
Semenjak perubahan sikap Herdiyan, Rini jadi merasa istri yang sangat sempurna. Sikap herdiyan yang begitu manis, membuat Rini mulai bisa mencintai Herdiyan.
Besok adalah hari ulang tahun Herdiyan, Rini ingin sekali membelikan kado untuk suami nya. Maka dari itu siang ini Rini sudah terlihat sangat cantik, dia akan ke mall untuk membeli jam tangan sekalian shoping.
Saat tiba di mall Rini langsung berjalan ke arah toko jam, beberapa waktu lalu dia sudah mengincar salah satu jam yang terlihat bagus di mata Rini.
Setelah melihat barang incaran nya, dia pun segera membeli nya.
"Yes,, akhirnya ketemu juga jam tangan ini. mas Herdiyan pasti senang, Sekarang mending aku beli baju yang seksi buat nanti malam. "seru Rini sambil tersenyum malu saat membayang kan dia memakai baju yang minim bahan di depan Herdiyan
Rini pun segera melangkah kan kaki nya ke toko baju yang sudah dia incar sejak tadi, saat sedang memilih baju Rini melihat perempuan yang tidak asing di mata nya.
"Bukan kah itu kak Salsa,, Dia terlihat sangat cantik. Aku akan menghampiri nya, aku juga akan menanyakan Niken pada nya."seru Rini bermonolog sendiri
Saat Rini baru akan melangkah kan kaki nya, dia melihat sosok pria menghampiri Salsa. Pria itu adalah pria yang sangat dia kenal,pria yang akhir akhir ini selalu membuat nya melayang.
Herdiyan langsung merangkul pinggang Salsa dengan mesra, Herdiyan terlihat membawa beberapa paper bag di tangan nya.
"Mas herdiyan.. kenapa kamu terlihat sangat mesra dengan kak Salsa? "lirih Rini
Karna Rini begitu syok dia tidak langsung menghampiri Herdiyan ,dia malah bersembunyi di balik gaun.
setelah Herdiyan dan Salsa terlihat pergi ,Rini segera menghampiri penjaga toko baju dan bertanya.
"Maaf Mba, yang barusan pergi itu beli apa ya? "seru rini
"Kedua orang tadi hanya datang untuk mengambil pesanan mereka saja,, "seru pramuniaga tersebut
"Kalau boleh tahu, pesanan apa ya? "seru rini
"Baju pengantin Mba, besok mereka akan menikah."seru pramuniaga tersebut
Tubuh Rini terasa terhantam benda yang sangat besar, lutut nya terasa lemas. Untuk berdiri pun dia seakan tak bisa, bahkan jika tubuh Rini tak di tahan mba pramuniaga sudah di pastikan tubuh nya akan ambruk ke lantai.
"Mba sakit ya? Duduk dulu Mba.. "seru Mba pramuniaga sambil membantu Rini duduk di sofa tunggu
"Saya tidak apa apa Mba, saya numpang duduk sebentar .Kepala saya terasa pusing.. "seru Rini
Mas, jadi ini alasan kamu berubah. lihat saja mas, aku akan berusaha untuk menggagalkan rencana pernikahan kamu. batin Rini
Setelah di rasa lebih baik, Rini segera pulang.Di pikiran nya di penuhi dengan tanda tanya, dia sudah tidak ingin melakukan apapun selain segera pulang.
*
Sore hari nya Herdiyan terlihat pulang kerja seperti biasa, Rini berupaya sebisa mungkin agar tetap bersikap baik terhadap suami nya itu.
__ADS_1
"Kamu lelah mas?"seru Rini
"Iya sayang,, Mas pengen berendam air hangat."seru Herdiyan
"Akan segera aku siap kan. "seru rini
Sebelum Rini meninggalkan Herdiyan ke kamar mandi, Rini mencium nya dengan mesra. Bahkan Herdiyan pun terlihat sangat menikmati ciuman Rini,,
"Sayang, kenapa hari ini kamu begitu menggoda?"seru Herdiyan
Rini tidak menjawab ucapan Herdiyan,dia langsung membantu Herdiyan membuka baju nya dan menemani Herdiyan untuk berendam.
Dari Herdiyan pulang sampai larut malam Rini begitu memanjakan suami nya, entah kenapa Rini seperti ingin menahan agar Herdiyan tidak pergi kemana mana.
"Sayang, besok kamu bisa cuti ngga? "seru Rini
"Maaf sayang, besok ada hal penting yang harus di kerja kan. "seru Herdiyan sambil terus menciumi ceruk leher Rini
Rini pun dengan senang hati memancing kembali hasrat Herdiyan, bahkan Rini tak membiarkan Herdiyan tidur sampai jam empat pagi.
*
Sinar matahari sudah terasa sangat panas, hal itu menandakan jika hari sudah siang. Herdiyan mengerjap kan matanya, saat membuka mata wajah Rini lah yang terlihat.
Herdiyan langsung tersenyum melihat wajah Rini,tapi senyum nya langsung berubah saat dia melihat jam di dinding.
Rini yang merasa tidur nya terganggu langsung membuka matanya..
"Kenapa mas? "seru Rini
"Mas kesiangan sayang,, "seru Herdiyan
Herdiyan langsung lari ke kamar mandi, hari ini harus nya jadi acara yang penting buat Herdiyan.Tapi dia malah bangun kesiangan, benar benar menjadi hari yang sial bagi nya.
Rini hanya tersenyum melihat tingkah laku suami nya, padahal memang itu lah yang dia ingin kan .Menggagalkan rencana pernikahan Herdiyan dengan Salsa, kakak dari sahabat nya kinan.
Setelah mandi, Herdiyan langsung bersiap untuk pergi, tapi Rini tidak membiar kan nya pergi begitu saja.
"Sayang,, tunggu. "seru Rini manja
Dia hanya menggunakan handuk kecil untuk menutupi tubuh nya, Rini mengambil jam tangan yang sudah dia beli kemarin dan memberikan nya pada Herdiyan.
"Apa ini sayang? "seru Herdiyan
"Selamat ulang tahun sayang,,semoga kamu bisa menjadi imam yang baik buat aku,jam ini adalah kado dari ku.. "seru Rini
__ADS_1
"Terimakasih sayang, tapi aku harus segera pergi."seru Herdiyan
"Tunggu sebentar,, "seru Rini manja
Rini langsung mendorong tubuh Herdiyan ke atas ranjang, Rini pun langsung memberikan sentuhan sentuhan yang membuat Herdiyan lupa akan tujuan nya.
Siang ini Rini benar benar menguasai permainan nya, Herdiyan merasa sangat puas di buat nya. Setelah selesai Herdiyan langsung mandi dan pamit pergi pada Rini.
Tanpa sepengetahuan Herdiyan, Rini mengikuti kemana suami nya pergi.
Tak berselang lama Herdiyan terlihat berhenti di depan sebuah rumah yang sudah di rias dengan rapi, tapi di sana terlihat sangat sepi.
"Bukan kah ini rumah nya kinan? "seru Rini lirih
Rini pun diam diam mengikuti langkah herdiyan, dari dalam nampak kak Salsa yang memakai gaun pengantin tapi dalam keadaan yang berantakan .
"Jadi benar mereka akan menikah hari ini? "seru Rini lirih
Rini terus memperhatikan kedua manusia tersebut, terlihat Salsa begitu sangat marah pada Herdiyan.
"Kamu gimana sih mas, kemana saja kamu hah?! "seru Salsa sambil memukul mukul dada Herdiyan
"Maaf kan aku sayang ,maaf. "seru Herdiyan
"Apa kamu lupa kalau hari ini hari pernikahan kita?"teriak Salsa sambil terus memukul dada Herdiyan
"Tidak sayang, aku tidak lupa. "seru Herdiyan sambil menangkap kedua tangan salsa
"Aku malu mas, malu tau ngga.Dari tadi semua nya menunggu calon mempelai pria nya sampai mereka bubar . "seru Salsa
Saat mereka sedang asik berdebat ,Rini pun menghampiri mereka.
"Mas,, "seru Rini manja
Herdiyan yang mendengar suara yang sangat pamiliar di telinga nya tidak berani menoleh, dia hanya diam mematung..
-
-
-
-
Terimakasih sudah mampir..
__ADS_1
jangan lupa like nya ya,,dan jangan lupa tekan 💓 untuk memfavoritkan..
TBC