Trauma Masa Lalu

Trauma Masa Lalu
Mengetahui Kebenaran


__ADS_3

Adi segera masuk ke ruang perawatan Ranti bersama dengan seorang psikiater yang bernama Aris dan Dokter yang menangani Ranti, terlihat Rini sedang berusaha menenangkan Ranti yang terus berteriak histeris.


Kedua Dokter itu pun langsung memeriksa keadaan Ranti, Ranti begitu susah untuk di tenang kan. Butuh waktu sampai setengah jam untuk menangkan nya, kalau saja Dokter psikiater tidak akan memeriksa nya, sudah dari tadi dokter memberikan suntikan Penenang.


Setelah Ranti tenang, Dokter psikiater pun bertanya tentang apa yang terjadi pada Ranti, Adi pun menceritakan semua nya.


"Bagaimana kalau saya melakukan terapi dengan menghipnotis putri anda ?Dengan seperti itu dia bisa menceritakan semua yang menimpa pada nya di malam itu. "jelas Dokter Aris


"Lakukan apa saja yang terbaik Dok, saya tidak tega melihat keadaan anak saya yang seperti ini."Ucap Adi


"Baiklah, kalau begitu kita harus segera membawa putri anda ke ruangan saya. "seru Dokter Aris


Adi langsung menyiap kan kursi roda, setelah nya dia langsung mendudukan Ranti. Adi pun langsung mengikuti Dokter Aris dengan mendorong Ranti di depan nya.


Sampai di ruangan Dokter Aris, Ranti langsung di suruh duduk di kursi khusus. Dokter Aris pun mulai melakukan tugas nya, setelah Ranti melihat gantungan khusus yang di persiapkan oleh Dokter Aris, Ranti pun langsung tertidur.


Kini waktu nya untuk Dokter Aris mengajukan beberpa pertanyaan, Dokter Aris menatap Adi dan Rini sebagai tanda meminta persetujuan. Adi dan Rini pun langsung menganggukkan kepalanya, dia menyetujui apa pun yang dokter lakukan selama itu yang terbaik untuk Ranti.


Dokter Aris mulai menepuk pundak Ranti dan memberikan sugesti nya, Ranti pun mengangguk patuh.


Setelah berbagai rayuan di lakukan oleh Dokter Aris, Akhir nya Ranti pun menceritakan semua nya.


"Malam itu aku lagi tidur, tapi tiba tiba saja ada Kak Rey yang sudah berada di atas tubuh ku. Aku sangat kaget karna tiba tiba saja dia mencium ku, lalu dia membuka semua baju nya dan itu membuat ku sangat takut bahkan tubuh ku bergetar dengan hebat."Jelas ranti


Ranti terlihat menitikkan air mata nya, sedangkan Rini dan Adi langsung saling pandang. Mereka seolah tak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar, Adi sudah mulai terbakar amarah ,tapi dengan cepat Dokter Aris menenangkan nya.


"Lanjutkan sayang."seru Dokter Aris sambil mengelus lembut rambut panjang milik Ranti

__ADS_1


"Kak Rey tiba tiba menyiksa ku, dia memasukan benda yang sangat keras ke dalam kemalua* ku. Bahkan dia melakukan nya dengan kasar, dan itu sangat menyakitkan kan. Aku sudah berusaha meminta nya untuk tidak menyiksa ku, tapi dia malah lebih dalam lagi memasukan benda keras itu. "Ranti menangis pilu membuat Adi langsung mengepal kan kedua tangan nya


Rini seakan tak percaya dengan sayang dia dengar, dia menutup mulut nya sambil menangis tersedu sedu.Adi segera memeluk Rini, padahal hati nya juga tengah hancur saat ini.Tapi Adi harus bisa bersikap tegas dan tenang di hadapan anak dan istri nya, Adi menatap wajah Ranti yang terlihat begitu pilu.


Melihat Ranti yang menangis pilu, membuat Adi merasa di sayat sembilu.Adi pun memutuskan untuk menyudahi nya, dia sudah tak sanggup lagi mendengar apa pun dari bibir kecil anak nya.


Setelah menghipnotis Ranti, Dokter menyarankan agar Ranti di berikan obat penenang terlebih dahulu agar dia bisa beristirahat dengan tenang. Rini dan Adi pun mengikuti nya,karna mungkin saja itu lah yang di butuh kan Ranti saat ini.


*


*


Adi sudah membicarakan apa yang seharus nya di lakukan oleh Ranti saat ini, Dokter Aris pun menyaran kan agar Adi membawa nya ke tempat yang baru dengan suasana baru agar trauma nya bisa cepat hilang.


Tapi untuk saat ini Ranti masih harus di rawat untuk satu minggu ke depan,Adi pun sudah menyiap kan rencana untuk Ranti.


Anak itu nampak tidur dengan tenang setelah mendapat kan satu kali terapi, di tunjang juga dengan obat yang di berikan oleh Dokter.


Adi pun segera menghampiri Rini dan memeluk nya dari belakang, dia melabuhkan ciuman di pipi Rini.Rini pun tersenyum senang mendapat kan perlakuan seperti itu dari suami nya, tapi saat Rini menatap Adi ada luka di mata nya.


Rini pun mengajak Adi untuk duduk bersama di sofa tunggu yang tidak terlalu besar, tapi tentu nya cukup nyaman untuk mereka duduk berdua.


"Bang, bagaimana ini? Rasa nya aku tidak percaya jika anak yang sudah kita adopsi dan kita sayangi tega berbuat seperti ana pada anak kita, apa ini sebuah lelucon? "ungkap Rini


"Sudah lah sayang, sekarang kita berdo"a saja yang terbaik untuk Ranti. Dan ingat akan satu hal, jangan pernah bahas anak sialan itu di hadapan ku."ucap Adi pelan tapi di mata nya terlihat kebencian yang begitu dalam


"Baik sayang, sekarang kita harus apa? "tanya Rini

__ADS_1


"Kita akan pindah dari sini, kita harus memulai hidup baru sayang. Aku tidak mau melihat putri ku menderita, semua ini sudah cukup membuat nya tersiksa."jelas Adi


"Aku akan mendukung apa pun keputusan kamu Bang, apa pun itu yang penting untuk kebaikan anak kita.Lalu bagaimana dengan Ibu dan Bapak?"khawatir Rini


"Kamu jangan khawatir sayang nanti aku akan membicarakan nya pada Ibu dan Bapak, sekarang kamu bersiap lah untuk pulang karna hari sudah sore."titah Adi


Rini pun menurut, setelah bersiap Rini mencium kening putri nya. Setelah itu Rini pun mendekati Adi, yang sedang duduk di sofa.


Rini duduk di pangkuan Adi dan mencium bibir nya dengan mesra"Aku pulang ya Bang, kalau ada apa apa dengan putri kita tolong kabari aku."seru Rini


Adi menganggukan kepalanya, sebelum Rini bangun dari pangkuan Adi, Adi pun mencium kembali bibir Rini.Mereka berciuman cukup lama,ada rasa rindu untuk melepas hasrat.


Tapi yang terpenting saat ini adalah Ranti, apa pun yang berhubungan dengan Ranti untuk sekarang harus lebih di perhatikan lagi.


Akhirnya Rini pun memutuskan untuk segera pulang, dia harus segera mengistirahatkan tubuh nya agar tidak sakit.


Butuh tenaga ekstra memang untuk nya dan Adi saat ini, Tapi dia akan berusaha untuk sabar dan ikhlas. Mungkin ini lah bentuk kasih sayang yang Allah berikan pada nya dan suami nya.


-


-


-


Terimakasih karena sudah mampir..


Jangan lupa like dan tekan 💓untuk memfavoritkan..

__ADS_1


TBC


__ADS_2