
Pagi ini Adi ,Rini, Bu Leli dan Ana sudah bersiap. Semua yang mereka perlukan sudah di masukan ke dalam mobil, Adi sengaja membawa mobil dan mengemudikan nya sendiri.
Sebelum pergi Adi sempat menanyakan Rey kepada pihak polisi, tapi Rey sama sekali tak di ketahui keberadaan nya. Polisi pun sampai heran, karna seperti nya ada yang sedang melindungi nya.
Tapi pihak kepolisian berjanji pada Adi, jika ada hal yang penting pasti mereka akan langsung memberitahukan semua nya pada Adi.
Adi pun hanya bisa pasrah dengan semua yang sudah terjadi, Adi berpikir mungkin Allah sedang menyiap kan sesuatu yang indah untuk keluarga keci nya.
Sebelum pergi Adi bahkan sudah menghubungi Bu Yeni, dia meminta tolong pada nya untuk membantu merapikan rumah nya di sana. Karna kebetulan, rumah yang Adi beli tak jauh dari rumah Bu Yeni .
Saat mobil mulai berjalan, Ana terlihat senang. Beban hidup nya pun terlihat berkurang, selama perjalanan dia terus saja memperhatikan jalanan.
Hingga mobil mulai memasuki kawasan pedesaan, Ana langsung tersenyum dan bertanya pada Bunda nya.
"Bun, kita mau tinggal di desa? "Tanya Ana dengan mata yang berbinar
"Iya sayang, kamu suka? "Tanya Rini
"Suka banget Bun, ada taman bunga nya ngga? "tanya Ana dengan antusias
Rini memandang Adi yang sedang asik mengemudi, Adi yang melihat Rini dari pantulan kaca pun langsung ikut menjawab.
''Bukan hanya taman sayang, tapi kata Eni Yeni di sana ada perkebunan bunga seluas dua hektar. Deket rumah kita lagi, pasti kamu betah liatin orang metikin bunga tiap hari."Jawab Adi
"Di sana ada bunga apa aja Yah? "Tanya Ana lagi
"Nanti kalau sudah sampai kita lihat bareng ya,, Ayah juga ngga tau soal nya."Ucap Adi seraya tersenyum
Ana hanya mencebik, dia tak puas dengan apa yang di ucap kan oleh Ayah nya. Hingga dia tiba di rumah baru nya, barulah Ana mengulum senyum nya karna tak jauh dari rumah nya terlihat hamparan bunga berwarna warni.
Di sana nampak Bunga mawar berwarna putih, merah dan merah muda. Di sana juga ada bunga Anggrek, Bunga Daffodil, Bunga Gardenia, Bunga matahari, Bunga Tulip, Bunga Gerbera,Bunga Lili,Bunga carnation dan Bunga Hydrangea.
Semua bunga nampak terlihat cantik, di sana juga ada beberapa orang yang sedang memetik bunga nya dan merapikan nya ke dalam keranjang.
"Yah, Ana boleh ke sana kan? "Tanya Ana
"Kita baru sampai sayang, istirahat lah dulu."Seru Adi
"Tapi yah, jarak nya juga deket. Hanya terhalang dua rumah saja, boleh ya? "Mohon Ana
__ADS_1
"Baiklah, tapi di temani sama Bunda ya.."Ucap Adi
"Iya yah, Ana mau."Seru Ana
Anda dan Rini pun langsung berjalan ke arah perkebunan Bunga, mereka duduk di bangku yang ada di luar kebun. Ana begitu antusias menatap hamparan Bunga di sana, semua nya terlihat indah untuk di pandang
Beberapa pekerja pun menoleh ke arah Ana dan Rini, Rini pun membungkukan badan nya sebagai tanda minta persetujuan.
Para pekerja yang ada di sana pun tersenyum melihat antusiasme Ana saat melihat hamparan Bunga yang menjadi sumber penghasilan untuk mereka, melihat senyum yang terus mengembang di wajah Ana membuat Rini merasa sangat senang.
"Sayang, Bunda ambil camilan sama air minum dulu ya.."Ucap Rini
"Iya Bunda, jangan lama lama. "Seru Ana
"Iya sayang,, "Jawab Rini
Rini pun berlalu meninggal kan Ana, dia segera masuk ke dalam rumah nya untuk mengambil minuman dan makanan untuk Ana.
Sepeninggal Rini ada mobil bak terbuka yang datang, mobil itu langsung masuk ke dalam kebun. Tak lama papa pekerja pun menaikkan keranjang yang berisi bunga, Ana pun berdecak senang melihat nya.
Dari dalam mobil terlihat ada seorang pria sekitar umur empat puluh tahunan, saat melihat Ada ana di dekat kebun nya dia pun segera menghampiri Ana.
Ana terlihat mengerut kan dahi nya, pria itu pun merasa begitu lucu dengan raut wajah Ana.
"Om yang punya kebun Bunga ini, kamu suka Bunga?"Tanya nya
"Suka Om, aku boleh ke sini tiap hari ga buat liatin yang panen Bunga? "Tanya Ana
"Boleh dong, nama kamu siapa? "Tanya nya
"Ana Om, nama Om siapa? "Tanya Ana
"Om nama nya Iyan, senang bisa berkenalan dengan Ana. "Ucap Iyan sambil mengulurkan tangan nya
Ana terlihat takut saat melihat tangan Iyan yang terulur, Iyan yang paham pun langsung menarik kembali tangan nya.
"Maaf, Om tidak tahu kalau kamu suka merasa tidak nyaman saat bersalaman dengan orang baru."Seru Iyan
"Aku yang minta maaf Om, aku tidak suka jika harus bersalaman dengan lelaki. Maaf ya Om?? "Tulus Ana
__ADS_1
"Tidak apa sayang, Om pamit dulu ya. Mau ke kota, mau jual dulu bunga nya."Ucap Iyan
"Hati hati Om.. "Ucap Ana seraya melambai kan tangan nya
Iyan pun berlalu pergi, hari sudah mulai siang dia harus segera membawa bunga nya ke kota agar bisa segera di jual di toko bunga milik nya.
Tak lama Rini dan Bu Yeni pun datang membawa minuman dan camilan, mereka langsung ikut duduk bersama Ana.
"Hai cucu nya Eni, apa kabar? "Sapa Bu Yeni
"Baik Eni, Eni sendiri apa kabar nya? "Tanya ana
"Sangat baik, kamu tadi bicara sama siap? "Tanya Bu Yeni
"Bicara sama Om Iyan, dia yang punya kebun Bunga ini. Om Iyan keren ya Eni? "Puji Ana
"Kamu suka Bunga!?"Tanya Bu Yeni
"Sangat suka Eni, kalau sudah besar aku juga pengen punya kebun Bunga."Ucap Ana dengan penuh semangat
Rini pun akhirnya bisa tersenyum lega, karna ternyata suasana hati Ana bisa berubah menjadi lebih baik setelah kepindahan nya.
Ana menikmati suasana pagi menjelang siang di dekat kebun Bunga, dia bahkan menghabiskan camilan yang di siap kan oleh Rini.
Bu Heni dan Rini terlihat sedang melepas rindu karna sudah hampir sebelas tahun tak bertemu, sedangkan Ana begitu sibuk memperhatikan para pekerja yang memetik Bunga.
Ada juga yang sedang menanam bunga, ada yang memberi pupuk,ada juga yang sedang merapikan bunga bunga yang sudah di petik.
Wajah Ana berubah dengan drastis, dia terlihat sangat bahagia. Tidak ada lagi kesedihan yang terlihat di mata nya, Rini sangat berharap semoga trauma nya akan cepat sembuh.
-
-
-
Terimakasih karena sudah mampir..
Jangan lupa like, koment, vote, rate, kritik, saran dan juga tekan 💓untuk memfavoritkan..
__ADS_1
TBC