
Pagi ini Herdiyan sedang asik menata bunga bunga nya, hal itu sudah menjadi rutinitas yang menyenangkan dan menghasil kan tentu nya.
Saat sedang asik dengan bunga nya, datang lah seorang pemuda yang menghampiri nya.
"Pagi Om,, "sapa nya
"Pagi,, Ada yang bisa Om bantu? "Tanya Herdiyan
"Begini Om, saya sedang suka dengan seorang gadis .Kira kira enak nya ngasih bunga apa ya Om?"
"Dia suka bunga apa? "Tanya Herdiyan
"Saya tidak tahu Om, maka nya saya nanya Om.."Seru pemuda itu
"Ya sudah, karna kamu baru tahap perkenalan. Kamu kasih setangkai bunga mawar saja, kamu tunggu dulu biar saya bungkuskan ."Ucap Herdiyan
Pemuda itu pun mengangguk, sedangkan Herdiyan mengambil setangkai bunga mawar dan membungkus nya .Setelah siap, Herdiyan mengikat bunga nya dengan sebuah pita kecil berwarna merah muda.
"Ini nak, bunga nya sudah selsai."Ucap Herdiyan
"Berapa Om? "Tanya nya
"Silahkan bayar langsung di kasir,, "Ucap Herdiyan, Herdiyan pun menepuk pelan pundak pemuda tersebut."Semoga gadis incaran mu akan menyukai bunga ini."Ucap nya
"Terimakasih Om semangat nya."Ucap pemuda itu
Pemuda itu pun langsung menuju kasir dan membayar bunga nya,setelah selsai dia pun langsung menuju tempat kerja nya yang berada di sebrang toko bunga milik Herdiyan.
Saat masuk ,dia sudah bisa melihat wajah cantik wanita incaran nya yang sedang berdiri di balik meja resepsionis.Pemuda itu pun menyembunyikan setangkai bunga mawar itu di balik punggung nya, setelah itu dia pun mendekati gadis incaran nya.
"Pagi Ana.."Sapa nya
"Eh ? Pagi Herry,, ada yang bisa aku bantu."Tanya Ana
"Tentu Ana, aku membutuhkan bantuan mu."Jawab Herry
"Ada apa? "Tanya Ana
"Aku mempunyai setangkai bunga mawar, tapi karna aku seorang pria aku tidak mungkin menyimpan bunga mawar ini. Maukah kamu menyimpan bunga mawar ini?"Ucap Herry seraya memberikan setangkai bunga mawar
Ana tersenyum geli mendengar rayuan Herry, Sedangkan ke tiga teman Ana memutar bola mata malas mendengar gombalan receh dari Herry.
__ADS_1
"Baiklah Herry ,, Karna aku sangat menyukai bunga, maka aku akan menerima bunga mawar dari mu dan akan menyimpan nya dengan baik."Ucap Ana
Herry pun tersenyum senang, "Terimakasih Ana, nanti siang bisa kan kita makan bersama?"Tanya Herry
"Tentu saja, kantin itu milik perusahaan. Mana mungkin aku tidak mengizinkan kamu makan siang bersama dengan ku.."Jawab Ana
"Ehm,, "Suara deheman yang cukup keras mengagetkan Herry , Ana dan ke tiga teman nya.
Ana dan Herry langsung melihat ke arah suara,"Pagi pak.."Sapa mereka bersamaan
"Pagi, Ana tolong bawain kopi saya sekarang.Dan untuk kamu Herry, sebentar lagi jam kerja akan di mulai, segera lah naik dan masuk ke dalam ruangan mu"Ucap Aditya dengan muka datar nya
"Baik pak.."Ucap Ana dan Herry bersamaan
Ana pun menyimpan bunga mawar dari Harry di meja nya, setelah itu dia pun segera menuju pantry untuk membuat kan kopi untuk Aditya.Sedangkan Herry langsung melangkah kan kaki nya, dia harus segera pergi ke ruangan nya.
Selsai dengan kopi nya Ana langsung naik ke lantai dua puluh dan langsung menuju ruangan Aditya, dan seperti biasa nya ,Rio selalu menyuruh Ana untuk langsung masuk.
"Pagi pak, ini kopi nya. "Ucap Ana seraya berjongkok dan menyimpan kopi nya di atas meja
Aditya hanya diam dan duduk di sofa ,sedangkan tangan nya tengah sibuk memainkan ponsel nya.
"Tunggu,, "Ucap Aditya
Ana pun menghentikan langkah nya dan segera menghampiri Aditya, "Ada apa ya pak? "Tanya Ana
"Saya tidak suka kalau melihat kamu mengobrol dengan Herry .."Ucap nya dengan mata yang tak teralihkan dari ponsel nya
"Maksud bapak? "Tanya Ana
Aditya pun berdiri dan menghampiri Ana,"Jangan terlalu dekat dengan lelaki mana pun, aku takut kamu di sakiti oleh lelaki itu."Ucap Aditya lembut seraya menggenggam tangan Ana
Ana mendongak kan wajah nya, dia memandang Aditya dengan lekat.Ada raut khawatir di mata nya, tapi kenapa? Toh mereka tidak ada hubungan apa apa, hanya antara atasan dan bawahan.
Ana pun tersenyum dengan manis, "Bapak tidak usah khawatir, saya bisa menjaga diri saya. Lagi pula saya sudah belajar bela diri, dan juga selaku membawa alat yang aman dari Bunda."Ucap Ana
Aditya mengernyit, "Memang nya Bunda ngasih apa sama kamu? "Tanya Aditya
"Ngasih ini,, "Ucap Ana seraya menunjukan dua benda
yang dia keluarkan dari saku celana nya
__ADS_1
Aditya pun langsung terkekeh dan mengelus lembut pundak Ana, "Bunda memang benar benar pengertian,dia sangat siaga dengan memberikan stun Gun dan paper spray untuk kamu."Ucap Aditya
Aditya menarik lembut tangan Ana, dia membawa Ana agar duduk di sofa bersama dengan nya.Aditya merapikan anak rambut ana dan menyelipkan nya di belakang telinga nya, dia pun tersenyum dengan lembut ke pada Ana.
Ana hanya mengernyit heran dengan sikap bos nya itu,"Bapak kenapa sih? Dari tadi sikap bapak aneh terus..Bapak jangan bikin saya takut, nanti yang ada ke dua alat ini saya uji coba sama bapak. "Ucap Ana
Aditya pun terkekeh, "Kamu cantik Ana, sangat cantik."Ucap Aditya
"Bapak ngaco ih, saya kerja dulu ya pak."Ucap Ana
Ana pun bangkit dari duduk nya, tapi dengan cepat Aditya langsung menggenggam tangan Ana."Aku serius Ana, jangan dekat dekat dengan lelaki mana pun."Ucap Aditya
"Bapak jangan nakutin saya pak, saya takut kalau bapak nya bicara seperti itu. Bapak seperti seorang lelaki posesif yang sedang cemburu pada pacar nya,inget pak diantara kita hanya sekedar atasan dan bawahan."Ucap Ana
Aditya pun langsung melepas kan tangan Ana, "Maaf, aku hanya khawatir saja sama kamu.Maaf jika sikap ku membuat kamu tidak nyaman, tapi aku mohon jangan jauhi aku."Pinta Aditya
"Saya ini kerja di sini pak, mana bisa saya menjauhi bapak. Udah gitu tiap hari saya bikin kopi buat bapak, pasti nya saya akan bertemu terus dengan bapak."Ucap Ana
Aditya pun tersenyum, "Ya sudah sana kerja, jangan terlalu lama di sini. Nanti bisa bisa saya ngga ngizinin kamu untuk keluar dari ruangan saya."ucap Aditya
"Memang nya saya ini tahanan ngga di bolehin keluar ?"Tanya Ana
"Bukan kamu yang tahanan ,tapi hati aku yang kamu jadiin tahanan."Ucap Aditya
"Bapak gombal."Ucap Ana seraya meninggal kan ruangan Aditya
Makin lama pak Aditya makin aneh, aku jadi tidak mengerti dengan nya. Sebenarnya dia itu kenapa ya? Apa jangan jangan karna pernah depresi jadi dia seperti itu?
Ana pun bergidig ngeri membayangkan tentang Aditya yang kambuh akan depresi nya,dia pun segera mempercepat langkah nya.
-
-
-
Terimakasih karena sudah mampir..
Jangan lupa like, koment, vote, rate, kritik, saran dan juga jangan lupa tekan 💓untuk memfavoritkan..
TBC
__ADS_1