Trauma Masa Lalu

Trauma Masa Lalu
Hati Orang Tua yang Hancur


__ADS_3

Selepas shalat Subuh Adi mengajak Rini untuk pulang dulu ke rumah nya, dia khawatir jika terjadi sesuatu terhadap Ranti dan Rey. Karna memang Adi tidak pernah meninggal kan kedua anak nya itu, mereka selalu mengajak mereka kemana pun mereka pergi.


Sebenarnya Adi ingin pulang dari semalam, dia begitu menghawatirkan keadaan ke dua anak nya itu. Tapi karna harus mengurusi pak Dani yang belum mendapat kamar pasien, dengan terpaksa Adi bermalam di rumah sakit.


"Bu, apa aku dan Rini boleh pulang dulu? "tanya Adi sopan


"Boleh Nak, lagian keadaan bapak sudah mulai stabil."seru Bu Leli


"Mungkin kami agak lama Bu , karna aku mau masakin dulu makanan buat ibu.Kasian kalau ibu harus beli di sini, ibu kan ngga suka makanan yang bukan di masak dari rumah."ucap Rini


"Iya sayang,pergilah ."seru Bu Leli


Rini dan Adi pun langsung bergegas untuk pulang, dia begitu tak sabar ingin segera sampai di rumah. Rasa nya satu malam itu begitu lama untuk Adi dan Rini, mereka sudah tak sabar ingin melihat keadaan Rey dan Ranti.


Sampai di depan rumah Bu Leli, Adi dan Rini merasa sangat heran. Karna pintu rumah nya terlihat tak tertutup dengan sempurna, Adi dan Rini pun langsung berlari karna takut terjadi sesuatu dengan kedua putra nya.


"Rey, Ranti.. Anak Bunda, dimana kalian?! "teriak Rini


Adi langsung berlari ke arah kamar yang di tidur Ranti semalam, saat masuk ke dalam kamar Adi dan Rini langsung berteriak histeris melihat anak nya dalam keadaan setengah telanjang.


Di are inti nya terlihat darah yang sudah mengering, Rini berusaha membangun kan putri nya. Dia sungguh sangat takut dengan apa yang telah dilihat nya, tapi Ranti tak kunjung sadar.


Adi pun dengan cepat menutup tubuh mungil Ranti dengan selimut, Adi berlari membawa putri nya dan dengan segera menidurkan putri nya di bangku penumpang. Rini pun segera masuk ke mobil dan memeluk putri nya dengan erat, sedangkan Adi langsung duduk di bangku kemudi dan melajukan mobil nya dengan cepat.


Untung saja masih pagi, jadi nya belum terlalu banyak kendaraan yang berlalu lalang. Rini terus saja memeluk Ranti sambil menangis, sedangkan Adi terlihat sedang menahan amarah.


Rasa nya baik Rini atau pun Adi begitu kesal dan marah melihat anak nya yang kini tak berdaya, sebenar nya siapa yang telah tega melakukan ini pada putri mereka?


Dan terlebih lagi Rey tidak ada di sana, kemana Rey? Apa Rey di culik? Begitu banyak pertanyaan yang berputar putar di dalam otak mereka.


Sesampai nya di rumah sakit Adi langsung menggendong Ranti dan berlari ke ruang UGD, begitu juga dengan Rini yang ikut berlari di belakang Adi sambil menangis.

__ADS_1


Dokter dan suster pun datang, Adi dan Rini di suruh menunggu di luar karna Ranti akan mereka tangani.Hampir satu jam Adi dan Rini menunggu, tak lama Dokter pun membuka pintu.


Adi dan Rini pun langsung menghampiri Dokter tersebut, "Bagaimana keadaan anak kami dok? "tanya Adi


Dokter dengan nama tag Arya terlihat menghela nafas berat, "Seperti nya anak bapak dan ibu adalah korban pelecehan seksual, area intinya robek dan luka nya cukup serius." seru Dokter Arya


Rini langsung menangis histeris di pelukan Adi, banyak pasang mata yang memandang aneh terhadap nya. Tapi itu semua seakan tidak di pedulikan ,hati nya terasa hancur.


Andai saja malam tadi Rini tidak ikut mungkin anak nya tidak akan seperti ini, rasa sesak menyeruak dalam pikiran nya. Kalau saja dia bisa mengulang waktu, ingin rasa nya dia menjaga putri cantik nya.


"Apa bisa sembuh dok? "tanya Adi


"Luka fisik nya mungkin bisa sembuh dalam satu bulan, tapi tidak dengan jiwanya. "seru Dokter Arya


"Lalu, apa yang harus kami lakukan? "tanya Adi putus asa


"Anda bisa menghibur nya, mengajak nya jalan jalan, memberi suasana baru mungkin bisa membuat anak bapak dan ibu mudah untuk melupakan kejadian ini."saran Dokter Arya


"Bapak dan ibu bisa membawa nya ke psikiater, dia bisa melakukan rangkaian terapi."Jelas Dokter


"Apa kamu sudah bisa menemui anak kami Dok?"Tanya Adi


"Sebentar lagi putri anda akan di pindah ke ruang perawatan, nanti anda bisa menununggu nya di sana."seru Dokter Arya


Rini dan Adi pun mengangguk patuh, saat ini pikiran nya benar benar sangat kacau. Rini pun memutuskan untuk menunggu Ranti di depan ruang UGD, sedangkan Adi memutuskan untuk menemui Bu Leli.


Sampai di ruang rawat pak Dani, Adi langsung mengajak Bu Leli untuk keluar sebentar. Bu Leli terlihat bingung, tapi dia tetap mengikuti langkah Adi.


Saat mereka tiba di depan ruang UGD bertepatan dengan Ranti yang di pindah kan ke ruang perawatan, Bu Leli nampak syok melihat cucu kesayangan nya terlihat lemah dan tak sadarkan diri.


Mereka pun langsung mengikuti kemana Ranti di pindahkan ,setelah masuk ke dalam ruang perawatan Bu Leli langsung menangis. Apa lagi saat Rini menceritakan semua nya, Bu Leli langsung menangis histeris.

__ADS_1


Rini pun langsung berusaha menenangkan ibu nya, tapi begitu terasa susah. Apa lagi melihat keadaan cucu nya yang begitu memprihatinkan, membuat hati nya menjerit.


Setelah semua nya mulai tenang, Bu Leli pun baru teringat akan Rey. "Rin, Rey kemana? "tanya Bu Leli


"Itu dia Bu yang aku bingungkan ,aku tidak menemukan Rey di sana."seru Rini


"Apa mungkin Rey di culik? "asumsi Bu Leli


"Nanti aku mau lapor polisi Bu,tunggu Ranti sadar dulu."ucap Adi


"Ya, kamu benar. Kita harus melapor kan kejadian ini ke polisi, agar siapa pun yang melakukan nya bisa di penjarakan ."kesal Bu Leli


"Kita makan dulu, habis itu kita jaga Ranti lagi dan ibu jaga Bapak. "Ucap Adi


"Ya kalian benar, kita harus makan agar tidak sakit."seru Bu Leli


Sebelum pergi Adi pun menitip kan Ranti kepada suster, setelah nya mereka pun pergi ke kantin rumah sakit untuk mengisi perut mereka.


Baik Adi, Rini maupun Bu Leli. Semua nya terlihat murung, tidak ada yang makan dengan benar.Hanya beberapa suap saja yang masuk ke dalam mulut mereka, setelah di rasa cukup mereka pun segera kembali.


Bu Leli langsung ke ruangan pak Dani, sedangkan Adi dan Rini langsung masuk ke ruangan Ranti. Mereka sangat sedih melihat anak kesayangan nya terlihat menyedihkan, bahkan Ranti tak kunjung sadar sampai sekarang.


-


-


-


Terimakasih sudah mampir..


Jangan lupa like dan tekan 💓untuk memfavoritkan..

__ADS_1


TBC


__ADS_2