Transmigrasi: Terpaksa Jadi Si Palsu

Transmigrasi: Terpaksa Jadi Si Palsu
49 - menyukaimu yang sekarang


__ADS_3

Meridian memejam. Sebenarnya ia sejak tadi mencoba masuk ke dunia di mana orang itu menyebut dirinya sebagai kemampuan Meridian, tapi sama seperti dia yang menghilang, dunia itu juga tidak lagi bisa ia masuki.


"Apa yang akan kamu lakukan sekarang?" Raven menggulung dirinya di dekat pipi Meridian. Tampaknya tidak terlalu merasa sulit meski tubuh Meridian panas. "Kamu akan terus melanjutkannya? Bukankah itu membosankan disebut balas dendam?"


Tentu saja tidak.


Kalau Meridian benar-benar melakukannya sepanjang waktu, sama saja ia tidak berusaha mencari jalan keluar. Tapi sejujurnya ia sedang tidak tahu harus berbuat apa sekarang.


Memikirkan tujuan saja sudah menyebalkan.


Entah kenapa, mau bagaimanapun, Meridian ujung-ujungnya akan berputar di takdir si Sialan itu.


"Beri aku waktu beristirahat." Jika perasaan sedang buntu, itu artinya kalian butuh istirahat total. "Aku akan memikirkannya setelah pikiranku lebih jernih."


Raven menguap lebar hingga gigi taringnya terlihat jelas. "Setelah melihatmu mengamuk dan manamu nyaris membunuh banyak orang, aku terkejut melihat kamu sekarang setenang ini. Mereka benar. Kamu menyembunyikan sesuatu."


"Semua orang menyembunyikan satu dua hal, Kucing Mesum." Meridian gantian mengusap-usap kepala kecil kucing hitamnya. "Kamu penasaran?"


"Akan kujawab tidak."


"Kenapa?"


Kucing itu mendengkur nyaman pada usapan Meridian. "Karena sepertinya kamu akan membunuh orang yang mengusikmu terlalu jauh."


Entah kenapa dia benar.


*


Berhari-hari Meridian sakit. Bukan kondisinya membaik, Meridian malah tergiring untuk terbiasa pada kondisi tubuh lemah itu.


Dion bilang alasan mengapa belenggu inti mana sebenarnya terlarang dan berbahaya bagi penyihir tingkat tinggi adalah karena amukan mana kecil akan difokuskan pada inti mana Meridian. Mana yang tersisa, bisa disebut mana yang lemah mencoba merusak segel dari luar ketika mana yang terkunci juga berusaha merusak segel dari dalam.


Sihir ini tidak akan berdampak pada Andaru, melainkan sepenuhnya pada Meridian. Karena itulah penyegelan mana menyakitkan namun disebut sebagai salah satu cara paling ampuh menghentikan penyihir.


Jika mereka bersikeras melawan, tubuh mereka akan semakin kesakitan, sementara orang yang meletakkannya justru akan baik-baik saja.

__ADS_1


Meridian tetap mengisap hawa dingin di cangklong pemberian Dion. Meski demamnya akan semakin tinggi karena itu, perasaan terbakar di tubuh Meridian bisa redam sementara.


Sekitar sore hari ketika Meridian membasuh tubuhnya yang penuh keringat dibantu oleh Lukas, datang pemberitahuan bahwa Herdian datang mengunjunginya.


"Apa urusan di perbatasan sudah selesai?"


Lukas tetap membasuh punggung Meridian hati-hati. "Entahlah. Itu bukan urusanku ataupun urusanmu."


"Akulah yang membuat peperangan terjadi."


"Peperangan akan tetap terjadi tanpamu."


"Akan berjalan lebih sederhana jika aku tidak diculik." Meridian menekuk lututnya. Bertumpu pada tangan yang terlipat di atas lutut sementara Lukas membasuh bagian lengan dan ketiaknya dengan handuk basah yang baru.


Dia masih bergerak canggung, padahal Meridian biasa saja.


Yah, bagi dia ini pasti nyata. Kenyataan di mana dia menyentuh tubuh adiknya yang terlarang.


Tapi bagi Meridian ini tidak nyata.


Mau ia rasakan, mau ia saksikan, semuanya cuma isi novel. Jadi mau dia menyelipkan tangan ke ************ Meridian, secara otomatis ia berpikir itu bukan tangan yang melecehkannya, tapi melecehkan tubuh tokoh di dalam novel.


"Hei."


"Hm?"


Lukas malah diam. Untuk sejenak itu hening, sampai Meridian merasa dia memeluknya. Bernapas agak berat di punggung Meridian dengan ritme jantung yang meningkat. "Kamu tidak membenciku lagi?"


"Aku sudah bilang aku—"


"Maksudku, terakhir kali." Lukas membelai punggungnya hati-hati. "Kamu sepertinya sangat kesal padaku saat itu."


Ah, saat Meridian bilang 'aku tidak mengenalmu' itu?


Sudah Meridian bilang, ia tak pernah menganggap satupun tokoh novel ini nyata. Marah pada tokoh novel, terutama yang tidak tahu-menahu seperti dia, apa gunanya?

__ADS_1


Kecuali si Palsu. Dia memang berbuat salah menarik Meridian kemari.


"Apa aku terlihat seperti orang yang akan membiarkan seseorang yang kubenci menyentuhku?" Meridian menegakkan punggunya lagi. "Ayo selesaikan ini. Aku harus bertemu Herdian dulu."


"Untuk apa?"


Untuk apa?


Benar, yah. Kalau dipikir-pikir, ia dan Herdian jadi agak terlalu dekat. Jika sekarang Meridian dekat dengan Lukas dan Dion, secara otomatis peran Herdian dalam hidupnya sudah tidak dibutuhkan.


Tapi kenapa ia masih mau menemui Herdian?


Meridian tak menyukai alasan 'karena dia baik jadi aku pun bersikap baik' dalam novel ini. Namun sepertinya ia sedikit mengistimewakan Herdian.


Apa karena dia sudah membantu Meridian sejak awal?


"Meridian, apa kamu menyukainya?"


"Siapa?"


"Pria itu."


Kenapa Meridian harus menyukai tokoh fiksi? Jika suka dalam arti 'kagum', maka mungkin. Tapi Lukas bertanya tentang perasaan lebih dan Meridian tidak punya itu.


Sebelum ia memastikan dunia ini akan selamanya ia tinggali atau tidak, selama itu pula Meridian tidak akan menggunakan hatinya.


"Tidak." Meridian menjatuhkan diri ke dada Lukas meski itu membuat pakaian dia basah. "Aku menyukaimu dan Kakak."


Lukas mengecup keningnya dari belakang. "Aku menyukaimu yang sekarang."


"Bukankah kamu menyebutku gila?"


Tanpa menjawab, dia berteleportasi ke kamar. Mengangkat Meridian ke tempat tidur, lalu memasangkan pakaian padanya seolah Meridian boneka barbie.


*

__ADS_1


__ADS_2