Trauma Masa Lalu

Trauma Masa Lalu
Perdebatan


__ADS_3

Selama perjalanan menuju mall, Vanya, Ana, Clarisa dan Alisya sudah sepakat akan nonton bioskop terlebih dahulu.


Sebenar nya mereka belum makan siang, tapi mereka akan menahan nya karna sebentar lagi ada flm romantis yang sedang buming akan segera tayang.


Dan benar saja, sampai di sana mereka langsung ke bioskop dan membeli tiket nya, tak lupa mereka pun membeli beberapa camilan dan minuman untuk mengganjal perut mereka .


Saat mereka masuk kedalam bioskop, hanya Ana yang terlihat begitu kagum dengan apa yang ada di sana. Sedangkan yang lain nya bersikap biasa saja, karna memang Ana tak pernah di ajak kemana mana karna dia selalu takut karna trauma nya.


Sembilan puluh menit berada di dalam bioskop,membuat Ana merasa begitu senang. Dia bahkan sangat serius menonton tanpa memperdulikan teman nya yang terkadang berkomentar tentang flm tersebut.


Saat film nya selsai ternyata sudah masuk waktu Ashar, mereka pun segera mencari mushola untuk melaksanakan kewajiban mereka terhadap sang khalik.


Selsai shalat mereka langsung berkeliling mall, mereka keluar masuk setiap toko yang ada di sana. Jika ada barang bagus tapi murah, mereka pasti akan membeli nya.


Jika harga nya lumayan mahal, mereka hanya akan melihat lihat saja. Gaji yang mereka terima memang lah tidak sedikit, tapi mereka juga harus mempertimbangkan biaya hidup mereka selama satu bulan ke depan.


Setelah cape berkeliling, mereka pun memutuskan untuk beristirahat di mushola karna waktu maghrib akan segera tiba.


Setelah melaksanakan kewajiban mereka, dan rasa lelah pun sudah terasa berkurang ,mereka pun memutuskan untuk makan di sebuah restoran ternama yang ada di mall tersebut.


Sesekali tak apa lah makan di restoran ternama, yang penting besok mereka akan kembali mengatur keuangan esok hari nya.


Saat masuk ke dalam restoran, mereka begitu kagum dengan dekorasi ruangan nya.Seperti nya restoran itu di peruntukan pasangan yang sedang di mabuk cinta, suasana nya begitu romantis dan penuh dengan lambang cinta.


Mereka pun segera memilih tempat yang masih kosong untuk mereka duduk, setelah nya mereka pun langsung memesan makanan dan tentu nya mereka pun memperhatikan daftar harga nya.


"Gila yah makanan nya mahal mahal banget,alamat kempes deh ini kantong."Ucap Vanya


"Hu'uh, kayak nya mulai besok aku mesti bawa bekel dari rumah biar duit tabungan ngga terkuras."Sahut Alisya


"Udah ah malu,, buruan pesen nya. "Ucap Clarisa


Ana hanya geleng geleng kepala melihat ketiga teman nya, untung saja Ana selalu di bekali bahan buat masak selama seminggu. Jadi Ana terlihat tak begitu pusing dengan kantong nya, apa lagi terkadang ada Herdiyan yang selalu membuatkan sarapan pagi nya.


Setelah selsai memesan, mereka mengobrol sambil menunggu pesanan datang. Sepuluh menit kemudian pesanan mereka pun datang, mereka pun dengan antusias langsung melahap makanan nya.


"Gila,, ini enak banget..Pantesan mehong.."Ucap Vanya


"Berisik dodol, makan yang tenang,bersikap biasa saja, malu sama orang kaya yang lagi makan."Ucap Clarisa


"Udah jangan pada debat, kita nikmatin makanan enak ini. Besok besok belum tentu kita bisa makan di sini lagi,,"Ucap Ana

__ADS_1


"Iya Ana bener,, "Ucap Alisya dengan mulut yang penuh dengan makanan


Tak jauh dari meja makan mereka ternyata ada yang memperhatikan keakraban mereka ,"Dit, bukan nya itu para karyawan Elu ya? "Tanya Ronald yang saat itu sedang makan bersama dengan istri nya dan juga Aditya.


Aditya dan istri nya Ronald pun menoleh ke arah yang Ronald tunjuk, "Iya Elu bener, ada Ana juga di sana.Ko tumben ya, dia keluar malam malam begini? "Ucap Aditya


"Iya Elu bener, padahal Elu tahu sendiri bagaimana dia takut nya sama Gue. "Ucap Ronald tanpa sadar


"Maksud kamu apa sayang? "Tanya istri Ronald


"Eh? Ga papa sayang, aku cuma itu, Ee ,,anu.. Dit, bantuin gue.."Ucap Ronald


Istri nya Ronald langsung memberikan tatapan tajam, dia tahu kalau suami nya orang yang genit dan suka menggoda wanita.


"Sayang,, jangan melihat ku seperti itu. "Pinta Ronald


Karna suasana nya cukup hening, membuat perdebatan di antara mereka terdengar jelas di kuping Ana dan teman teman nya. Mereka pun menoleh ke arah Ronald yang masih saja sedang berdebat dengan istri nya.


"Eh,, itu bukan nya pak Ronald sama pak Aditya ya?"Tanya Alisya


"Iya bener, tapi kenapa pak Ronald malah berdebat ama cewek ya? "Tanya Vanya


"Cius itu? "Tanya Clarisa


Ana tak menjawab, hanya menggedikan kedua bahu nya."Kalau kalian penasaran, tanyain aja sana. Aku sih ogah.. "Ucap Ana


"Ngga enak lah, gila aja kita.."Ucap Vanya


Saat mereka tengah asik menggibahkan Ronald, tanpa mereka sadari kini Ronald, istri nya dan juga Aditya sudah ada di dekat mereka.


"Ehm,, boleh ganggu sebentar? "Tanya istri nya Ronald


Ana dan ke tiga teman nya langsung berdiri, ketiga teman Ana terlihat menatap takut pada istri nya Ronald, sedangkan Ana malah menyelidik wajah wanita tersebut.


"Kak Davina ya? Ko ke sini nya bareng pak Aditya sama pak Ronald juga? Anak nya ngga di ajak? "Tanya Ana


Davina terlihat mengernyit, "Kamu anak nya Om Herdiyan ya? Kata nya Om Herdiyan mandul, kok bisa ada kamu sih? "Tanya nya sedikit sewot


"Saya hanya anak angkat nya, ada yang perlu saya bantu? "Tanya Ana


"Tuh kan aku nya jadi lupa kalau aku mau nanyain masalah suami ku,,"Ucap Davina seraya melihat suaminya, "Di antara kalian siapa yang pernah di godain sama suami aku? "Tanya Davina

__ADS_1


Ronald yang berada di belakang Davina terlihat mengatup kan kedua tangan nya di depan dada nya, Ana dan ketiga teman nya yang mengerti pun langsung menggelengkan kepala nya.


"Beneran kalian ngga pernah di godain sama suami aku? "Tanya Davina lagi


Ana dan ke tiga teman nya pun langsung menganggukan kepalanya, Ronald pun mengambil nafas lega.


"Tuh kan sayang, aku udah ngga pernah godain cewek lagi. "Ucap nya, dia pun melihat ke arah Ana dan tiga teman nya."Kalian makan lah lagi, sebagai permintaan maaf dari ku, aku akan membayar tagihan makan kalian."Ucap Ronald ,Aditya hanya geleng geleng kepala.


"Seriusan ini pak ?"Tanya Vanya, Ronald pun mengangguk.


"Waah,, rezeki anak bangor ini mah. "Ucap Clarisa


"Kalau begitu kami lanjut makan ya pak, terimakasih atas traktiran nya. "Ucap Ana


"Kantong kita kaga jadi kempes, masih aman."Ucap Vanya


Ana dan ke tiga teman nya pun langsung makan, sedangkan Ronald langsung merangkul pundak istri nya agar tak marah lagi.


Aditya mendekati Ronald dan berbisik di telinga nya,"Kalau masih takut sama bini, jangan suka godain cewek. Entar pisang Elu bisa di tebas abis ama Davina, Elu kan tahu bener bini Elu posesif."Bisik Aditya


"Sialan Lu .. "Ucap Ronald seraya mencubit lengan Aditya


"Vin ,Gue di aniaya ama laki Elu. Padahal Gue cuma bilangan, kalau dia harus setia ama bini."Adu Aditya


"Sayang,,,,!! "Ucap Davina pelan tapi penuh penekanan


"Maaf sayang,, "Ucap Ronald seraya menundukkan wajah nya


Ana dan ke tiga teman nya hanya terkikik geli melihat perdebatan mereka, ternyata di balik pria penggoda seperti Ronald, dia adalah seorang peria takut istri rupa nya.


-


-


-


Terimakasih karena sudah mampir..


Jangan lupa like, koment, vote, rate, kritik, saran dan juga tekan 💓untuk memfavoritkan..


TBC

__ADS_1


__ADS_2