aku sudah merasa tidak senang begitu mendengar Dion dan Lucas adalah sepupunya. Sudah jelas si Bodoh itu bermaksud menjadikan Dion dan Lucas sebagai koleksi pria si Payah itu. Kalau dipikirkan lagi, bukankah novel reverse harem memang tidak hanya memiliki satu dua pria? Harus ada tiga atau empat pria."
"Aku di pihak Andaru." Meridian menepuk tangannya. "Ayo kuliti wajahnya dan pasang itu di wajah Herdian. Maka dengan senang hati aku menikah."
"Kurasa menarik." Namanya bayangan, dia cuma mengikuti apa yang dilakukan tubuh aslinya.
Mereka berdua tertawa bagai penjahat wanita. Tapi segera kembali serius membahas hal menjengkelkan ini.
"Aku tidak tahan dengan plot klise ini. Kenapa dia tidak sekalian menjadikan Dion saudaranya? Itu kan tidak masalah, pada akhirnya Andaru yang akan menang."
"Laila kan memang bodoh."
__ADS_1
"Aku berharap kembali untuk mengotak-atik otaknya itu. Cuma agar pembacanya tidak menentang, dia membuat plot Dion adalah sepupu yang tumbuh sebagai saudara. Harusnya buat dia jadi saudara kandung saja! Itulah konflik! Seperti Jaime Lannister dan Cersei Lannister. Mereka menciptakan hubungan sedarah dengan ending tragis yang bisa diterima! Tapi gara-gara si Bodoh Klise itu takut dihakimi, dia malah membuat Dion dan Lucas jadi sepupu agar mereka didukung. Apa-apaan?!"
Meridian misuh-misuh. Sebagai penikmat fiksi, ia sungguh sensitif terhadap hal yang mengurangi mantapnya cerita itu berjalan.
"Hei, tapi jika begitu ...." Meridian Kedua memiringkan wajah dengan mata fokus pada layar. "Apa mungkin Meridian Palsu itu ketakutan karena saudaranya menyukai dia?"
"Mereka kan sepupu."
"Laila kan bodoh."
Meridian merenung. "Benar juga."
Dia orang yang menganggap hubungan sepupu itu mengerikan, padahal tidak ada apa-apa di dalamnya.
Pada dasarnya manusia mmiliki satu bapak dan ibu yang sama, Adam juga Hawa. Jika semua hubungan darah terlalu dipermasalahkan, dia mau bilang tidak ada satupun manusia yang boleh berhubungan badan?
Hukum ins*s sudah benar. Karena kemungkinan terjadi kelainan genetik pada anak hasil hubungan itu perlu diminimalisir. Tapi sepupu sudah beda cerita.
Sepupu itu anak dari saudara orang tua yang menikahi orang asing. Ibaratnya warna orang tua wanita (A) adalah putih, lalu warna orang tua pria (B) adalah hitam, maka warna anak mereka akan jadi abu-abu. Lalu, saudara si wanita (A) juga memiliki warna putih, menikahi seorang pria (C) berwarna hijau, warna dari anak mereka akan hijau lembut.
Jadi kalau keduanya menikah, itu tidak akan masalah. Itu bukan percampuran warna darah yang sama, karena darah mereka hijau lembut dan abu-abu.
Untung kalau konfliknya enak dibaca atau dijalani. Ini semuanya ampas, menjengkelkan, merepotkan, tidak penting pula!
"Aku benar-benar tidak bersyukur punya teman bodoh seperti dia." Meridian menghela napas. "Harusnya jika dia berbuat bodoh, langsung saja kukatai dia bodoh."
"Lalu? Apa yang akan kamu lakukan?"
"Apa lagi? Aku perlu memastikan."
"Kalau benar Dion mencintai Meridian?"
Meridian menyeringai. "Akan kubuat malam panas bersamanya, berulang-ulang dengan tubuh ini, agar pemiliknya tersiksa melihat di tempat dia bersembunyi."
Lalu, Meridian Kedua terkekeh. "Itu menarik. Lakukan juga itu dengan Lucas, lalu tambahkan juga dengan Herdian. Kalau bisa, panggil semua pria memperkosa dia. Kamu tokoh utama. Tidak akan dibunuh juga. Sihirmu luar biasa. Bersenang-senang saja dengan itu."
"Itu rencanaku."
Laila suka pria tampan, kan? Maka Meridian akan buat harem berisi pria tampan yang rela bersujud di kakinya demi cinta.
__ADS_1
...*...
Selama beberapa hari berjalan, Meridian hanya menghabiskan waktu berpikir di dunia khayalan, lalu kembali ke dunia nyata untuk mengisap batu mana, sembari kadang-kadang naik kuda bersama Herdian.
Semakin hari hubungan mereka berdua juga semakin dekat.
Herdian banyak mengajarinya dasar-dasar sihir secara teori, yang berfungsi sebagai pengendali agar Meridian tidak lagi harus memakai pengekang baik itu sihir orang atau memakan buah yang berefek buruk pada mananya nanti.
Tentu saja, Meridian juga sering menyinggung soal Dion dan Lucas.
Ia sedikit berpikir Herdian menyembunyikan sesuatu, tapi dari cara dia menjawab, sepertinya tidak juga.
Contohnya saat Meridian bertanya, "Jika Dion adalah saudara sepupuku, mengapa Ayah tidak membentuk hubungan dengan menikahkan Dion denganku atau kakak perempuanku?"
Apa yang Herdian tangkap sepertinya lebih ke arah 'Meridian berpikir menikahi pria lain selain Andaru' dan juga 'Meridian masih bingung dengan hubungan dirinya dan Dion'.
Jawaban Herdian, "Jika mengikuti hukum kekaisaran saja, pada dasarnya tidak ada larangan dalam melakukan itu. Tapi kuil mengharamkan pernikahan di mana wanita dan pria memiliki satu darah yang terhubung. Dion memang anak dari wanita lain, tapi ayahnya adalah kakak Marquis dan ibu Nona adalah saudara sedarah ibu mereka. Kuil tidak membolehkan pernikahan itu."
Yah, kalau tidak salah, di dunia nyata juga ada beberapa ajaran yang mengharamkan pernikahan sepupu pertama.
Meridian sih lebih condong pada keyakinan selain hubungan sedarah, mereka bisa menikah.
"Kurasa itu benar." Meridian hanya menjawab seolah ia bingung.
Herdian sangat tajam dan sensitif, karena itu Meridian harus ekstra hati-hati, sebab mananya akan mengikuti emosi dan pikiran Meridian. "Aku semakin tertarik pada kuil. Apa mereka sangat keras menghukumi para pendosa?"
"Bisa dikatakan begitu, Nona. Dari apa yang saya ketahui, saat seorang pendeta yang memiliki kekuatan suci menutup mata pada sebuah kejahatan, kekuatan suci mereka akan melemah."
"Jadi begitu. Dewa Matahari mengawasi mereka, maksudmu begitu?"
"Nona terdengar seperti orang tanpa keyakinan."
"Sejujurnya aku memang tidak berkeyakinan."
Di dunia ini, lebih tepatnya. Novel adalah dunia ciptaan penulis, jadi Laila adalah tuhan sesungguhnya, kan?
Kenapa juga Meridian harus mengakui dia sebagai tuhan?
...*...
__ADS_1