Trauma Masa Lalu

Trauma Masa Lalu
Pulang Ke Rumah


__ADS_3

Jangan lupa like, koment, vote, rate, kritik dan saran yang membangun ya gengs..


Dukungan mu adalah semangat bagi ku..


Selamat Membaca..


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah tiga hari berada di rumah sakit, kini keadaan nya Rini sudah sangat baik.Dokter pun sudah memperboleh kan Rini dan Babby Ranti untuk pulang, dan hal itu di sambut senang oleh keluarga Rini.


Sesampai nya di rumah, Rey begitu Antusias saat melihat wajah Babby Ranti yang terlihat cantik dan menggemaskan.


Anak itu tak henti henti nya menoel noel pipi Babby Ranti yang mulai terlihat berisi. Hal itu di karnakan Babby Ranti yang suka sekali minum Asi,Rini pun sampai kewalahan di buat nya.


Rini pun harus rela banyak makan agar Asi nya tetap produktif, Rini bahkan rela jika dia harus gemuk karna terlalu sering makan.


Adi pun tak keberatan akan hal itu, bagi nya yang terpenting adalah Rini dan anak nya sehat selalu.


"Bunda, kenapa Dede Ranti makin cantik dan menggemaskan? "seru Rey


"Tentu saja sayang, kan Bunda kamu juga sangat cantik. Pasti nya Dede Ranti juga sangat cantik ,sama seperti Bunda."seru Adi


"Ayah benar, aku jadi tidak rela kalau nanti ada anak cowok yang dekatin Dede, "Seru Rey sambil mencebikan bibir nya


"Hey anak kecil ,Ranti itu Ade kamu sayang. Sayangi dan jaga dia dengan baik, tentu nya selayak nya adik dan kakak. Ok?! "seru Bu Leli


"Baik Oma.."seru Rey sambil menekuk wajah nya


Adi dan Rini hanya saling pandang melihat tingkah laku Rey, kemudian mereka pun tersenyum. Adi pun memperhatikan wajah Ranti, memang dia nampak cantik dan menggemaskan.


Warna mata nya yang berwarna hitam pekat seolah menghipnotis siapa pun yang melihat nya,dan hidung bangir nya begitu menambah daya tarik nya.


Rini dan Adi kadang merasa heran, karna ucapan Rey yang seperti ingin memiliki Ranti.Apa mungkin karena mereka tidak mempunyai hubungan darah? Atau mungkin itu hanya ucapan anak kecil semata?


Entah lah,yang pasti Rini dan Adi pun belum tahu pasti dengan apa yang ada di pikiran si anak jenius itu.Bahkan hal seperti itu pun, belum pantas di ucapkan dari anak yang belum genap berusia tujuh tahun itu.

__ADS_1


"Sayang, ibu sudah membuat kan banyak makanan untuk kamu. Sekarang makan dulu ya, biar Asi nya tambah banyak sayang."seru Bu Leli


"Baiklah Bu, kebetulan aku sudah sangat lapar. Apa ibu tahu jika cucu ibu ini begitu tidak sabaran jika sedang meminum Asi? "seru Rini


"Ya, ibu tahu. Adi sudah cerita, maka nya ibu buat kan makanan yang banyak."seru Bu Leli


"Terimakasih Bu.. "seru Rini


"Sama sama nak, sekarang kalian makan lah. Biar ibu yang jagain Ranti.."seru Bu Leli


"Terimakasih Bu.."seru Adi


Bu Leli pun tersenyum senang melihat Adi yang begitu menyayangi Rini, terkadang ada penyesalan di dalam hatinya. Harus nya dulu dia tidak usah menjodohkan Rini dengan Herdiyan, tapi apalah daya karna nasi sudah menjadi bubur.


Kini Adi, Rini dan Rey sedang menikmati makan siang nya. Sedang kan Babby Ranti sedang tidur anteng, walaupun dia sedang tidur. Entah kenapa Bu Leli merasa tak tega untuk meninggal kan nya sendiri, atau mungkin karna Ranti memang lah cucu pertama nya.


Tapi memang benar adanya, jika rasa sayang nya terhadap Ranti lebih besar dari pada untuk Rey. Mungkin karna Ranti adalah cucu kandung nya, tapi bagi nya Rey juga tetap lah cucu nya yan tetap akan ia sayangi.


Baru saja Rini menyelsaikan makan nya, Bu Leli sudah datang sambil menggendong Babby Ranti. Seperti nya dia begitu kehausan, karna Babby Ranti terus saja mengusakan kepalanya seperti sedang mencari sumber makanan nya.


"Iya sayang, seperti nya dia sangat kehausan."seru Bu Leli sambil menyerah kan Babby Ranti ke pangkuan Rini


Rini langsung membuka tiga kancing kemeja bagian atas nya, saat sumber makanan Babby Ranti di keluarkan. Ranti langsung menghisa* nya dengan sangat kuat, sampai Rini pun sedikit meringis di buat nya.


Rey pun memperhatikan perubahan wajah Rini"Bunda,apakah menyusu* itu sakit? "seru Rey


"Sedikit sayang, tapi ada sebuah kebanggaan di hati Bunda karna bisa menyusui Dede Ranti. Di luar sana banyak ibu yang ingin menyusu* anak nya, tapi Asi nya tak kunjung keluar."seru Rini


"Kalau begitu Bunda harus banyak bersyukur dan berterimakasih sama Allah, karna dia sudah sangat baik sama Bunda."seru Rey


"Kamu benar sayang, Bunda harus banyak bersyukur dan berterimakasih Pada sang maha pencipta."seru Rini


"De, nyus*in nya pindah ke kamar ya. Kasian Babby kita, biar dia cepet bobo lagi."seru Adi


"Iya Bang,, "seru Rini

__ADS_1


Adi pun segera mengambil Babby Ranti dari Rini, dengan sigap Adi membawa Babby Ranti ke kamar mereka. Rin pun melanjutkan kembali menyusu* Babby Ranti yang terlihat kehausan, sedangkan Adi menemani Rey belajar karna sebentar lagi akan ada ujian kenaikan kelas.


Begitupun dengan Bu Leli, dia memilih pulang ke rumah nya. Agar Rini dan Babby Ranti bisa tidur dengan nyenyak,tanpa ada nya gangguan dari mereka.


Sebenar nya tanpa belajar pun Rey sudah sangat pandai, tapi Adi dan Rini selalu membiasakan Rey untuk tetap belajar. Karna pada prinsip nya, semakin pisau di asah akan semakin tajam.


Begitu pula dalam kehidupan sehari hari, semakin kita giat belajar makan akan semakin pintar pula otak kita. Adi dan Rey belajar sambil bermain, hingga mereka pun sampai tak sadar kalau hari sudah sore.


Adi pun melihat jam yang melingkar di tangan nya, dia langsung memeluk jidat nya saat waktu sudah menunjuk kan pukul empat sore.


"Rey, ikut Ayah shalat Ashar ya."seru Adi


"Baik Ayah. "seru Rey


Mereka berdua pun langsung melaksanakan shalat Ashar berjamaah di kamar Rey, sedangkan Rini masih dalam keadaan nifas. Jadi Adi pun tak mengajak Rini,tapi hanya membiarkan nya untuk istirahat di dalam kamar.


Selepas shalat Ashar Adi sangat kaget, karna semua karyawan nya datang dengan membawa kado di tangan mereka.


Ternyata mereka sangat penasaran ingin bertemu dengan Babby Ranti, dengan senang hati Adi pun mengajak mereka untuk masuk.


Rey langsung menemui Bunda nya di kamar, dan memberitahu jika ada tamu di depan. Sedangkan Adi langsung membuat minuman hangat untuk mereka, dan juga beberpa camilan.


Saat Rini membawa Babby Ranti, di rumah Adi menjadi sangat ramai. Apalagi saat mereka melihat wajah Babby Ranti yang sangat cantik dan menggemaskan, membuat semua karyawan Adi yang berjumlah dua belas orang itu terkagum kagum.


-


-


-


Terimakasih sudah mampir..


Jangan lupa like dan tekan 💓untuk memfavoritkan..


TBC

__ADS_1


__ADS_2