Trauma Masa Lalu

Trauma Masa Lalu
Canggung


__ADS_3

Setelah mengantar kan kopi ke ruangan Aditya, Ana pun kembali ke pantry. Dia mencari wadah untuk menyimpan bunga mawar yang di berikan oleh Herry, Ana adalah penyuka Bunga, jadi Bunga yang Herry berikan harus dia jaga agar tetap indah.


Ana pun melihat pas bunga kecil berwarna bening, dia pun mengisi nya dengan air dan membawa nya ke meja kerja nya.


"Ana, untuk apa pas Bunga itu? "Tanya Vanya


"Untuk menyimpan Bunga mawar dari Herry."Jawab nya


"Cieee,, yang di kasih sekuntum mawar merah dari si tukang gombal.."Ucap Clarisa


Ana tak menjawab apa pun ledekan teman nya itu, Ana segera membuka pembungkus nya dan menyimpan bunga mawar itu di dalam pas bunga.


"Cantik.."Puji Ana


"Aku lebih cantik kali An,,"Ucap Alisya


"Ya, kalian sama sama cantik tapi dalam versi berbeda. "Jawab Ana


"Baiklah,, sekarang kita harus fokus bekerja."Ucap Vanya


Akhirnya mereka ber empat pun langsung melanjutkan kembali pekerjaan mereka, seperti biasa nya, mereka bekerja dengan sangat serius .


Tanpa terasa waktu pun terus berputar, hingga waktu istirahat pun telah tiba. Herry turun dari divisi keuangan dan langsung menuju meja resepsionis, senyum di wajah nya langsung mengembang saat melihat bunga pemberian nya di simpan di dalam pas bunga.


"Hi Ana,,"Sapa Herry


"Hi juga Herry.. "sahut Ana


"Ayo An, kita ke kantin."Ajak Herry


Ana melihat ke arah tiga teman nya, ke tiga teman Ana pun paham. Dan mereka pun menganggukan kepala mereka, mereka tahu jika Ana tak ingin hanya berdua saja bersama Herry.


"Yuk.. "Sahut Ana


Ana pun segera melangkah kan kaki nya menuju kantin bersama Herry dan ke tiga teman nya, setelah memesan makanan mereka pun langsung duduk bersama dengan meja yang sama.


Ana duduk bersebelahan dengan Herry ,sedangkan Vanya, Clarisa dan Alisya berada di sebrang Ana dan Herry.

__ADS_1


Mereka pun memulai makan siang nya, di sela sela makan Herry selalu saja melontarkan rayuan garing nya ke pada Ana. Hal itu membuat ke tiga teman Ana merasa jengah, tapi berbeda dengan Ana yang merasa sedikit terhibur.


"An, kamu tahu ngga mobil mobil apa yang bikin aku takut??"Tanya Herry


"Mobil apa? "Tanya Ana menghentikan suapan nya


"Mobilang cinta tapi takut di tolak,, "Jawab Herry dengan tawa sumbang nya


Ana sedikit menyunggingkan senyum nya, sedangkan ke tiga teman nya hanya memutar bola mata malas dengan ucapan Herry.


"Herry, kamu tahu kan kalau Ana itu suka dengan Bunga? "Tanya Clarisa


Herry pun menganggukan kepala nya,"Tahu, kan Ana sendiri yang bilang kalau dia penyuka semua jenis Bunga."Jelas Herry


"Kalo begitu coba kamu tebak,Diantara semua Bunga, Bunga Bunga apa yang sangat di sukai oleh Ana?"Tanya Vanya


"Bunga apa ya?"Tanya Herry


"Bunga bank.."Jawab Clarisa dengan tawa nya


Saat mereka sedang asik dengan tebak tebakan nya, datanglah Aditya menghampiri mereka. "Permisi, apa saya boleh gabung dengan kalian?"Tanya Aditya dengan kotak makan di tangan nya


Mereka langsung saling tatap dan menganggukan kepala secara berjamaah, Aditya pun langsung tersenyum dan duduk tepat di antara Ana dan Herry. Dengan terpaksa Herry pun menggeser letak duduk nya, Herry pun mencebik tak suka dengan datang nya Aditya di antara mereka.


Aditya pun segera membuka kotak makan susun nya,saat di buka di kotak pertama ada nasi putih dan di kotak ke dua ada ikan pecak dengan irisan timun dan daun kemangi.


Ana langsung melirik ke arah kotak makan Aditya, rasa nya air liur nya mau menetes saat melihat apa yang ada di depan mata nya.


Aditya pun menyunggingkan senyum nya saat melihat reaksi Ana, "Kamu mau An ? "Tanya Aditya


Ana pun gelagapan, "Tidak usah pak, saya sudah punya soto ini. Mubazir kalau ngga di makan, bapak silahkan makan siang nya di mulai."Jawab Ana


Astagfirullah,, ini pak Aditya maksud nya apa? Pake acara ikut nimbrung makan segala lagi,, mana makanan nya kelihatan enak banget lagi.. Bisa ngiler aku tuh..Batin Ana


Semua orang yang ada di sana pada ngeliatin Aditya, termasuk Herry dan ketiga teman Ana. Menyadari akan hal itu, Aditya pun langsung bersuara.


"Silahkan lanjut kan makan siang nya, saya juga mau makan ini.."Ucap Aditya

__ADS_1


Semua karyawan pun langsung melanjutkan makan nya kembali, tak ada yang berani bersuara mengingat ada atasan mereka di sana.


Yang terdengar hanya dentingan sendok dan garpu saja, Herry yang rencana awal nya ingin merayu Ana pun kini diam seribu bahasa.


Sebenar nya Ana ingin sekali mencicipi ikan pecak kesukaan nya, tapi sayang nya dia terlalu malu dengan keberadaan teman teman nya.


Dua puluh menit dalam keheningan membuat Ana tak betah, dia pun segera berpamitan untuk pergi ke mushola.


"Maaf pak Adit, saya ke mushola dulu. Takut nya waktu dzuhur nya keburu habis, saya permisi."Pamit Ana, Ana pun melihat ke arah ke tiga teman nya dan juga Herry lalu dia pun menganggukan kepala nya.


Selepas kepergian Ana, ketiga teman Ana pun ikut pamit. Herry yang merasa tak nyaman pun langsung pamit mengikuti langkah yang lain nya, sedangkan Aditya kini tersenyum senang karna bisa menggagalkan rencana pedekate nya Herry.


Ana yang sudah sampai di mushola pun langsung wudhu dan segera melaksanakan kewajiban nya terhadap sang khalik,setelah selsai Ana pun langsung menuju tempat kerja nya kembali.


Baru saja Ana mau duduk di baik meja kerjanya, tatapan mata nya malah tertuju pada kotak makan susun yang ada di kursi kerja nya.


Di atas kotak makan tersebut ada liputan kertas kecil, Ana yang penasaran pun langsung mengambil liputan kertas tersebut dan membuka nya.


Tadinya aku ingin memberikan langsung ke kamu, tapi takut kamu nya ngga suka. Jadi aku simpan di sini saja, selamat menikmati.. By Aditya


Ana pun melipat kembali kertas tersebut dan menyimpan nya di saku celana nya, "Ishh,, kenapa dia bersikap aneh terus akhir akhir ini? Apa depresi nya sedang kambuh?"Tanya Ana lirih


Ana yang tak pernah jatuh cinta ternyata tidak paham dengan apa yang di lakukan oleh Aditya dan Herry terhadap nya, dia hanya menyangka jika Aditya dan Herry mendekati nya hanya sebagai teman saja. .


Untuk ucapan dan kata rayuan yang mereka lontarkan, ternyata hanya di anggap candaan seperti yang sering dia tonton di acara televisi .


-


-


-


Terimakasih karena sudah mampir..


jangan lupa like, koment, vote, rate, kritik, saran dan juga tekan 💓untuk memfavoritkan..


TBC

__ADS_1


__ADS_2