
Jangan lupa tekan 💓 untuk memfavoritkan..
Jangan lupa like, koment, vote, rate, kritik dan saran yang membangun..
Selamat Membaca..
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah puas bermain di pasar malam, Rini pun memutuskan untuk pulang. Pukul sepuluh malam dia sampai di rumah, saat masuk ke dalam rumah Rini sangat kaget.
Pasal nya di sana masih ada Herdiyan, bahkan ke dua orang tua Herdiyan pun nampak duduk di samping lelaki yang masih bersetatus suami nya tersebut.
Dengan senyum kikuk Rini menghampiri semua keluarga nya..
"Sayang,, kenapa kamu pergi nya lama sekali? "seru Herdiyan sambil menghampiri Rini
"Maaf,, ini ada apa ya, kenapa ayah dan ibu juga ada si sini? "seru Rini tanpa menghirau kan ucapan Herdiyan
"Duduk sini nak, Ayah mau bicara.."seru ayah Herdiyan sambil menepuk sofa sebelah tempat dia duduk
Rini pun menurut, dia duduk di dekat kedua mertua nya.Ayah Herdiyan memandang Rini dengan penuh iba.
"Ayah ke sini di panggil sama bapak dan ibu kamu, kami sudah mengetahui semua kelakuan nya Herdiyan di belakang kamu. Sekarang Ayah mau tanya sama kamu, Apa benar kamu ingin berpisah dengan anak Ayah?"seru Ayah Herdiyan
"Sebelum nya Rini minta maaf yah, Rini bukan nya ingin berpisah dengan mas Herdiyan. Tapi mas Herdiyan yang membuat Rini harus pergi dari kehidupan mas Herdiyan, Rini tidak mau di madu."seru Rini sambil tertunduk
"Ayah minta maaf, Ayah tahu ini murni kesalahan anak Ayah. Semoga kamu bahagia dengan keputusan kamu, Ayah akan segera mengurus perceraian kalian. Karna Herdiyan harus segera menikahi wanita yang sudah dia hamili. "Seru Ayah Herdiyan
Ada perasaan lega saat Ayah Herdiyan mengucapkan kata perceraian, tapi tidak bisa di pungkiri hati Rini seakan tercabik. Di usia nya yang masih muda, dia akan menyandang status janda sungguh sangat miris.
Sedangkan Herdiyan merasa tak terima dengan keputusan Ayah nya, dia pun melayang kan protes terhadap Ayah nya tersebut.
__ADS_1
"Tapi yah,, Aku tidak mau berpisah dengan istri ku. Aku sangat mencintai nya, Aku janji akan tetap menomer satu kan dia yah.."seru Herdiyan
"Sudah lah Herdiyan, Kalau kamu memang benar benar mencintai Rini kamu tidak akan menghamili wanita lain. Kamu sudah dewasa lepaskan Rini,biarkan dia mencari kebahagiaan nya sendiri. "seru Ayah Herdiyan
Herdiyan pun tidak bisa berkata apa apa lagi, ini semua memang murni kesalahan nya. Dia harus menerima akibat dari perbuatan nya, kini hanya ada sesal di dalam diri nya.
Herdiyan langsung menghampiri Rini, dengan penuh sesal dia pun berkata..
"Rin, boleh mas peluk kamu sekali saja?"Tanya herdiyan
Rini pun menganggukan kepala nya, bagaiman pun juga dia sudah mulai mencintai lelaki itu dan dia masih merindukan sentuhan nya.
Tanpa menyia nyiakan kesempatan, Herdiyan langsung memeluk Rini dengan erat. Dia mengelus elus punggung Rini dengan lembut, dan mencium kening nya dengan penuh cinta.
"Maafin Mas sayang, Mas sudah salah ,Mas sudah menyakiti hati kamu.."seru Herdiyan sambil menangis
Rini memeluk Herdiyan dengan erat, dia menumpahkan semua kesedihan nya dengan menangis di pelukan Herdiyan.
"Kalo gitu jangan nangis lagi, nanti wajah kamu tidak cantik lagi. "seru Herdiyan sambil mengelus elus kepala nya Rini
"Abisan mas jahat sama Rini, di saat Rini sudah mencintai mas dan sudah sayang sama mas, mas malah duain Rini. "seru Rini sambil memukul pelan dada nya Herdiyan
Herdiyan hanya diam menerima pukulan dari Rini, dia sadar dia salah. Sebenar nya dia sangat ingin mempertahankan rumah tangga nya, andai saja Rini mau di madu.
Rini melonggar kan pelukan nya, dia menatap Herdiyan dengan penuh cinta. Rini mengusap pipi Herdiyan yang basah, dan dia pun tersenyum ke arah Herdiyan.
"Terimakasih sudah jadi suami Rini selama satu tahun ini, dan semoga mas bisa lebih bahagia di pernikahan mas dengan kak Salsa nanti. Maaf kalau selama jadi istri mas, Rini tidak bisa menjadi istri yang baik. "seru Rini sambil tersenyum
"Mas yang seharus nya minta maaf sama kamu, Maafin mas karna tidak bisa jadi suami yang baik dan terimakasih karna kamu sudah mau mandi mas."seru Herdiyan sambil mengecup kening Rini
Semua yang ada di sana ikut menangis melihat kedua orang yang sedang mengucapkan salam perpisahan, Rini dan Herdiyan menangis sambil terus berpelukan.
__ADS_1
"Sudah,, sudah,, sekarang kita pulang.Ini sudah sangat malam,terimakasih ya Rin kamu sudah mau memaafkan anak Ayah. "seru Ayah Herdiyan
Rini pun memeluk ayah Herdiyan dan juga memeluk ibu nya Herdiyan, kedua orang tua Herdiyan sangat menyanygkan atas perpisahan yang terjadi. Tapi mereka tidak bisa berkata apa apa, karna semua sudah terjadi.
Ayah Herdiyan pun meminta maaf ke pada kedua orang tua Rini, karna memang mereka lah yang meminta Rini untuk mau menerima anak mereka.
Keluarga Herdiyan pulang dengan penuh penyesalan, karna perbuatan anak semata wayang nya.
Setelah kepergian Mereka, Rini langsung masuk ke kamar nya. Dia langsung merebah kan diri nya di kasur sambil memeluk guling, dia menangis menumpahkan segala duka yang ada di hati nya.
Mas, kenapa kamu tega sama aku? padahal aku sudah mulai mencintai kamu, tapi kamu nya malah begitu. semoga kamu bahagia mas dengan kak Salsa, apalagi dia sedang mengandung.batin Rini
Mata Rini benar benar tidak bisa terpejam, dia hanya bisa menangis dan membayang kan moment kebersamaan nya dengan Herdiyan.
Begitu pun dengan Herdiyan, sepulang dari rumah Rini dia langsung mandi dan merebahkan tubuh nya sambil memeluk foto pernikahan mereka. sesekali dia mencium foto pernikahan mereka, dia pun tak bisa tidur sama sekali.
Hanya bayang bayang Rini yang terlintas di pikiran nya, hanya wajah Rini yang terbayang di mata nya. Andai saja dia tidak melakukan kesalahan, mungkin saat ini mereka sedang mencari keringat dengan kegiatan panas yang biasa mereka lakukan.
Sungguh saat ini hanya ada penyesalan yang hinggap di hati dan pikiran pria matang tersebut.
Maafin mas sayang, mas salah. andai saja mas tidak terkena bujuk rayu nya Salsa, mungkin kita sedang bahagia sekarang. mas rindu dengan tingkah manja kamu sayang, mas rindu dekapan sayang kamu. batin Herdiyan
Dua insan itu kini sedang meratapi kegagalan mereka dalam berumah tangga, sebenarnya hati Rini mengatakan kalau dia ingin terus berada dalam dekapan hangat nya Herdiyan. Tapi otak nya berkata tidak, tidak ada lelaki yang mampu berbuat adil terhadap dua perempuan di dalam hidup nya.
-
-
-
TBC
__ADS_1