Trauma Masa Lalu

Trauma Masa Lalu
Permintaan


__ADS_3

POV Ana


Malam ini aku merasa sangat gelisah, setelah tahu bagaimana keadaan Kak Rey rasa nya hati ku terasa sangat sakit. Aku tahu dia lah yang menghancurkan hidup ku, tapi entah kenapa aku tidak bisa membenci nya.


Aku bahkan terasa sangat merindukan nya, merindukan sentuhan nya, merindukan pelukan nya, bahkan aku sangat merindukan ,,,ciuman nya.


Entah kapan rasa ini mulai tumbuh, tapi aku suka dengan sensasi yang di timbul kan nya. Tapi saat ini aku tak bisa berbuat apa apa, aku hanya bisa menangis dan menjerit dalam hati.


"Ya Allah, apa yang sekarang harus aku lakukan? Aku merasa sangat menghawatirkan nya, aku merasa sangat rindu pada nya.Izinkan aku untuk bertemu dengan nya walau hanya sebentar saja, aku mohon ya Allah. "


Andai saja Ayah dan Bunda tak mengekang ku seperti ini,,, andai saja Ayah dan Bunda memberi ku kebebasan untuk bisa bersama nya..


"Hhhhh,, semua nya hanya andai andai.."Ucap ku lirih


waktu pun terus berputar, malam pun semakin larut. Akhirnya aku pun bisa memejamkan mata ku, kini aku sudah larut dalam mimpi ku.


*


*


Pukul lima pagi aku pun terbangun, aku segera mandi dan menunaikan kewajiban ku terhadap sang khalik. Selsai shalat ku dengar Ayah, Bunda dan Oma sedang berdebat.


"Ibu ngga usah kemana mana, kalau ibu pergi bagaimana dengan Ana??! "Ucap Bunda


"Tapi ibu sangat rindu dengan Alm Ayah mu nak, Ibu pengen ziarah ke makam Ayah mu."Ucap Oma memelas


"Tapi Bu,, "Ucap Ayah Adi


"Kalian ini kenapa sih? Lagian Ana sudah besar, dia sudah tahu apa yang terbaik untuk diri nya. Jangan terlalu mengekang nya, ibu tahu kalian membenci anak itu. Tapi anak itu juga sama menderita nya seperti Ana, sekarang dia mengalami depresi."Ucap Oma


Ayah dan Bunda terlihat menghembuskan napas berat,"Berangkat lah Bu, aku juga yakin jika Ana bisa menjaga diri nya sendiri."Ucap Ayah Adi


Oma pun terlihat senang, Oma langsung masuk kedalam nya. Seperti nya Oma akan langsung bersiap, dan aku pun kini bisa tersenyum dengan lebar, karna baru saja terlintas sebuah ide di benak ku.


Tak berselang lama Oma pun keluar dari kamar nya dengan membawa koper besar, Bunda sampai menggeleng kan kepalanya.

__ADS_1


"Ibu kenapa bawa koper gede banget? Memang nya ibu mau nginep berapa hari? "Tanya Bunda


"Ibu mau nginep seminggu di rumah Leli, ibu kangen sama dia."Seru Oma


Oma pun segera menghampiri ku, dia memeluk ku dan menciumi semua bagian wajah ku yang tentu nya bagian bibir lah yang dia lewatkan.


"Hati hati di rumah ya sayang, Oma mau pergi dulu.Jangan nakal, pikirkan dengan baik sebelum kamu melangkah agar tak salah jalan."Ucap Oma,aku pun mengangguk.


"Oma hati hati di jalan, aku pasti kangen sama Oma."Ucap ku, Oma pun tersenyum.


Oma pun langsung pergi, seperti nya dia benar benar ingin segera berangkat ke kota J. Ternyata saat kami mengantarkan Oma ke depan rumah, sudah ada mobil yang menunggu di sana. Oma benar benar sudah mempersiapkan semua nya, dia sudah benar benar kangen pada Alm Opa.


Setelah kepergian Oma, Ayah dan Bunda mengajak ku untuk sarapan. Kami pun akhirnya sarapan bertiga, di sela sarapan Ayah pun memberikan pesan pesan pada ku.


"An, sekarang kan Oma sedang pergi .Ayah harap kamu tidak akan berbuat macam macam selama kami sedang pergi, bersikap lah lebih dewasa."Ucap Ayah Adi


"Iya Yah, Ana akan menuruti semua keinginan Ayah dan Bunda."Sahut ku


"Bagus kalau kamu mengerti, Bunda sama Ayah mau langsung berangkat. Kamu hati hati di rumah, jangan nakal. "Pesan Bunda,aku pun tersenyum.


Saat aku sedang asik berdiri, aku melihat Daddy yang hendak berangkat. Aku pun segera menghampiri nya, aku ingin meminta sesuatu pada nya.


"Dad,, "Panggil ku


"Apa sayang,, "Sahut Daddy


"Apa aku boleh meminta sesuatu sama Daddy.."Ucap ku ragu ragu


"Minta apa sayang? Selama Daddy bisa, pasti akan Daddy kabul kan. "Ucap Daddy Herdiyan


"Aku ingin ikut daddy ke kota,, Pleaseeee.. "Ucap ku seraya menangkup kan kedua tangan ku di depan dada..


"Memang nya apa yang ingin kamu lakukan?"Tanya Daddy


"Aku ingin melihat keadaan pak Aditya Dad, aku menghawatirkan keadaan nya."Ucap ku seraya menundukan kepala ku.

__ADS_1


"Tapi sayang, nanti Ayah sama Bunda kamu pasti marah.."Ucap Daddy Herdiyan


"Daddy jangan bilang bilang sama mereka, Ana mohon Ana ingin bertemu dengan nya walau hanya sebentar."Pinta ku


"Daddy tahu rasa nya seperti apa jika kita merindukan seseorang tapi tak dapat bertemu,,"Ucap Daddy seraya terkekeh


"Dad,, "Ucap ku seraya memukul tangan kekar Daddy


"Baiklah, kalau begitu cepatlah bergegas.Daddy tunggu.."Ucap Daddy Herdiyan


Aku pun segera berlari kedalam rumah, aku mengambil tas selempang yang berisi dompet dan alat make up. Tak ada ponsel yang bisa ku gunakan sebagai alat komunikasi, karna ponsel ku sudah di sita sama Ayah.


Aku pun segera mengunci pintu gerbang, setelah itu aku langsung berlari dan masuk ke dalam mobil Daddy. Daddy hanya tersenyum sambil menggeleng kan kepala nya, senyum nya seperti orang yang sedang meledek.


Aku pun cemberut dan pura pura merajuk, pandangan ku lurus ke depan tanpa menghiraukan Daddy. Sesekali Daddy terlihat melirik ke arah ku, lalu dia fokus kembali dalam menyetir.


Pukul setengah delapan kami sudah sampai di toko Bunga milik Daddy, "Kamu tunggu di sini, Daddy hanya akan menurunkan bunga bunga nya saja. Setelah itu kita langsung menuju kediaman Xavier."Ucap Daddy ,Aku pun menurut .


Setelah semua bunga di turun kan, Daddy kembali masuk ke dalam mobil. Dia langsung berjalan kan mobil nya ke kediaman Xavier, aku menjadi sangat gugup di buat nya.


Setelah sepuluh menit menempuh perjalanan, sampailah kami di sebuah rumah yang begitu besar. pagar nya menjulang tinggi, dan di depan gerbang tersebut nampak banyak bodyguard .


Nyali ku langsung ciut, aku takut kami tak di izinkan masuk. Daddy nampak menepikan mobil nya. Daddy pun mengajak ku turun untuk menemui kak Rey, semoga saja para bodyguard itu mengizinkan kan kami.


Aku dan Daddy langsung menghampiri mereka, mereka terlihat waspada dan penuh siaga. Aku pun memegang tangan Daddy sebagai tanda minta perlindungan, Daddy pun seakan paham dia tersenyum sambil mengangguk kan kepalanya pada ku..


-


-


-


Terimakasih karena sudah mampir..


Jangan lupa like, Vote, rate, koment, kritik ,saran dan juga tekan 💓untuk memfavoritkan..

__ADS_1


TBC


__ADS_2