Trauma Masa Lalu

Trauma Masa Lalu
Tragedi


__ADS_3

Setelah merasa tenang Rey langsung memakai baju nya keluar dari kamar mandi,Rey tidak kembali bergabung dengan teman nya. Rey lebih memilih keluar dari kamar, dia masuk ke dalam mushola untuk menunggu waktu maghrib tiba.


Adzan maghrib pun berkumandang, Para siswa dan siswi langsung berlomba masuk ke mushola. Begitu pun dengan para guru, setelah semua berkumpul shalat pun mulai di laksanakan dengan cara berjamaah.


Selsai shalat mereka langsung makan malam bersama, setengah jam kemudian mereka pun masuk ke dalam bis karna sebentar lagi mereka akan kembali ke Jakarta.


Tak lama bus pun melaju menuju Jakarta, mereka begitu riang menyanyikan lagu lagu romantis khas anak muda jaman now.


Selama di perjalanan, Rey nampak lebih banyak diam. Di benak nya masih saja terbayang bayang adegan yang baru saja dia lihat, ada rasa penasaran di hati nya.


Namun dia segera beristigfar karna hal itu Belom boleh di lakukan oleh remaja seperti nya,dia sadar kalau hal itu hanya boleh di lakukan oleh orang yang mempunyai ikatan pernikahan.


Pukul sepuluh malam Rey tiba di sekolah, karna Rey tidak mau merepotkan Adi ,Rey pun mencari tebengan untuk pulang ke rumah nya.


Dan benar saja, salah satu teman nya yang akan pulang satu arah dengan nya mau memberikan tumpangan pada Rey.


Sesampai nya di rumah, keadaan begitu sepi. Tidak ada orang di sana,Rey pun segera pergi ke rumah Nenek nya.


Ternyata mereka sedang berkumpul di sana, karna pak Dani ada dalam keadaan kurang sehat dsn tubuh nya terlihat sangat lemah. Rey pun langsung menghampiri kakek nya itu, dia merasa perihatin melihat kakek nya yang terlihat sangat lemah.


"Yah, kakek di bawa ke rumah sakit saja biar cepet dapat perawatan."seru Rey


"Dari tadi sudah kami rayu, tapi kata nya takut kalau mau ke rumah sakit. "jelas Adi


"Kek, kerumah sakit ya.. Kakek biar cepat sembuh kalau dapat penanganan dari rumah sakit. "Rayu Rey


Terlihat pak Dani menghela nafas nya"Baiklah aku akan ke rumah sakit, tapi kamu harus menjaga adik mu .Dia sedang tidur di kamar sebelah, kasihan nanti kalau dia bangun tapi tidak ada orang."Ucap pak Dani


"Iya kek, aku akan jaga Dede. "Ucap Rey meyakinkan

__ADS_1


Akhir nya Adi langsung membantu mertua nya untuk berjalan menuju mobil, sedangkan Bu Leli dan Rini langsung menyiap kan semua kebutuhan yang di perlukan oleh pak Dani.


Selepas kepergian mereka, Rey langsung masuk ke kamar sebelah. Di sana dia melihat Ranti yang sedang tidur, Ranti tidur dengan menggunakan baju tidur tanpa lengan dan celana pendek di atas lutut.


Entah setan apa yang menghinggapi tubuh nya, Ranti terlihat begitu cantik di mata Rey.Bukan cantik seperti biasa yang dia ungkap kan pada adik nya, tapi cantik seperti ungkapan untuk wanita.


Rey menghampiri Ranti yang sedang tidur dengan sangat pulas, Rey duduk di samping Ranti dan mengelus pipi nya dengan lembut.


"Cantik, kamu sangat sangat cantik De."ucap Rey hampir tidak terdengar


Rey mulai menyusuri keindahan wajah Ranti dengan jari telunjuk nya, pandangan mata nya berhenti pada bibir kecil milik Ranti. Rey mengecup pelan bibir Ranti, Rey merasa bibir Ranti begitu nikmat.


Tidak ada pergerakan apa pun dari Ranti, karna seperti nya dia tidur dengan sangat pulas.


Entah kenapa setelah mengecup bibir Ranti badan Rey terasa panas, bahkan milik nya kini sudah berdiri dengan tegak.


"Kakak mau ngapain? Kenapa wajah kakak nyeremin begitu? "tanya Ranti dengan tubuh gemetar


Rey tidak mengindahkan kan ucapan Ranti, Rey sudah benar benar di kuasai oleh setan. Rey langsung menancapkan kan milik nya ke area inti Ranti, tubuh Ranti bergetar hebat. Dia bahkan tidak bisa berteriak, hanya bisa merintih pilu akan perbuatan kakak angkat nya itu.


"Ampun kak, ampuni Ranti.. Ampun,, Ampun kak. Sakit kak, jangan siksa Ranti. "seru Ranti sambil menangis lirih


Rey begitu menikmati tubuh kecil Ranti,dia bahkan sampai tak sadar kalau Ranti sudah pingsan entah sejak kapan. Setelah lama menggerakkan tubuh nya, Rey merasa ada sesuatu yang akan meledak dari tubuh nya.


Seperti dalam film yang dia lihat, dia langsung mencabut milik nya dan mengeluarkan nya di luar. Tubuh Rey langsung ambruk di samping tubuh mungil Ranti, setelah setengah jam merebahkan tubuh nya baru lah dia sadar dengan apa yang dia lakukan.


Rey langsung menangis, dia merasa sangat bersalah dengan apa yang sudah dia lakukan. Rey segera memakai baju nya kembali, dia melihat Ranti yang sudah terkulai lemah. bahkan area intinya terdapat banyak darah, Rey berusaha membangun kan adik nya tapi tak kunjung bangun.


"De, Maafin kakak De. Kakak juga ngga tahu kenapa kakak melakukan itu, Maafin kakak. Tolong bangun De, jangan bikin kakak takut."ucap Rey sambil nangis

__ADS_1


Rey terus mengoyang goyang kan tubuh Ranti,tapi sayang nya tidak ada pergerakan sama sekali dari Ranti,hal itu membuat perasaan Rey tak menentu.


Rey menangis menyesali perbuatan nya, Rey memukul mukul dada nya sendiri. Sesekali dia menjambak rambut nya, dia sungguh seperti orang yang sudah gila.


Karna dari tadi tidak ada pergerakan sekali dari Ranti ,Rey langsung panik. Rey mencoba kembali membangun kan Ranti, tapi hasil nya tetap sama.


Rey yang begitu ketakutan langsung berlari keluar dari rumah Bu Leli, dia berlari dengan sangat kencang. Sungguh saat ini dia di dera rasa takut yang luar biasa, yang dia pikirkan saat ini ada lah terus berlari.


Rey berlari tanpa arah dan tujuan, dia sudah seperti orang gila saat ini. Anak yang begitu tampan dan jenius itu telah kalah oleh nafsu, hal yang seharus nya tidak ia lakukan tanpa sadar telah di lakukan nya.


Kini di pikiran nya hanya ada rasa sesak yang luar biasa, rasa nya dia ingin tenggelam saja. Dia sudah tak sanggup untuk bertemu dengan Ayah, Bunda, Nenek dan juga kakek nya.


Saat ini dia merasa sangat hina, hanya karna dia menonton film dewasa, film yang tak sepantasnya dia tonton malah menghancurkan diri nya dan orang lain.


-


-


-


-


Terimakasih sudah mampir..


Jangan lupa like dan tekan 💓untuk memfavoritkan..


Jangan lupa kasih like dan koment nya ya, karna itu sangat berarti untuk ku..


TBC

__ADS_1


__ADS_2