Trauma Masa Lalu

Trauma Masa Lalu
Salah Tingkah


__ADS_3

Selepas makan siang, Ana langsung pergi ke mushola untuk melaksanakan shalat dzuhur. Makan bersama bos ternyata sangat menegangkan pikir nya, tapi jika merasakan sambel pecak mujair nya hati Ana terasa menghangat.


Masakan nya benar benar enak, dan rasa nya Ana jadi sangat rindu dengan Bunda nya. Besok adalah hari sabtu, Ana akan meminta Daddy nya untuk mengajak nya jika mengambil bunga nanti. Dia ingin pulang dan tentu nya, dia ingin melepas rindu dengan ke dua orang tua nya dan juga Nenek nya.


Selsai shalat Ana langsung kembali ke meja resepsionis, di sana ke tiga teman nya sudah nampak bersiap.


"Ana, tadi kami tidak melihat kamu di kantin.Kamu ngga makan siang? "Tanya Vanya


"Makan siang kok, kalau tidak makan nanti aku bisa kelaparan."Jawab Ana


"Tapi kamu makan nya di mana? "Tanya Alisya


"A - aku makan bareng Daddy.."Jawab Ana terbata


Ketiga teman nya langsung mengernyit, "Daddy??"Tanya mereka bersamaan


"Yes, pemilik toko bunga di sebrang jalan adalah Daddy ku."Jawab Ana


Ke tiga teman nya pun langsung menganggukan kepalanya tanda mengerti, Ana hanya tersenyum kikuk melihat anggukan ke tiga teman nya.


Sebenar nya dia ingin berkata jujur pada ke tiga teman nya, tapi takut nya nanti mereka malah berpikir yang tidak baik tentang nya.


Setelah terjadi obrolan singkat di antara mereka, kini mereka pun melanjutkan kembali pekerjaan nya. Mereka begitu fokus jika saat bekerja, tapi kadang mereka bisa bertingkah sangat konyol jika di luar pekerjaan.


Waktu terus berputar, hingga akhirnya waktu bekerja pun telah habis. Ana dan juga semua karyawan lain nya sudah bersiap untuk pulang, baru saja Ana melangkahkan kaki nya ke luar dari lobi kantor, tapi ia sudah di panggil lagi.


"Ana "Terdengar seseorang memanggil nama nya


Ana pun berbalik dan melihat siapa yang sudah memanggil nya, "Pak Adit?! "Seru Ana seraya mengernyit heran


Aditya pun langsung menghampiri Ana, beruntung ke tiga teman nya sudah keluar kantor. Kalau tidak, pasti mereka sudah kepo dan berusaha untuk mencuri dengar.


"Ada apa bapak manggil saya? "Tanya Ana


"Besok saya lembur, masih banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan.Kamu bisa nggak besok masakin saya buat makan siang? "Tanya Aditya


Ana terlihat bingung, pasal nya dia sudah berniat untuk pulang ke rumah orang tua nya. Rasa nya baru tiga hari berpisah saja, sudah membuat nya rindu.

__ADS_1


Melihat Ana yang hanya diam saja Aditya pun mengerti, "Kalau tidak bisa tidak usah di paksaan, tidak apa apa kok. Mungkin kamu mau pulang dulu ke rumah orang tua kamu,jadi abaikan saja permintaan saya."Jelas nya


"Eh? Kok bapak tahu kalau saya mau pulang? "Tanya Ana bingung, pasal nya semua orang di situ tau nya Ana adalah putri nya Herdiyan


"Sebenar nya tidak tahu, hanya asal tebak saja."Ucap Aditya gugup


"Wah bapak hebat, karna tebakan bapak benar. Maaf ya pak, mungkin lain kali."Sesal Ana


"Oiya An, nanti kalau kamu balik ke sini tolong bawain saya kue Brownies buatan Bunda kamu ya,,"Ucap Aditya seraya memberikan uang merah lima lembar


"Ini uang untuk apa Pak? "Tanya Ana


"Untuk membayar kue nya, masa aku minta di bawain kue tapi ngga bayar? "Seru Aditya


"Oh, bapak cerita nya mau beli kue di toko milik Bunda? "Tanya Ana


"Iya, kue buatan Bunda kamu kan paling juara."Ucap nya


Ana mengernyit heran, "Bapak kan belum pernah ketemu sama Bunda saya pak? Kok bapa bisa tahu kalau Bunda Jualan kue? Pake bilang rasa nya juara lagi? "Tanya Ana


Ana pun menganggukan kepalanya, "Begitu ya pak? Tapi ini uang nya kebanyakan loh.."Protes Ana


"Kamu beli aja kue Bunda seharga uang yang saya kasih, nanti kue nya kan bisa di bagi sama karyawan lain nya. "Usul Aditya


"Bapak benar, ya sudah pak saya pamit pulang dulu. Gegara ngobrol ama bapak, jadi nya udah mau maghrib aja."Pamit Ana


"Iya, maaf sudah mengganggu waktu mu."Seru Aditya


"Iya pak, tidak apa apa. "Ucap Ana


Ana pun segera berlalu meninggal kan Aditya, dia ingin segera mandi dan menunaikan kewajiban nya. Sampai di kostan, Ana langsung mandi dan segera melaksanakan shalat maghrib.


Ana sengaja tidak pergi ke mushola, karna dia ingin segera ke tempat Herdiyan. Selsai shalat Ana langsung ke toko Bunga milik Herdiyan, nampak Daddy nya sedang membantu karyawan nya melayani pengunjung.


"Dad,"Sapa Ana


"Yes,, ada apa sayang? "Tanya Herdiyan

__ADS_1


"Aku pengen makan malem bareng Daddy, tapi aku yang masak."Ucap Ana


"Ya sudah, kamu masak sana. Di kulkas masih banyak bahan makanan, ini kunci rumah Daddy. "Ucap Herdiyan seraya memberikan kunci rumah nya


Ana Pan langsung mengambil kunci rumah Daddy nya, dengan langkah cepat Ana pun segera meninggalkan toko bunga milik Herdiyan menuju rumah nya.


Sampai d rumah Daddy nya, Ana langsung memeriksa isi kulkas yang ada di dapur. Ternyata benar kata Herdiyan, di dalam sana begitu penuh dengan bahan makanan.


Ana pun langsung bergelut dengan peralatan dapur, hampir empat puluh menit dia bertarung membuat semua masakan terlihat matang sempurna.


Ana sengaja membuat masakan yang simpel agar tak menghabiskan waktu, hanya membuat tumis udang pedas manis dan tumis brokoli.


Dua menu saja sudah cukup menurut nya, karna yang makan hanya mereka berdua. Selsai masak Ana pun langsung memanggil Herdiyan, dengan senang hati Herdiyan pun langsung masuk ke rumah nya.


Dia begitu bahagia saat melihat masakan yang terhidang di atas meja, mungkin seperti ini lah rasa nya di masakin oleh putri tercinta. Andai saja dia tidak mandul, mungkin saja Herdiyan akan segera mencari pengganti Salsa saat itu.


Tapi rasa percaya diri nya seakan hilang saat mengetahui kemandulan nya, bahkan dia sangat menyesal karna pernah menuduh Rini yang tidak tidak.


Andai saja waktu bisa di putar kembali, ingin rasa nya Herdiyan tetap menjalani rumah tangga bersama Rini. Herdiyan sangat yakin, jika dulu dia tak berselingkuh mungkin Rini akan menerima kekurangan nya.


Untuk soal anak, jaman sekarang adalah jaman mudah, mereka bisa mengadopsi anak dari panti asuhan. Tapi sayang semua nya tidak akan pernah terulang lagi, sekarang yang perlu dia lakukan adalah bersyukur dan menikmati hidup di masa tua nya.


Ana dan Herdiyan makan dengan lahap,di sela makan Ana pun tak lupa membicarakan kepulangan nya ke rumah Bunda nya.


Herdiyan pun paham, dia mengajak Ana untuk berangkat pagi pagi sekali agar bisa sarapan bersama di rumah Rini. Ana pun sangat senang, dia pun setuju jika habis subuh mereka akan berangkat ke desa.


-


-


-


Terimakasih karena sudah mampir..


Jangan lupa like, koment, vote, rate, kritik, saran dan juga tekan 💓untuk memfavoritkan..


TBC

__ADS_1


__ADS_2